{"id":32249,"date":"2022-01-24T14:30:53","date_gmt":"2022-01-24T07:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=32249"},"modified":"2022-01-24T10:26:19","modified_gmt":"2022-01-24T03:26:19","slug":"ayam-shamo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/","title":{"rendered":"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri &#038; Kelebihannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam Shamo adalah jenis ayam asal Jepang yang dipercaya sebagai turunan ayam Asil dari Pakistan. Sama dengan nenek moyangnya itu, Shamo selama ini lebih banyak dikembangbiakan untuk dijadikan ayam petarung karena posturnya yang tinggi besar serta sifatnya yang agresif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ayam ini juga bisa dijadikan peliharaan karena cukup ramah dan jinak bila berinteraksi dengan manusia. Banyak yang menyarankan untuk tidak menyatukan kandangnya dengan ayam jantan lainnya. Penasaran dengan fitur dan keunggulan ayam Shamo raksasa ini? Berikut beberapa fakta menariknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\">8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Asal-usul ayam Shamo\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32266\" aria-describedby=\"caption-attachment-32266\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32266 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/joe_kimochii_farm_272093300_620579615903101_8020355217346850558_n.webp-570x468.jpg\" alt=\"ayam shamo asli\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32266\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @joe_kimochii_farm<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski dikenal berasal dari Jepang, ayam Shamo dipercaya baru ada di Jepang pada zaman Edo yaitu abad ke-17. Ia dipercaya dibawa dari Thailand sebagai turunan dari ayam Asil asal Pakistan dan India. Ia merupakan tipikal ayam Asia yang sering dijadikan andalan untuk adu atau sabung ayam. Di Jepang sendiri sebenarnya ada beberapa spesies ayam yang dikenal sebagai ayam aduan, seperti Satsumadori dan Koeyoshi, tetapi Shamo berstatus paling populer.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ciri fisik ayam Shamo\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32269\" aria-describedby=\"caption-attachment-32269\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32269 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/15chaitanya_271771747_1547533068936393_1732995563607845245_n.webp-570x468.jpg\" alt=\"Ciri fisik\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32269\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @15chaitanya<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam Shamo asli pejantan ukurannya bisa mencapai 2-5 kg tergantung pada jenisnya. Sementara, untuk betina, ukurannya sekitar 1,5 -3 kg. Mereka tergolong ayam dengan bulu yang kaku dan warnanya acak. Kebanyakan warnanya gelap, tetapi ada pula yang berwarna sembur terang dan gelap. Membuat coraknya menawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaki ayam Shamo berwarna kuning pekat, sama dengan paruhnya. Tinggi badannya tergolong yang tertinggi di antara spesies lain. Hampir menyamai ayam Malay yang sampai kini memegang status dengan postur tubuh tertinggi di dunia. Ayam ini memiliki bahu yang lebar dan bidang sehingga mewujudkan kesan gagah dan tangguh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekor mereka pendek dan tubuhnya ramping ke atas. Tubuhnya memang tidak sebesar ayam Asil atau berkurva seperti ayam Malay, melainkan lebih tegap.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Watak\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32270\" aria-describedby=\"caption-attachment-32270\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32270 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/shalimarfancybirds_240876427_121275950253988_4845541112541247482_n-570x468.jpg\" alt=\"Watak\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32270\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @shalimarfancybirds<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam Shamo ori pejantan adalah hewan yang agresif terhadap sesama pejantan. Itulah yang membuatnya dipilih sebagai petarung. Bila ingin memelihara Shamo, Sedulur disarankan untuk tidak menggabungnya dalam satu kandang dengan ayam pejantan lain. Ayam ini juga tidak suka kandang yang sempit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk betina, mereka adalah jenis unggas yang tenang dan merupakan induk yang berkomitmen menjaga telur-telurnya. Telur mereka cukup rapuh, jadi sangat rawan pecah apalagi ukuran betinanya lumayan besar. Betina juga sebaiknya tidak dicampur dengan ayam-ayam yang masih remaja karena bisa terlibat perkelahian. Mereka juga bisa galak pada manusia yang masuk ke kandang, apalagi saat mereka sedang mengerami telur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anakannya jika jantan pun sering bertikai dan sebaiknya tidak disatukan dalam satu kandang yang sempit. Agresivitas ayam atau hewan peliharaan pun sebenarnya juga dipengaruhi asuhan dari pemilik. Bila ingin dijadikan hewan peliharaan, pemilik disarankan melatih mereka sejak masih anakan untuk jadi jinak dan tidak agresif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-pakhoy\/\">Ciri Ayam Pakhoy Petarung Handal Berkualitas Tinggi<\/a><\/p>\n<h2><b>4. Jenis yang beredar\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32272\" aria-describedby=\"caption-attachment-32272\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32272 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pagepardo_134113086_674831996537192_1289552741771231567_n-570x468.jpg\" alt=\"ayam shamo ori\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32272\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @pagepardo<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga tipe ayam Shamo yang ada di dunia. Mereka dibedakan dari ukurannya. O Shamo adalah yang terbesar dan beratnya bisa sampai 5 kg. Disusul Chu Shamo yang berat rata-ratanya 3 kg, serta yang terakhir Ko Shamo yang bobotnya tak sampai 2 kg. Semuanya butuh waktu sekitar 2 tahun untuk benar-benar berlabel dewasa. Jangan