{"id":34575,"date":"2022-02-04T12:00:26","date_gmt":"2022-02-04T05:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=34575"},"modified":"2022-02-04T08:27:53","modified_gmt":"2022-02-04T01:27:53","slug":"ranitidine","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/","title":{"rendered":"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranitidine adalah obat oral yang tersedia dalam versi generik sehingga harganya cukup terjangkau. Obat ini bisa diakses masyarakat lewat apotek terdekat, tentunya dengan resep dokter. Obat ini biasa diresepkan untuk menangani masalah lambung, seperti sakit maag dan tukak lambung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, BPOM dan lembaga pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat, FDA mempublikasikan larangan edar untuk obat ini. Seberapa besar sih efek sampingnya jika dikonsumsi manusia? Berikut fakta lengkapnya. Baca seksama, yuk!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome\/\">Down Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Apa itu ranitidine HCl?\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34583\" aria-describedby=\"caption-attachment-34583\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34583 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-cottonbro-5722881-570x468.jpg\" alt=\"ranitidine hci\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34583\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranitidine adalah obat generik yang umum diresepkan untuk mengatasi keluhan yang berkaitan dengan lambung. Mulai dari gastroesophageal reflux disease (GERD), tukak lambung, maag, hingga sindrom Zollinger Ellison. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat ini dikonsumsi secara oral artinya diminum dalam bentuk sirup atau ditelan dalam bentuk tablet maupun kapsul. Sebagian diberikan pula dalam bentuk injeksi atau suntikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Cara kerja ranitidine<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34580\" aria-describedby=\"caption-attachment-34580\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34580 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-cottonbro-6865183-570x468.jpg\" alt=\"Cara kerja\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34580\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranitidine HCl 150 mg termasuk dalam golongan obat antagonis histamine-2 (H2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blockers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). yaitu medikasi yang diberikan untuk mengontrol produksi asam lambung. Setiap selesai makan, lambung biasanya akan melepas asam yang fungsinya membunuh bakteri dan membantu mencerna makanan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada beberapa orang, ada batasan atau kontrol produksi asam lambung tersebut tidak bekerja dengan baik. Bila jumlahnya berlebih bisa menimbulkan rasa sakit hingga luka pada organ-organ pencernaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produksi asam terjadi saat sel pada lambung yang bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">enterochromaffin-like cells<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ECL) melepaskan histamine. Histamine ini yang nantinya akan mendorong<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> parietal cells<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memproduksi asam. Di sinilah H2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blockers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bekerja untuk menghentikan produksi asam sehingga jumlahnya bisa berkurang. Dengan begitu, keluhan yang berkaitan dengan lambung pun bisa ditekan dan membantu mempercepat penyembuhan luka yang sudah terlanjur tercipta tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Penyakit yang bisa ditangani dengan ranitidin<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34582\" aria-describedby=\"caption-attachment-34582\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34582 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-engin-akyurt-3356489-570x426.jpg\" alt=\"ranitidine obat apa\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34582\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Maag atau dispepsia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah rasa sakit dan tak nyaman yang menyerang perut bagian atas. Biasanya terjadi setelah makan atau minum makanan tertentu. Selain rasa sakit, biasanya diikuti pula dengan kondisi kembung, begah, mual, dan buang gas. Maag tidak dapat sembuh dan bisa mereda dan kambuh kapan saja tergantung pada pemicunya. Tak hanya makanan dan minuman yang dikonsumsi, stres dan cemas juga bisa mendorong maag kambuh.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tukak lambung <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah keadaan di mana rasa sakit menjalar pada bagian tengah perut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori atau bisa pula karena terlalu sering mengonsumsi obat anti inflamasi yang keras macam ibuprofen dan aspirin. Tukak lambung biasa menyerang lansia dan kebanyakan laki-laki.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Gastroesophageal reflux disease (GERD) <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">bernama lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">heartburn,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu kondisi di mana asam lambung naik hingga kerongkongan dan melukai organ pencernaan tersebut. Tak heran bila rasa sakitnya menjalar ke bagian tengah dada dan menyebabkan rasa asam pada mulut. Penyakit ini menyebabkan nafas tak sedap, suara serak, dan rasa mual serta kembung. Pemicunya bisa karena makanan, merokok, obesitas, stres dan cemas yang tidak terkendali, hernia, hingga kehamilan.