{"id":32745,"date":"2022-01-25T17:30:28","date_gmt":"2022-01-25T10:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=32745"},"modified":"2022-01-25T09:50:13","modified_gmt":"2022-01-25T02:50:13","slug":"kerajaan-majapahit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/","title":{"rendered":"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha terakhir di Nusantara, yang berdiri antara abad ke-13 dan ke-16. Dalam sejarah, Majapahit dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar, bahkan wilayahnya kekuasaannya mencakup hampir seluruh wilayah Nusantara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendiri kerajaan majapahit adalah Raden Wijaya, menantu Kertanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singasari. Puncak kesuksesan kerajaan ini, yakni pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Di masa tersebut, Majapahit berhasil menaklukkan Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, Tumasik (Singapura), dan beberapa pulau di Filipina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber sejarah kerajaan Majapahit bisa ditemukan dalam kitab Negarakertagama, Kitab Kidung, prasati, Pararaton, dan juga berita Cina. Nah, jika Sedulur ingin tahu secara lebih mengenai kerajaan tersebut, langsung saja simak informasi yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/silsilah-kerajaan-inggris\/\">Silsilah Keluarga Kerajaan Inggris Beserta Pewarisnya, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sejarah singkat Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/672630\/pexels-photo-672630.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"kerjaan majapahit\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/roda-kereta-coklat-672630\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Konon, awal mula terbentuknya Kerajaan Majapahit ini, terjadi setelah keruntuhan Kerajaan Singasari akibat Pemberontakan Jayakatwang tahun 1292 Masehi. Raden Wijaya yang berada di bawah tekanan, kemudian melarikan diri. Ia menerima bantuan dari Arya Wiraja selama pelariannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, Raden Wijaya kemudian membuat desa kecil bernama desa Majapahit di hutan Trowulan. Nama Majapahit sendiri, diambil dari nama buah Maja dengan rasa pahit yang tumbuh di area hutan, terkait dengan Historia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seiring dengan berjalannya waktu, desa tersebut terus berkembang dan Raden Wijaya diam-diam berhasil merebut hati penduduk dari Tumapel dan Daha. Niat balas dendam Raden Wijaya pun terbantu lebih cepat saat pasukan Khubilai Khan tiba pada tahun 1293.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, usai mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya menyerang pasukan Khubilai Khan karena tidak mau tunduk pada kekuasaan kaisar Mongol. Penobatan Raden Wijaya sebagai raja, dilakukan pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 atau tanggal 10 November 1293. Itulah cikal bakal lahirnya Kerajaan Majapahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai seorang raja, Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Nama Raden Wijaya telah disematkan untuk menghormati pamannya yang menjadi pendiri Kerajaan Singasari, serta para leluhurnya di Singasari.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Masa kejayaan Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/945435\/pexels-photo-945435.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/foto-grayscale-dari-patung-buddha-945435\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun sering terjadi pemberontakan pada tahap awal, kerajaan Majapahit berhasil tumbuh menjadi kerajaan terbesar di Nusantara. Masa kejayaan dari kerajaan ini terjadi saat dipimpin oleh Hayam Wuruk (1350-1389 M).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kejayaan Majapahit juga tidak luput dari peran penting Gajah Mada, Sang Maha Patih yang berhasil menumpas habis segala pemberontakan dan bersumpah untuk menyatukan Nusantara. Selama 39 tahun berkuasa, Hayam Wuruk dan Gajah Mada berhasil membuat Majapahit menguasai seluruh wilayah Nusantara bahkan semenanjung Malaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumpah Palapa yang dikeluarkan oleh Gajah Mada pun dilaksanakan. Itu membuat letak geografis Kerajaan Majapahit meliputi Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Maluku, Sulawesi, Papua, Kepulauan Nusa Tenggara, Tumasik (Singapura) serta sebagian Kepulauan Filipina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya itu, kerajaan ini juga menjalin hubungan dengan Kamboja, Burma Selatan, Cina, Siam, Vietnam, dan Campa (Thailand). Majapahit juga mempunyai armada laut yang sangat tangguh di bawah pimpinan Mpu Nala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berkat kekuatan dan juga strategi militer yang dimilikinya, Majapahit mampu menciptakan stabilitas di wilayah kekuasaan. Jika dilihat dari segi ekonomi Kerajaan Majapahit, kerajaan tersebut mampu menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara dengan ekspor garam, lada, dan kelengkeng.