tertipu dengan posturnya yang besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Pakan<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32273\" aria-describedby=\"caption-attachment-32273\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32273 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/teampitboel_123137525_905612463304361_843743079356621841_n-1-570x468.jpg\" alt=\"ayam shamo raksasa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32273\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @teampitboel<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakannya sebenarnya tidak berbeda dengan ayam-ayam pada umumnya, terutama jika mereka masih anakan. Saat mulai remaja, mereka bisa diberi asupan protein. Namun, tetap dalam kadar yang wajar, sebab pertumbuhan daging dan tulang ayam berbeda. Bobot otot dan daging akan lebih cepat dibanding tulang, sehingga jika diberi makan berlebihan dan tinggi protein, bisa-bisa mereka akan mengalami obesitas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di masa remaja, mereka biasanya akan terlihat kurus, tetapi seiring pertumbuhan tulang, postur Shamo akan mulai terlihat. Barulah di usia dewasa sekitar 1 tahun lebih, Sedulur bisa menambahkan asupan protein pada ayam Shamo kesayangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Kandang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32271\" aria-describedby=\"caption-attachment-32271\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32271 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/texas._.gallos_177708392_838491780344922_6910834084116947451_n-570x468.jpg\" alt=\"kandang\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32271\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @texas._.gallos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shamo lebih baik diberi kandang yang besar dan baiknya dipisah antar satu hewan dengan hewan lainnya terutama jika mereka sudah dewasa. Ini berlaku untuk betina dan jantan karena mereka sama-sama agresif dan suka berkelahi dengan sesama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shamo juga suka tempat yang hangat sampai panas. Jadi, pas bila dibesarkan di pekarangan terbuka. Jangan lupa berikan mereka waktu keluar kandang tiap harinya. Untuk itu, penting memiliki lahan yang luas bila hendak beternak ayam Shamo. Namun, jika hanya beli satu untuk dipelihara, halaman rumah biasa mungkin tidak masalah. Pastikan Sedulur menyediakan kandang yang lumayan besar untuk mereka beristirahat di malam hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/doa-menyembelih-ayam\/\">Doa Menyembelih Ayam &amp; Tata Cara yang Benar Sesuai Syariat<\/a><\/p>\n<h2><b>7. Harga\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32274\" aria-describedby=\"caption-attachment-32274\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32274 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/kukduku_ghar_119887358_211315760405111_8493500133253502940_n-570x468.jpg\" alt=\"harga ayam shamo\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32274\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @kukduku_ghar<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat peminatnya yang banyak, bermunculanlah peternak ayam Shamo Jatim dan berbagai wilayah lain di Indonesia. Satu Shamo anakan bisa dibanderol Rp 1 jutaan. Beberapa menjualnya dalam format sepasang untuk kebutuhan beternak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada pula yang menjual Shamo pejantan dewasa dengan harga yang mungkin lebih mahal. <\/span>Biasanya dihargai berdasar bobot dan tingginya. Namun, jika beli yang sudah dewasa, umumnya mereka sudah dididik jadi petarung. Bila dididik keras sedemikian rupa, tentunya ayam tersebut akan makin agresif dan butuh waktu untuk menjinakkannya.\u00a0<\/p>\n<h2><b>8. Nilai guna\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32276\" aria-describedby=\"caption-attachment-32276\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32276 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/heyrati_gence_020_118560332_100276421808995_7786763083187683134_n-570x468.jpg\" alt=\"peternak ayam shamo jatim\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32276\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @heyrati_gence_020<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jadi ayam petarung, Shamo di Jepang juga kadang dijadikan ayam pedaging karena kualitasnya yang tergolong premium. Agak keras dan alot dibanding ayam pedaging biasa tentunya. Daging ayam Shamo sempat dimasukkan dalam menu diet para atlet Sumo di Jepang pada abad ke-19. Namun, praktik ini sudah ditinggalkan seiring makin langkanya spesies tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Dikategorikan langka di Jepang dan Amerika Serikat\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32277\" aria-describedby=\"caption-attachment-32277\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32277 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/magnuserdtmann_271549540_3048431378747088_6099066960511855934_n.webp-570x468.jpg\" alt=\"hewan langka\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32277\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @magnuserdtmann<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak 1941, ayam Shamo dimasukkan dalam daftar unggas yang dilindungi di Jepang. Ini karena jumlahnya yang terus berkurang seiring dengan nilai gunanya yang makin beragam dan perkembangbiakannya yang tidak seberapa pesat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shamo juga ada di beberapa negara lain seperti Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, Shamo juga dimasukkan dalam daftar unggas yang diawasi alias hampir punah di alam bebas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/bebek-peking\/\">Ternak Bebek Peking Berkualitas, Peluang Usaha Dapetin Uang<\/a><\/p>\n<h2><b>10. Budaya sabung ayam di Asia dan dunia\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32278\" aria-describedby=\"caption-attachment-32278\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32278 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/shamo_austria_116641513_751695555607335_3027824280029709403_n-570x468.jpg\" alt=\"sabung ayam\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32278\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @shamo_austria<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga ayam Shamo yang tinggi dipengaruhi oleh budaya mengadu ayam jago atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cockfighting. