{"id":32366,"date":"2022-01-24T12:00:13","date_gmt":"2022-01-24T05:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=32366"},"modified":"2022-01-24T08:43:23","modified_gmt":"2022-01-24T01:43:23","slug":"eksibisionisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/","title":{"rendered":"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap &#038; Ancamannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">The Encyclopedia of Criminology and Criminal Justice<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, eksibisionisme adalah salah satu bentuk parafilia. Ini adalah kondisi di mana seseorang terangsang secara seksual oleh hal-hal yang tidak wajar baik dalam bentuk benda atau situasi. Hal ini bisa menimbulkan disfungsi secara sosial, profesional, dan klinikal. Eksibisionis sendiri merupakan orang yang memiliki kecenderungan memamerkan kemaluan mereka pada orang yang tidak dikenal dengan tujuan memuaskan diri sendiri secara seksual.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski tidak menyentuh atau melakukan kegiatan seksual secara langsung pada korban, kegiatan ini sangat mengganggu dan dikategorikan sebagai pelecehan seksual karena dilakukan tanpa persetujuan korban. Apa sih faktor pendorong eksibisionisme psikologi adalah dan bisakah ia ditangani? Ulasannya ada di bawah, Sedulur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-menular-seksual\/\">12 Penyakit Menular Seksual: Ciri, Penyebab &amp; Pengobatannya<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Jenis-jenis parafilia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32376\" aria-describedby=\"caption-attachment-32376\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32376 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mart-production-7277897-570x468.jpg\" alt=\"eksibisionisme adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32376\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir situs <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Merck Manual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, ada beberapa jenis parafilia yang paling banyak diidap manusia di dunia. Mereka adalah:\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Eksibisionisme<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah penyimpangan seksual atau penyakit yang suka memperlihatkan kemaluan. Pelakunya akan terangsang dan merasa puas melihat korbannya kaget atau terkejut dan trauma.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Pedofilia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kelainan seksual yang ditandai dengan ketertarikan pada anak-anak di bawah umur. Paling banyak sasaran korbannya adalah anak-anak di bawah 13 tahun.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Transvestik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah orang-orang yang mencapai kepuasan seksual saat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-dressing, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu berpakaian selayaknya gender lain. Ini mirip dengan fetisisme yang juga mencapai kepuasaan seksual pada benda atau bagian tubuh tertentu.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Voyeurisme<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kelainan seksual di mana seseorang merasa puas saat melihat orang lain selain dirinya melakukan aktivitas seksual di hadapannya.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula yang disebut <\/span><b><i>sexual sadism disorder <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><b><i>sexual masochism disorder, <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu kepuasan yang didapat dari menyakiti pasangan saat melakukan hubungan intim. Selain keenam poin di atas masih banyak jenis parafilia lainnya.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Profil pelaku eksibisionisme\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32371\" aria-describedby=\"caption-attachment-32371\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32371 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-daniel-xavier-1121796-570x426.jpg\" alt=\"pelaku eksibisionis adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32371\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sampai sekarang, pelaku eksibisionis adalah didominasi oleh laki-laki. Aktivitas menyimpang tersebut umumnya muncul sejak usia remaja dan bertahan seumur hidupnya. Mereka bisa saja menikah dan merahasiakan hal ini dari pasangannya. Namun, pernikahan mereka cenderung tak bertahan lama atau bermasalah, terutama bila pasangan sudah membaca gerak-gerik si pengidap.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Pelakunya biasanya memiliki gangguan kepribadian\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32377\" aria-describedby=\"caption-attachment-32377\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32377 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-ryanniel-masucol-4575342-570x468.jpg\" alt=\"gangguan kepribadian\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32377\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eksibisionisme saat menjalani terapi psikologi biasanya akan menunjukkan tanda-tanda gangguan kepribadian yang ditandai dengan kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain, tidak bisa mengatasi stres, hingga memiliki pandangan tentang diri sendiri yang berbeda. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang eksibisionis paling sering ditemukan mengidap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">antisocial personality disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan\/atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">narcissistic personality disorder. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya berkaitan erat dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">image <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diri mereka.