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumpah Palapa<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1250px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2121548\/pexels-photo-2121548.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"kerajaan majapahit\" width=\"1260\" height=\"709\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/seni-arsitektur-desain-patung-2121548\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang tadi sudah dikatakan, Sumpah Palapa merupakan janji politik yang diucapkan oleh Gajah Mada saat pelantikannya sebagai Maha Patih. Berikut ini bunyi dari Sumpah Palapa yang dimuat dalam kitab Pararaton:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Sira Gajah Mada Pepatih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: <em>&#8216;Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman ingsun amukti palapa.'&#8221;<\/em><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Politik dan sistem pemerintahan Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1250px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/355188\/pexels-photo-355188.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"kerjaan majapahit\" width=\"1260\" height=\"709\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pahatan-dinding-kuno-355188\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Majapahit telah mengembangkan sistem pemerintahan yang teratur, baik itu dalam hal politik dan juga pemerintahannya. Pada umumnya, raja memegang kekuasaan tertinggi. Namun dalam melaksanakan pemerintahan, raja akan dibantu oleh berbagai badan atau pejabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rakryan Mapatih atau Patih Mangkubumi adalah jabatan yang paling penting. Patih Mangkubumi akan menduduki tempat sebagai perdana menteri. Bersama raja, Patih Mangkubumi akan menjalankan kebijaksanaan dari pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, ada juga dewan pertimbangan yang bernama Batara Sapta Prabu. Struktur kekuasaan tersebut diberlakukan di pemerintah pusat. Sedangkan untuk setiap daerah yang berada di bawah kekuasaan Majapahit, juga dibuatkan pula struktur yang mirip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tempat-bersejarah\/\">15 Tempat Bersejarah di Indonesia Terpopuler, Wajib Dikunjungi!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Raja Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/943974\/pexels-photo-943974.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/close-up-fotografi-dewa-hindu-943974\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u200eBerikut ini silsilah Kerajaan Majapahit:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Raden Wijaya (1293-1309 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sri Jayanagara (1309-1328 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hayam Wuruk (1350-1389 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Wikramawardhana (1389-1429 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dyah Ayu Kencana Wungu (1429-1447 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya I (1447-1451 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya II (1451-1453 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya III (1456-1466 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya IV (1466-1468 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya V (1468 -1478 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya VI (1478-1489 M)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prabu Brawijaya VII (1489-1527 M)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dimanakah pusat Kerajaan Majapahit?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2289484\/pexels-photo-2289484.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/foto-kuil-sudut-rendah-2289484\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sebuah kerajaan yang besar pada saat itu, Majapahit tercatat telah melakukan pemindahan pusat pemerintahan sebanyak tiga kali. Dan ketiga pusat pemerintahan tersebut, tetap berada di wilayah Jawa Timur. Berikut ini penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mojokerto <\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ibu kota atau pusat pemerintahan Majapahit yang pertama ada di kota Mojokerto. Pada saat itu, ibu kota diperintah oleh raja yang pertama, yaitu Kertarajasa Jayawardhana alias Raden Wijaya. Lokasi dari pusat pemerintahan tersebut, konon berada di tepi Sungai Brantas.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Trowulan <\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian pusat pemerintahannya berpindah di masa kepemimpinan raja yang kedua, Sri Jayanegara. Jayanegara memindahkan pusat pemerintahan dari Mojokerto ke Trowulan. Untuk saat ini, kota tersebut berjarak 12 km dari kota Mojokerto. Pusat pemerintahan Majapahit di Trowulan berjalan dalam waktu yang cukup lama.