{"id":32031,"date":"2022-01-21T15:30:47","date_gmt":"2022-01-21T08:30:47","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=32031"},"modified":"2022-01-21T07:32:19","modified_gmt":"2022-01-21T00:32:19","slug":"rumah-adat-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/","title":{"rendered":"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &#038; Keunikannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah adat adalah salah satu warisan leluhur yang sering dijadikan identitas etnisitas tertentu. Sebagai negara dengan ragam etniknya yang kaya, Indonesia pun menyimpan banyak desain arsitektur tradisional yang seru buat diulik. Salah satunya adalah rumah adat Bali yang ternyata tak cuma satu jenis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada setidaknya sepuluh jenis rumah adat di Pulau Dewata tersebut. Sebagaimana rumah adat, pastinya kaya akan filosofi dan makna di balik bentuk dan tatanannya. Mari tambah wawasan dengan cari tahu desain rumah adat Bali, berikut keunikan dan arti di balik arsitekturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/rumah-adat-papua\/\">Honai, Rumah Adat Papua yang Unik dan Ramah Lingkungan<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sekilas tentang arsitektur khas Bali\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selama ini Bali dikenal sebagai pulau tropis yang hubungan antar manusia dan alamnya harmonis. Ini yang membuat Bali menarik buat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan karena keindahan dan kesakralannya, Bali mendapat julukan Pulau Dewata atau pulau yang para Dewa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara arsitektur, Bali didominasi candi-candi yang dipakai masyarakatnya untuk beribadah. Candi tersebut terlihat menyatu sempurna dengan lanskap alamnya yang beragam. Mulai dari pantai, gunung, dan sawah mengelilingi pulau ini. Elemen bangunan yang mendominasi arsitektur Bali antara lain batu, jati, kayu kelapa, bambu, dan bata. Namun, ini bukanlah material yang pakem. Bahan bangunan yang dipakai akan disesuaikan dengan kemampuan atau situasi ekonomi tiap keluarga yang beragam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Filosofi arsitektur Bali\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada tujuh filosofi utama dalam gaya arsitektur Bali, mereka adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tri Hata Karana <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang artinya menciptakan harmoni dan keseimbangan antara tiga elemen, yaitu manusia, alam, dan Tuhan atau Dewa\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tri Mandala <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah tata cara pembagian ruang\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Sanga Mandala <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu pembagian ruang berdasarkan arah\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tri Angga, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">hirarki dalam dimensi manusia\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tri Loka <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah tiga dimensi dalam ajaran Hindu yaitu Swargaloka (dimensi Dewa), Mrityuloka (dimensi manusia), dan Pataloka (dimensi iblis)\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Asta Kosala Kosali, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">pedoman desain yang meliputi simbol, palinggih atau tempat pemujaan, undakan, dan unit pengukuran\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Arga Segara, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">sumbu yang melintang dari gunung ke laut. Gunung adalah representasi parahyangan atau tempat para Dewa dan laut adalah tempat tinggal makhluk-makhluk jahat<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merujuk pada filosofi tersebut, maka rumah adat suku Bali pun umumnya selalu mengadopsi prinsip-prinsip berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik<\/strong>, ditandai dengan banyaknya ventilasi, jendela, dan atap yang tinggi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pondasi yang kokoh\u00a0<\/strong><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pekarangan yang luas<\/strong> sebagai simbol hubungan harmonis manusia dengan alam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pagar tembok<\/strong> adalah salah satu karakteristik rumah adat Bali yang dibangun dengan maksud memberikan proteksi dan privasi untuk penghuni dari berbagai gangguan termasuk gangguan ilmu hitam dan arwah jahat\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pakaian-adat-jawa-timur\/\">Nama Pakaian Adat Jawa Timur dan Keunikannya, Sudah Tahu?<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah adat Bali biasanya terdiri dari beberapa tipe dengan nama dan fungsi yang berbeda-beda. Daftar nama rumah adat Bali adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Angkul-angkul\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32035\" aria-describedby=\"caption-attachment-32035\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32035 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/shl.asia_landscape_131574286_889256748495280_2972422762936661411_n-570x468.jpg\" alt=\"nama rumah adat bali\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32035\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @shl.asia_landscape<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkul-angkul merupakan elemen yang paling sering kita lihat di gambar rumah adat Bali. Letaknya ada di paling depan karena memang berfungsi sebagai gerbang masuk ke area rumah. Angkul-angkul umumnya merupakan perpaduan antara tembok dengan pintu kayu yang kaya akan ornamen dan simbol-simbol tertentu. Salah satunya dua patung druapala yang membawa senjata. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Druapala dijadikan perlambang pengawal atau pelindung bagi penghuni rumah. Pintunya dibuat tinggi dengan beberapa anak tangga. Arah menghadapnya tidak bisa sembarangan, akan ada pertimbangan dan perhitungan tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Aling-aling\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32036\" aria-describedby=\"caption-attachment-32036\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32036 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/agussj89_15048245_150622078745948_2206695978403102720_n-570x468.jpg\" alt=\"Aling-aling\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32036\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @agussj89<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aling-aling masih bagian dari gerbang masuk. Ia berbentuk bangunan yang penuh dengan simbol berupa patung dan ornamen. Fungsinya adalah batas antara angkul-angkul dengan pekarangan rumah. Gunanya sebagai distraksi atau penghalang energi negatif yang akan masuk ke rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Sanggah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32037\" aria-describedby=\"caption-attachment-32037\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32037 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sutawan_galunk_271239211_299579995450443_4919085085062053130_n.webp-570x468.jpg\" alt=\"Sanggah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32037\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @suwatan_galunk<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sanggah adalah bangunan sakral yang dipakai penghuni rumah untuk berdoa atau beribadah sesuai dengan kepercayaan agama Hindu. Merujuk pada makalah<\/span><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/352539363_Kajian_Bentuk_Filosofi_Ornamen_dan_Konstruksi_Sanggah_Rong_Tiga_Hindu_di_Bali\"><span style=\"font-weight: 400;\"> I Putra Suryadana, dkk<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. sanggah digunakan keluarga untuk melakukan pemujaan pada leluhur atau nenek moyang.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pakaian-adat-bali\/\">Kenali 5 Macam Pakaian Adat Bali, Ciri, dan Filosofinya<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Pengijeng Karang\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32038\" aria-describedby=\"caption-attachment-32038\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32038 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/anakagungngurahmanik__16585063_1422851334402504_8276704022967091200_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat bali adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32038\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @anakagungngurahmanik_<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Letak pengijeng karang biasanya berlokasi di bagian pojok Barat pekarangan rumah adat Bali atau bisa juga ditempatkan di dekat pintu gerbang rumah. Bentuknya cukup ramping mirip tugu. Elemen bangunan ini berfungsi untuk menjaga ketentraman rumah dan menolak bala sehingga rumah akan terasa damai dan tenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Bale Daja\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32040\" aria-describedby=\"caption-attachment-32040\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32040 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/informasitempatindahdibali_123706404_2665148640411749_8127476523747265075_n-570x468.jpg\" alt=\"Bale Daja\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32040\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @budaukir<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bale Daja atau Bale Manten dalam rumah adat Bali kuno dipakai sebagai tempat tidur kepala keluarga dan anak-anak perempuan. Melansir makalah <\/span><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/dimensi.petra.ac.id\/index.php\/ars\/article\/view\/16972\/16955\"><span style=\"font-weight: 400;\">A.A. Oka Saraswati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tentang transformasi arsitektur Bale Daja, seiring perkembangan zaman Bale Daja digunakan seluruh penghuni untuk beristirahat dan beraktivitas domestik, termasuk ngobrol, rembuk keluarga, dan lain sebagainya. Bentuknya kotak dan sengaja dibangun lebih tinggi dibanding pekarangan. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain untuk estetika, ketinggian bisa mencegah terjadinya banjir.\u00a0 Bale Daja biasanya dibangun dengan 8 -22 saka. Masih dari sumber yang sama, Bale Daja ternyata terbagi dalam beberapa tipe yaitu Bale Daja Sakutus, Bale Sakutus Maemper, Bale Sakutus Mamben, Bale Sakutus Majajar, Bale Bandung, Bale Gunung Rata, dan Bale Gunung Rata Ageng. Semuanya dibedakan dari jumlah sakanya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Bale Dauh\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32041\" aria-describedby=\"caption-attachment-32041\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32041 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/amerthagati_130925160_412991129895257_7743650392771488077_n-570x468.jpg\" alt=\"gambar rumah adat bali\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32041\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @amerthagati<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bale Dauh dalam rumah adat Bali berfungsi kini dipakai sebagai tempat untuk menjamu tamu. Bale ini berbentuk kotak dengan pondasi yang lebih rendah dibanding Bale Daja. Di masa lalu, bale ini difungsikan sebagai tempat tidur anak-anak laki-laki dan para perjaka dalam keluarga. Bangunan ini juga identik dengan tempat bekerja di mana dulu sebagian besar orang Bali berprofesi sebagai pengrajin.