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Erosive esophagitis <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah inflamasi yang terjadi pada jaringan-jaringan di kerongkongan. Ini menyebabkan orang kesulitan menelan dan merasakan sakit di bagian dadanya. Bisa dipicu asam lambung yang naik, infeksi, atau alergi.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Sindrom Zollinger-Ellison <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah tumor yang tumbuh di pankreas dan bagian atas usus kecil. Tumir ini menyebabkan produksi asam lambung naik dan akhirnya melukai organ-organ pencernaan. Gejalanya mulai dari sakit perut, diare, rasa terbakar di perut bagian atas, mual dan muntah, hingga kurangnya nafsu makan. Tidak ada penyebab eksternal yang menyebabkan kondisi ini, kemungkinan besar sama seperti kanker dan tumor pada umumnya disebabkan oleh faktor genetik.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/penyebab-sakit-pinggang\/\">Sakit Pinggang: Kenali Penyebab, Gejala &amp; Pengobatannya<\/a><\/p>\n<h2><b>4. Dosis yang disarankan\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34581\" aria-describedby=\"caption-attachment-34581\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34581 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-karolina-grabowska-4021817-570x426.jpg\" alt=\"dosis\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34581\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai penjelasan di atas, sudah cukup terang ranitidine 150 mg obat untuk apa. Namun, penggunaannya tidak bisa sembarangan. Tiap penyakit atau gangguan lambung memiliki dosis yang berbeda-beda. Satu dosis minum adalah sekitar 150 mg yang diminum dengan jarak 6-12 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, setiap hari maksimal konsumsinya hanya 2-3 kali dan kebanyakan hanya disarankan untuk diminum rutin selama 4-6 minggu maksimal. Untuk penyakit yang lebih parah gejalanya seperti GERD, erosive esophagitis, dan ulkus duodenum, penggunaan bisa mencapai 8-12 minggu. Namun, tepatnya dokter akan lebih tahu yang terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat bahwa ranitidine bukan obat yang bisa sembarangan dikonsumsi tanpa rekomendasi atau resep dokter. Jadi, jangan memakainya kapan saja Sedulur mau atau butuhkan. Coba alternatif obat yang lebih ringan bila sakit kambuh. Ada pula daftar obat yang tidak cocok dikonsumsi bersamaan dengan ranitidin seperti warfarin, pracoinamide, midazolam, triazolam, atazanavir, dan lain sebagainya.\u00a0 <\/span><\/p>\n<h2><b>5. Potensi efek samping ringan<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34584\" aria-describedby=\"caption-attachment-34584\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34584 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-nandhu-kumar-3991311-570x468.jpg\" alt=\"efek samping ranitidine\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34584\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat pasti memiliki efek samping. Itu hal yang tidak terbantahkan dan telah terbukti. Termasuk Ranitidin yang ternyata juga menyimpan beragam potensi efek samping sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit kepala\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit perut\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasa cemas\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kerontokan rambut\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Konstipasi dan diare\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mual dan muntah\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>6. Efek samping berat yang perlu diwaspadai <\/b><b><br \/>\n<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34587\" aria-describedby=\"caption-attachment-34587\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34587 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-anna-shvets-3845126-570x426.jpg\" alt=\"Efek samping berat\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34587\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/drugs\/ranitidine-oral-tablet\"><span style=\"font-weight: 400;\">Healthline, <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">ada beberapa gejala efek samping berat yang mungkin mengintai pasien. Berikut daftarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Inflamasi pada hati <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang menyebabkan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi agak kekuningan, urin yang berwarna pekat, dan rasa sakit di bagian perut bagian kanan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Gangguan pada fungsi otak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mengakibatkan linglung, halusinasi, depresi, rasa cemas, hingga penglihatan yang kabur.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Detak jantung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak normal, terlalu cepat, mudah lelah, dan sesak napas.