{"id":33448,"date":"2022-01-28T16:30:50","date_gmt":"2022-01-28T09:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=33448"},"modified":"2022-02-07T12:46:34","modified_gmt":"2022-02-07T05:46:34","slug":"sampah-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/","title":{"rendered":"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Sampah dibagi menjadi dua jenis, yakni sampah organik dan anorganik. Kedua jenis tersebut berbeda dari bentuk, keawetan, hingga cara untuk mengolahnya.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Meskipun begitu, sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sudah tahu perbedaan<\/span><span style=\"color: #000000;\">\u00a0dari dua jenis sampah tersebut?\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Pahami seputar pengertian, jenis, dan cara untuk mengolah sampah organik secara mendetail. Dengan begini, kamu bisa jadi lebih bijak dalam mengumpulkan serta menentukan langkah bijak untuk menguranginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-limbah-anorganik\/\">Kenali Contoh Limbah Anorganik &amp; Cara Pengelolaannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian sampah organik<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3860695\/pexels-photo-3860695.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sampah organik adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari laman dlh.kulonprogo.go.id, sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati. Jenis sampah ini bersifat biodegradable alias bisa didegradasi oleh miroba. Hal ini berarti, sampah tersebut mudah diurai secara alami<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan 4(1) mengartikan sampah organik sebagai limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup baik itu manusia, hewan, atau tumbuhan. Nantinya, limbah tersebut akan mengalami pelapukan atau pembusukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sampah ini sebenarnya tergolong limbah yang ramah lingkungan, karena dapat diurai secara alami oleh mikroba. Akan tetapi, proses penguraian secara alami tersebut membutuhkan waktu. Jadi jika tidak diolah dengan cepat dan menumpuk, dapat menyebabkan aroma yang tidak sedap dan mengganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja kamu pernah menemukan banyak sayur dan buah busuk di pembuangan sampah. Tanpa diolah, sayur dan buah sisa tersebut sebenarnya tetap akan terurai. Namun proses penguraian tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan akhirnya menyebabkan aroma busuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan adanya campur tangan manusia, membuat proses penguraian sampah menjadi lebih cepat. Tanpa disadari, sampah yang diolah dengan benar justru memiliki manfaat bagi manusia itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/souvenir-pernikahan\/\">50 Inspirasi Souvenir Pernikahan yang Unik &amp; Murah Tapi Mewah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis sampah organik<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7114143\/pexels-photo-7114143.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"Jenis sampah organik\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari laman DLH Kabupaten Buleleng, jenis sampah organik ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu organik basah serta kering. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai kedua kelompok sampah tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Sampah organik basah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7262348\/pexels-photo-7262348.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"basah\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelompok pertama ada sampah organik yang memiliki kandungan air cukup tinggi. Contoh dari kelompok sampah ini adalah sayur-sayuran, kulit buah, buah yang busuk, dan lain sebagainya. Tingginya kadar air yang terkandung di dalam sampah ini yang membuat proses pembusukan sampah terjadi dengan cepat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Sampah organik kering<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5264862\/pexels-photo-5264862.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sampah organik\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/pencarian\/sampah%20organik\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis sampah ini adalah kebalikan dari yang sebelumnya, yakni kandungan air di dalamnya sedikit. Contoh sampah organik kering di antaranya seperti ranting pohon, kayu, dun kering, dan masih banyak lagi yang lainnya. Proses pembusukan dari sampah ini lebih lama dibandingkan dengan kelompok organik basah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/kerajinan-dari-barang-bekas\/\">12 Kerajinan dari Barang Bekas yang Bisa Jadi Ide Bisnis Kamu!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara mengolah sampah organik<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7106731\/pexels-photo-7106731.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"  Cara mengolah\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika terus dibiarkan, mungkin jumlah sampah organik akan terus bertambah dan itu bisa menjadi masalah tersendiri. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengolah sampah tersebut supaya tidak menimbulkan masalah lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang jika jenis sampah ini cukup mudah untuk diolah. Bahkan sampah organik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk yang fungsional dan mempunyai nilai ekonomis, lho. Berikut ini beberapa cara untuk mengolah jenis sampah tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Menjadi pupuk kompos<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7728736\/pexels-photo-7728736.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"pupuk kompos\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang dibuat dari penguraian sampah organik. Proses pembuatan kompos tersebut bisa dilakukan secara alami. Jika dilakukan tindakan berupa penambahan mikroorganisme pengurai, proses pengomposan akan terjadi lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara untuk membuat pupuk kompos itu tidak susah. Selain itu, unsur hara yang terkandung juga cukup lengkap, sehingga sangat berguna untuk budidaya tanaman. Berikut ini langkah-langkah untuk membuat pupuk kompos:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapkan sampah daun, arang sekam, kotoran ayam, gula pasir, EM4, dan air<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, buat <em>starter<\/em> dengan melarutkan gula dengan air<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tambahkan EM4 dalam <em>starter<\/em> dengan takaran yang sudah ditentukan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sekarang diamkan <em>starter<\/em> selama 24 jam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika sudah, campurkan bahan lainnya seperti daun, kotoran ayam, dan arang sekam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siram bahan dengan starter yang tadi telah dibuat, aduk sampai merata<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diamkan kompos selama kurang lebih 17 hari<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika warnanya sudah mulai berbuah jadi kehitaman, maka pupuk kompos sudah siap untuk digunakan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Biogas<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 898px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2885994\/pexels-photo-2885994.