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Antisocial personality disorder<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">merujuk pada kecenderungan orang untuk tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Mereka memiliki empati yang rendah dan merasa selalu benar. Ditambah dengan kemampuan mereka untuk memanipulasi orang lain.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Narcissistic personality disorder <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah kondisi di mana orang merasa bahwa dirinya paling penting, layak dipuja, dan membutuhkan perhatian yang berlebihan. Orang dengan gangguan kepribadian ini juga memiliki empati yang rendah.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/berhubungan-saat-haid\/\">Fakta Berhubungan Saat Haid, Ketahui Manfaat, Risiko &amp; Tips<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Cara mendiagnosa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32378\" aria-describedby=\"caption-attachment-32378\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32378 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-ekrulila-4012960-570x468.jpg\" alt=\"cara mendiagnosa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32378\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">exhibition <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini didiagnosa jika memenuhi kriteria berikut:\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merasa terangsang secara seksual saat memamerkan kemaluan di depan orang lain atau pasangannya. Termasuk dalam bentuk fantasi atau imajinasi pribadi saja.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki dorongan kuat untuk melakukan perilaku tersebut, bahkan bila tidak dilakukan ia bisa menjadi uring-uringan, stres, serta tidak bisa berfungsi dengan benar saat beraktivitas sehari-hari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa bahkan lebih tertarik melakukannya di depan orang lain yang sama sekali tidak dikenal dan tidak pernah memberikan persetujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sudah mengidap kondisi ini selama lebih dari 6 bulan\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Karakter kelainan eksibisionisme\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32379\" aria-describedby=\"caption-attachment-32379\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32379 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-ahmet-polat-4485979-570x468.jpg\" alt=\"karakter\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32379\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelainan ini cenderung bertahan lama dan sangat mudah kambuh pada pengidapnya. Bahkan sudah banyak cerita eksibisionisme yang kambuh dan membuat orang keluar masuk penjara karenanya. Hal ini membuat kehidupan dan karir orang dengan kelainan ini bisa terganggu. Apalagi hubungannya dengan orang terdekat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang dengan kelainan ini juga cenderung tidak mencari bantuan profesional sampai akhirnya tertangkap aparat. Barulah di situ pihak pengadilan biasanya akan mengharuskan mereka menjalani pengobatan atau terapi psikologi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebenarnya pelaku akan merasa bersalah dan marah setelah melakukan hal tersebut, tetapi ia seakan tak memiliki kendali untuk menghentikannya seketika.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Cara menyembuhkan eksibisionisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32380\" aria-describedby=\"caption-attachment-32380\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32380 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-antoni-shkraba-5217846-570x426.jpg\" alt=\"cara menyembuhkan eksibisionisme\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32380\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penanganan eksibisionisme dibagi jadi dua komponen, yaitu terapi psikologi dan obat-obatan oral. Psikoterapi dan obat yang diberikan antara lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Terapi dalam kelompok <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang melibatkan pengidap lainnya sehingga pelaku tidak merasa sendiri atau terkucil<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Mentoring<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dari pengidap yang berhasil sembuh dari kelainan tersebut. Proses ini tetap harus diawasi ahli\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengawasan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">tempat tinggal dan lingkungan pelaku. Bisa saja pelaku ditempatkan di pusat rehabilitasi dan dimonitor agar keinginannya melakukan tindakan menyimpang tersebut bisa ditekan.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk obat, psikiater biasanya meresepkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>selective serotonin reuptake inhibitors <\/strong><\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>(SSRIs)<\/strong> yang juga dipakai untuk meredakan gejala depresi dan gangguan suasana hati lainnya. Obat ini ditujukan untuk mengurangi libido pelaku.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/sugar-daddy\/\">8 Fakta &amp; Arti Sugar Daddy dan Sugar Baby, yang Sempat Viral<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Faktor pendorong\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32374\" aria-describedby=\"caption-attachment-32374\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32374 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-inzmam-khan-1134204-570x440.jpg\" alt=\"Faktor pendorong\" width=\"570\" height=\"440\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32374\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan orang yang memiliki perilaku seksual menyimpang memiliki masalah atau trauma di masa kecilnya. Mereka kebanyakan adalah <\/span><b>korban pelecehan seksual <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">di ranah domestik, yaitu yang dilakukan oleh orang terdekat dan terpercaya di keluarga. Kedekatan pelaku dengan korban tersebut memungkinkan pelecehan dilakukan berulang kali dan bisa membuat anak tertekan hingga mengalami gangguan pada cara mereka mengatasi stres dan berperilaku. Beberapa juga memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-esteem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang rendah karena tindak kekerasan yang mereka rasakan bertahun-tahun.