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/paratusin\/\">Fakta dan Kegunaan Obat Paratusin untuk Flu dan Batuk<\/a><\/p>\n<h2><b>7. Ranitidine dilarang penuh di Amerika Serikat sejak 2020\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34586\" aria-describedby=\"caption-attachment-34586\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34586 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-polina-tankilevitch-3873166-570x468.jpg\" alt=\"ranitidine dilarang di amerika serikat\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34586\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain masalah di atas, Ranitidine juga dianggap berbahaya karena kandungan N-Nitrosodimenthylamine (NDMA) di dalamnya yang terbukti memiliki efek karsinogenik dan meningkatkan risiko pneumonia pada manusia. Tindak lanjut dilakukan <\/span><a href=\"https:\/\/www.pom.go.id\/new\/view\/more\/klarifikasi\/104\/PENJELASAN-BADAN-POM-RI--TENTANG-PRODUK-RANITIDIN-YANG-DAPAT-DIEDARKAN-KEMBALI.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">Badan POM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2019 yang akhirnya melarang izin edar atas obat tersebut. Namun, izinnya dikembalikan dengan alasan beberapa produk sudah memenuhi level cemaran NDMA yang dikategorikan aman. POM juga merilis merek apa saja yang sudah memenuhi standar dan dapat izin edar pada rilis resmi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Per April 2020 lalu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">The U.S. Food and Drug Administration (FDA)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lewat rilis resminya meminta semua produsen menghentikan peredaran obat ranitidin. Menurut FDA, kadar NDMA akan meningkat seiring peningkatan suhu ruang penyimpanan obat sehingga tidak lagi layak untuk dikonsumsi pasien. FDA percaya tidak ada level NDMA yang bisa ditoleransi untuk keselamatan manusia. Keputusannya tinggal ada di tangan Sedulur sendiri, nih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Alternatif untuk ranitidin<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_34585\" aria-describedby=\"caption-attachment-34585\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-34585 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-anna-shvets-3683094-570x426.jpg\" alt=\"alternatif obat lain\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34585\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan penjelasan ranitidine HCl obat apa, sebenarnya Sedulur bisa menemukan banyak obat lain sebagai lternatif. Berikut beberapa daftarnya untuk dicatat.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Omeprazole<\/strong>. Fungsinya sama, tetapi ia bisa menimbulkan gangguan pada ginjal, sehingga perlu dihindari untuk pasien dengan kondisi klinis tertentu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Lansoprazole<\/strong> juga memiliki fungsi sama persis dengan ranitidin dan omeprazole. Bedanya pada efek samping yang biasanya menyerang masalah pencernaan, seperti kembung, sakit perut, sembelit, diare, hingga mual.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelasan di atas, semoga sudah jelas ranitidine obat apa berikut dengan efek samping dan risiko bahayanya. Ternyata ada risiko yang mengintai yaitu potensi peningkatan risiko kanker bila dikonsumsi rutin dalam jumlah tertentu. Sedulur punya pilihan untuk tidak melanjutkan medikasi dengan obat ini, kok. Silakan tanyakan ke dokter alternatif obat apa yang kiranya lebih aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <b>Aplikasi Super<\/b>, lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk <b>unduh aplikasinya <\/b><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b>di sini<\/b><\/a> sekarang.<\/p>\n<p>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <b>Super Agen<\/b> bisa <b>cek <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"><b>di sini<\/b><\/a> sekarang juga.\u00a0Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi <i>reseller<\/i> sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":34631,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[1719,3602,4284],"class_list":["post-34575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kesehatan","tag-obat","tag-obat-lambung"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-04T05:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-04T01:27:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"ranitidine\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/\",\"name\":\"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-02-04T05:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-04T01:27:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya","description":"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya","og_description":"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-02-04T05:00:26+00:00","article_modified_time":"2022-02-04T01:27:53+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/ranitidine.jpg","width":682,"height":536,"caption":"ranitidine"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/","name":"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-02-04T05:00:26+00:00","dateModified":"2022-02-04T01:27:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Dikenal sebagai obat penurun asam lambung, ranitidine ternyata sempat dilarang. Apa saja fakta di balik obat antagonis histamin-2 ini?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34575"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34575"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34751,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34575\/revisions\/34751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}