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Daha <\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Daha atau yang saat ini disebut sebagai Kediri, merupakan kota ketiga dari pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit. Kepindahan pusat pemerintahan ke Daha berkaitan erat dengan masalah internal dalam kerajaan serta ancaman dari kerajaan Demak, yang merupakan Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Keruntuhan Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/6422200\/pexels-photo-6422200.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/batu-menara-di-luar-rumah-tiang-6422200\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diyakini, runtuhnya kerajaan majapahit disebabkan oleh peristiwa wafatnya Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Sejak saat itu, para penerusnya tidak ada yang mampu menjadi kekuasaan Majapahit yang baik, karena luasnya kerjaan tersebut. Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang mendorong runtuhnya Kerajaan Majapahit, di antaranya seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Banyak wilayah yang melepaskan diri dari Majapahit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adanya konflik perebutan takhta kerajaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terjadinya Perang Paregreg.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengaruh Islam di Jawa yang semakin berpengaruh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dan pada tahun 1527 M, Kekuasaan Majapahit benar-benar berakhir, setelah berhasil ditaklukkan oleh pasukan Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak. Saat itu, wilayah Majapahit yang tersisa diambil alih oleh Kesultanan Demak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Peninggalan Kerajaan Majapahit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/269071\/pexels-photo-269071.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/dinding-bata-beton-269071\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Situs Trowulan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai salah satu pusat pemerintahan dari kerajaan Majapahit, ada banyak situs yang ditinggalkan di Trowulan. Dia antaranya seperti prasasti Wurare, Sukamerta, Kudadu, Prapancasapura, Balawi, Canggu, Parung, Karang Bogem, Biluluk, dan Katiden.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Candi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Pari, Candi Wringin Branjang, Candi Minak Jinggo, Candi Wringin Lawang, Candi Penataran, Candi Sukuh, Candi Jabung, Candi Cetho, Candi Surawana, Candi Kedaton, Candi Rimbi, dan Candi Sumberjati.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Prasasti<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Prasasti Sukamerta, Prasasti Kudadu, Prasasti Wringin Pitu, Prasasti Wurare, Prasasti Prapancasapura, Prasasti Parung, Prasasti Balawi, Prasasti Biluluk, Prasasti Katiden, Prasasti Karang Bogem, dan Prasasti Canggu Prasasti Jiwu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-makassar\/\">Sejarah Kerajaan Makassar, Masa Kejayaan &amp; Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mungkin hanya itu beberapa hal tentang Kerajaan Majapahit yang bisa dijelaskan pada kesempatan ini. Ya, walaupun telah runtuh beradab-abad lalu, sampai saat ini masyarakat modern tetap bisa menyaksikan sisa-sisa peninggalan kerajaan tersebut.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu untuk Sedulur ketahui, Kerajaan Majapahit juga menjadi cikal bakal terbentuknya Indonesia kita tercinta. Selain dari segi wilayah, salah satu hal yang menonjol adalah bendera merah putih yang terinspirasi dari bendera Majapahit.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":32739,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4022,4023,1701],"class_list":["post-32745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kerajaan","tag-kerajaan-majapahit","tag-sejarah-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-25T10:30:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-25T02:50:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"kerjaan majapahit\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\",\"name\":\"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-25T10:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-25T02:50:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya","description":"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya","og_description":"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-25T10:30:28+00:00","article_modified_time":"2022-01-25T02:50:13+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13-2-2.jpg","width":682,"height":536,"caption":"kerjaan majapahit"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/","name":"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-25T10:30:28+00:00","dateModified":"2022-01-25T02:50:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di wilayah Nusantara. Selain itu, Majapahit juga menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32745"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32745"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32817,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32745\/revisions\/32817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}