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Gaya pengasuhan yang salah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0seperti terlalu memuja berlebihan atau mengkritisi anak tanpa ampun dan sensor juga bisa membuat mereka memiliki gangguan kepribadian hingga gangguan pada perilaku seksual. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk membekali diri dengan gaya pengasuhan yang benar. Perlu diketahui bahwa abuse oleh orang tua tidak hanya dalam bentuk pelecehan seksual dan kekerasan fisik, tetapi bisa juga tekanan secara emosional.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir liputan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Politico<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, psikolog percaya bahwa orang-orang dengan kecenderungan menyimpang ini karena <\/span><b>merasa bahwa dirinya tidak cukup baik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mampu untuk mendekati orang yang mereka sukai. Ini mendorong mereka untuk mengafirmasi maskulinitas mereka dengan memamerkan kemaluan untuk melihat seberapa mampu mereka membuat orang lain takut dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shock.\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bisa juga dilakukan karena mereka <strong>takut akan penolakan<\/strong>, sehingga mereka memaksakan momen intim dengan mengabaikan pentingnya persetujuan dari pihak kedua.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Kekecewaan pada satu kelompok masyarakat tertentu<\/strong> dalam hal ini kebanyakan perempuan juga bisa jadi faktor pendorongnya. Pelaku seakan ingin membalas dendam atau melampiaskan kemarahannya pada perempuan dengan membuat mereka ketakutan atau trauma dengan perbuatan menyimpang tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kemudahan akses internet <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">turut menyuburkan praktik eksibisionisme. Dengan internet, orang bisa dengan mudah menyamarkan identitas dan menampilkan apa yang ingin mereka tunjukkan saja. Konsep jarak yang kini tak lagi jelas membuat orang makin impulsif saat bertindak. Untuk orang yang memiliki masalah dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">image <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dirinya, internet seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safe haven <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang melindungi mereka dari dunia luar, tetapi juga memungkinkan mereka mengakses kontak dengan calon-calon korban baru.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eksibisionisme adalah perilaku menyimpang yang perlu penanganan ahli. Ia memang sulit\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">disembuhkan bila tidak benar-benar ada kemauan kuat dari si pengidap. Namun, bukan mustahil pelakunya bisa meredam keinginan-keinginan menyimpang tersebut dan hidup normal. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semoga ulasan di atas bisa membuka mata kita. Ternyata kebanyakan kelainan dan gangguan psikologis berakar dari pengalaman masa kecil. Untuk itu, orang tua memang mengemban tanggung jawab besar saat melahirkan anaknya ke dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":32382,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3984,3985,3983],"class_list":["post-32366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-eksibisionis","tag-penyimpangan","tag-perilaku-seksual"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap &amp; Ancamannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap &amp; Ancamannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-24T05:00:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-24T01:43:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"eksibisionisme\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/\",\"name\":\"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap & Ancamannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-24T05:00:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-24T01:43:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap &#038; Ancamannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap & Ancamannya","description":"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap & Ancamannya","og_description":"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-24T05:00:13+00:00","article_modified_time":"2022-01-24T01:43:23+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/8-14.jpg","width":682,"height":536,"caption":"eksibisionisme"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/","name":"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap & Ancamannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-24T05:00:13+00:00","dateModified":"2022-01-24T01:43:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Sering dengar eksibisionisme atau kelainan memamerkan kemaluan di depan umum. Ini definisi, penyebab, serta cara penanganannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/eksibisionisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Eksibisionisme? Ini Penjelasan Lengkap &#038; Ancamannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32366"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32469,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32366\/revisions\/32469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}