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Bale Sekepat\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32042\" aria-describedby=\"caption-attachment-32042\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32042 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/rumahjoglo.indo_270350226_756785105716119_2618155590256654681_n-570x468.jpg\" alt=\"Bale Sekepat\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32042\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @rumahjoglo.indo<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bale Sekepat mirip dengan pendopo di rumah adat Jawa. Ia juga berbentuk kotak dan ditopang oleh empat pilar dan empat kaki. Ia bersifat terbuka dan konsepnya lebih minimalis dibanding bale-bale lain dalam rumah adat Bali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-jawa-timur\/\">12 Gambar Rumah Adat Jawa Timur Lengkap Beserta Namanya<\/a><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Bale Gede atau Bale Dangin\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32039\" aria-describedby=\"caption-attachment-32039\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32039 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/haven.kontraktor_217413828_2916526618608003_2934511595813158504_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat suku bali\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32039\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @haven.kontraktor<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bangunan ini dibangun untuk melaksanakan upacara adat seperti Upacara Manusia Yadnya. Upacara tersebut diadakan untuk menandakan siklus hidup dalam kehidupan manusia, seperti halnya pubertas (datang bulan pertama atau mimpi basah), pernikahan, dan kematian. Bentuknya mirip dengan Bale Daja, tetapi dibangun dengan pondasi yang lebih rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Paon atau Pewaregan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32043\" aria-describedby=\"caption-attachment-32043\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32043 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/tenyomsakti_147826616_886534898772100_1607589438839868855_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat bali dan penjelasannya\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32043\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @tenyomsakti<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti di rumah-rumah kuno di Indonesia lainnya, dapur biasanya dibangun terpisah dari rumah utama. Sama dengan sejarah rumah adat Bali yang juga memisahkan paon di bagian Selatan atau Barat Daya komplek rumah. Ia biasanya dipisah jadi dua area, satu untuk memasak dan satu lagi untuk menyimpan perkakas dan stok makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>10. Jineng\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_32044\" aria-describedby=\"caption-attachment-32044\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32044 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gazebo_jatibali_267888740_403925771474314_5716000683642091157_n-570x468.jpg\" alt=\"Jineng\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32044\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @gazebo_jatibali<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jineng adalah nama rumah adat Bali yang difungsikan sebagai lumbung padi. Lokasinya dekat dengan paon atau dapur. Ia dibangun dengan dua lantai. Bagian atas untuk menyimpan beras yang sudah kering dan siap dimasak, sementara bagian bawah untuk menjemur beras yang baru dipanen. Bentuk jineng cukup berbeda dengan bale. Atap segitiganya dibuat lebih cembung.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Kurang lebih, di atas adala penjelasan tentang\u00a0nama rumah adat Bali dan pakaian adat Bali secara singkat.\u00a0<span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sungguh informasi yang membuka mata. Ternyata, tak cuma unsur estetikanya yang seru buat diamati, ada banyak filosofi di balik bentuk bangunan tradisional di Bali. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jadi makin respek dengan pihak-pihak yang bersedia melestarikan rumah adat Bali di era modern ini. Yuk, kita ikut untuk sama-sama menjaga warisan tersebut dan menghargai keberagaman negeri ini.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":32187,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[2353,3922,2345],"class_list":["post-32031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-adat-bali","tag-budaya-indonesia","tag-rumah-adat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &amp; Keunikannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &amp; Keunikannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-21T08:30:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-21T00:32:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"rumah adat bali\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\",\"name\":\"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas & Keunikannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-21T08:30:47+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-21T00:32:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &#038; Keunikannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas & Keunikannya","description":"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas & Keunikannya","og_description":"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-21T08:30:47+00:00","article_modified_time":"2022-01-21T00:32:19+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/20-9.jpg","width":682,"height":536,"caption":"rumah adat bali"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/","name":"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas & Keunikannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-21T08:30:47+00:00","dateModified":"2022-01-21T00:32:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Rumah adat Bali ternyata kaya akan filosofi dan makna. Cari tahu nama dan makna di balik tiap elemen bangunannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &#038; Keunikannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32031"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32031"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32230,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32031\/revisions\/32230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}