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"Biogas\" width=\"908\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ternyata sampah organik juga dapat diolah menjadi biogas, lho. Biogas sendiri adalah gas dari aktivitas fermentasi atau anaerobik bahan organik. Biogas ini mempunyai beberapa kandungan seperti karbon dioksida, metana, hidrogen, nitrogen, hidrogen sulfida, dan oksigen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biogas bisa didapatkan dari bakteri yang terdapat pada bahan organik dalam kondisi kedap udara. Biogas yang berasal dari kotoran ternak yang mengandung 60% gas metana. Produksi gas ini dapat dipengaruhi oleh jumlah bahan organik yang digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semakin tinggi bahan organik, akan semakin banyak pula gas yang dihasilkan. Selain itu, kondisi fisik dan temperatur juga turut mempengaruhi kecepatan produksi gas. Dalam proses produksi gas, bahan yang kering dan berserabut biasanya lebih lama dibandingkan dengan bahan yang halus dan basah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, temperatur yang optimal untuk menghasilkan gas ini antara 32-37 derajat Celcius. Selain bahan, kondisi fisik, dan juga temperatur, jumlah bakteri juga cukup berpengaruh dalam proses pembuatan biogas.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Pupuk organik cair (POC)<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/6874481\/pexels-photo-6874481.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sampah organik dan anorganik\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara mengolah sampah organik yang terakhir, adalah menjadikannya sebagai pupuk organik cair. Berikut langkah-langkah yang bisa Sedulur ikuti untuk membuat pupuk organik cair tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bahan dan alat:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Drum 200 liter lengkap dengan tutupnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">EM-4<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Plastik yang sudah dilubangi sesuai ukuran drum<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sampah organik, seperti sisa buah dan sayur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sealent (seal karet ban dalam)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sock berderat pipa pralon PVC (sesuaikan ukurannya dengan stop kran)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stop kran dengan diameter 1-1,5 inchi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara membuat:<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasang pelat plastik yang sudah diberi lubang ke dalam drum<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasang penahan di bagian bawah pelat plastik untuk menahan sampah yang akan dijadikan pupuk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Buat lubang di samping drum sebagai tempat stop kran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasang stop kran pada lubang tersebut dan lapisi dengan karet seal untuk bagian luar dan dalamnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada bagian dalam, pasangkan sock pipa plastik dengan stop kran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jangan lupa untuk mengencangkannya, agar stop kran tidak bocor<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika alat sudah selesai dibuat, masukan seluruh sampah organik yang telah dicincang ke dalam wadah tersebut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, masukkan EM-4 sebagai starter<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tutup drum, dan pastikan benar-benar rapat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah proses fermentasi selesai, tampung pupuk cair ke wadah, dan lakukan aerasi supaya aroma fementasi hilang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, masukkan POC kedalam wadah tertutup dan aplikasikan pada tanaman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebenarnya sampah organik ini tidak butuh waktu yang terlalu lama untuk mengurai dengan sendirinya. Berbeda dengan sampah anorganik yang butuh waktu hingga ratusan tahun hingga akhirnya bisa terurai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, dalam proses penguraian alami tersebut, biasanya muncul bau busuk yang membuat kita merasa terganggu. Oleh sebab itu, mengolah sampah organik adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut.<\/span><\/p>\n<div class=\"gmail_default\"><i>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <strong><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1644023241536000&amp;usg=AOvVaw2eOC1VohhjrRvOYzQw1TDq\">di sini<\/a> <\/strong>sekarang.<br \/>\n<\/i><\/div>\n<div class=\"gmail_default\"><i>\u00a0<\/i><\/div>\n<div class=\"gmail_default\"><i>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <strong>Super Agen<\/strong> bisa cek <strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source%3Dblog%26utm_medium%3Dclick&amp;source=gmail&amp;ust=1644023241536000&amp;usg=AOvVaw1L6p8xHhCU3zyreFbN7IgH\">di sini<\/a> <\/strong>sekarang juga.\u00a0Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":33430,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1856],"tags":[4130,4131],"class_list":["post-33448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-jenis-sampah","tag-sampah-organik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-28T09:30:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-07T05:46:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"sampah organik\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/\",\"name\":\"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-28T09:30:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-07T05:46:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!","description":"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!","og_description":"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-28T09:30:50+00:00","article_modified_time":"2022-02-07T05:46:34+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-3-1.jpg","width":682,"height":536,"caption":"sampah organik"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/","name":"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-28T09:30:50+00:00","dateModified":"2022-02-07T05:46:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Proses penguraian sampah organik butuh waktu yang lama dan baunya menyengat. Untuk itu, olah sampah tersebut dengan bijak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/sampah-organik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Sampah Organik dan Cara Mengelolanya di Rumah!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33448"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33448"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35250,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33448\/revisions\/35250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}