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang kita tahu, budaya ini sudah ada sejak masa lalu dan sangat populer di Asia dan Amerika Selatan. Menghilangkan budaya ini sama sekali memang bukan hal mudah. Pitoyo dan Firmanto dalam <\/span><a href=\"http:\/\/bircu-journal.com\/index.php\/birci\/article\/view\/1408\"><span style=\"font-weight: 400;\">Budapest International Research and Critics Institute Journal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengemukakan beberapa faktor yang membuat orang meminati sabung ayam. Faktor tersebut antara lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Ekonomi<\/strong>, yaitu kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia, sabung ayam banyak dipraktikan penduduk dari kalangan kelas bawah yang melihat judi sebagai cara cepat untuk meningkatkan standar hidup mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Hiburan<\/strong>, ada perasaan bangga dan senang saat melihat ayam asuhan atau jagoan mereka akhirnya menang. Terutama di pedesaan, sabung ayam makin marak saat musim kemarau dan tidak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Hal ini ditemukan di wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai penambang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Merasa menguasai keterampilan baru<\/strong>, yaitu perasaan puas karena ternyata bisa melatih ayam menjadi petarung yang handal. Ini secara tidak langsung akan meningkatkan rasa percaya diri bahkan status sosial mereka.<\/span>\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, tidak hanya faktor ekonomi saja yang mendorong aktivitas adu ayam seperti ini. Namun, juga faktor-faktor psikologis yang berkaitan erat dengan dominasi, maskulinitas, dan heroisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga beberapa negara Asia Tenggara dan bahkan di benua Amerika. Melansir liputan <\/span><a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2019\/11\/09\/us\/puerto-rico-cockfighting-ban.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">The New York Times<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, hal serupa juga sudah mendarah daging di Puerto Rico, salah satu negara bagian AS. Bahkan beberapa pihak menjadikannya bisnis turun temurun. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sana mereka mencoba untuk melakukan beberapa pendekatan humanis pada ayam yang dipertandingkan, seperti pelarangan penggunaan senjata tambahan yang berbahan logam hingga tes doping. Namun, tetap saja keberadaanya problematis karena tidak menjamin keselamatan dan hak hewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia sabung ayam sendiri dilarang karena menjadi ajang taruhan dan perjudian yang meresahkan. Sama seperti yang dikatakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/20024056\"><span style=\"font-weight: 400;\">Clifford Geertz <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">dalam penelitiannya tentang sabnung ayam di Bali pada 1972, bukan hanya hewan yang bertarung di arena. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia di baliknya pun ikut bertarung. Tentunya pertarungan antar manusia akan jauh lebih kompleks, bukan hanya untuk survival seperti hewan, tetapi ada uang dan status sosial yang dipertaruhkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga fakta tentang ayam Shamo beserta nilai gunanya bisa membuka wawasan Sedulur semua. Daripada mengadu dan menyiksanya di arena pertarungan, ayam ini bisa jadi peliharaan yang keren untuk koleksi. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dari ayam ini juga, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":32387,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3042,3948,3926],"class_list":["post-32249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-ayam","tag-ayam-shamo","tag-jenis-ayam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri &amp; Kelebihannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri &amp; Kelebihannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-24T07:30:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-24T03:26:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"ayam shamo\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/\",\"name\":\"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri & Kelebihannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-24T07:30:53+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-24T03:26:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri &#038; Kelebihannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri & Kelebihannya","description":"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri & Kelebihannya","og_description":"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-24T07:30:53+00:00","article_modified_time":"2022-01-24T03:26:19+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-15.jpg","width":682,"height":536,"caption":"ayam shamo"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/","name":"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri & Kelebihannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-24T07:30:53+00:00","dateModified":"2022-01-24T03:26:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Mengaku pecinta unggas? Coba lirik ayam Shamo asal Jepang yang kian populer ini. Cocok jadi hewan peliharaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-shamo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ayam Shamo Aduan: Kenali Jenis, Ciri-ciri &#038; Kelebihannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32249"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32249"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32516,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32249\/revisions\/32516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}