{"id":31451,"date":"2022-11-03T16:00:02","date_gmt":"2022-11-03T09:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=31451"},"modified":"2022-11-03T09:37:49","modified_gmt":"2022-11-03T02:37:49","slug":"bunga-edelweis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/","title":{"rendered":"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Edelweis merupakan bunga yang banyak ditemukan di wilayah pegunungan. Tanaman ini memiliki nama latin <em>Leontopodium alpinum<\/em> atau <em>Leontopodium nivale<\/em>. Bunga yang identik dengan warna putih ini umumnya ditemukan di daerah pegunungan di Eropa dan Amerika Selatan. Selain itu, edelweis juga tersebar di kawasan Australia dan Asia dengan jenis yang agak berbeda. Misalnya <em>Anaphalis javanica<\/em> yang berasal dari genus <em>Anaphalis<\/em> yang banyak ditemukan di pegunungan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunga edelweis sendiri kerap dijadikan simbol cinta abadi lantaran tidak mudah layu setelah dipetik, di samping bentuknya yang memang cantik. Namun, sebenarnya edelweis masuk dalam kategori tanaman yang dilindungi dan tidak boleh dipetik. Bahkan, larangan memetik edelweis telah tercantum dalam aturan perundang-undangan di Indonesia. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini Super telah merangkum fakta-fakta menarik tentang bunga edelweis. Yuk, langsung disimak informasi selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/forget-me-not\/\">Mengenal Arti &amp; Manfaat Bunga Forget Me Not, Bunga Kesetiaan<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Fakta tentang bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini adalah 12 fakta mengenai bunga edelweis atau bunga keabadian yang perlu Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Arti nama bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79078\" aria-describedby=\"caption-attachment-79078\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79078\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-720x405.jpg\" alt=\"bunga edelweis\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/stonehouse-nursery-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79078\" class=\"wp-caption-text\">Stonehouse Nursery<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengutip dari laman <em>House of Switzerland<\/em>, nama <em>edelwei\u00df<\/em> atau edelweis diambil dari bahasa Jerman, yaitu &#8220;edel&#8221; yang artinya mulia dan &#8220;weiss&#8221; yang artinya putih. Sehingga secara harfiah dapat diketahui arti nama bunga edelweis adalah putih dan terhormat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Dijuluki bunga abadi<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79074\" aria-describedby=\"caption-attachment-79074\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79074\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-istock-612x405.jpg\" alt=\"bunga edelweis\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79074\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagaimana namanya yang memiliki arti yang baik dan indah, bunga edelweis pun kerap dijadikan sebagai simbol cinta abadi. Hal ini dikarenakan bunga tersebut tidak mudah layu atau mati. Tanaman ini juga memiliki sifat perennial, yaitu bisa berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Tak heran, bunga edelweis kerap disebut sebagai &#8220;bunga abadi.&#8221;<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Morfologi bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79073\" aria-describedby=\"caption-attachment-79073\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79073\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-dep.webp\" alt=\"bunga edelweis\" width=\"600\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-dep.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-dep-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79073\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunga edelweis identik dengan mahkota bunga berwarna putih dan berbulu. Ia memiliki putik kuning di bagian tengahnya yang menyempurnakan tampilan uniknya. Bentuk mahkotanya pun mirip dengan morfologi daunnya, sama-sama ramping dan diselimuti bulu-bulu halus. Itulah mengapa sejumlah ilmuwan asal Swiss menamai mereka dengan nama bunga wol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, bunga ini juga disebut memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya dapat bertahan di berbagai cuaca. Berikut beberapa karakteristik yang sekaligus menjadi keistimewaan bunga edelweis.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rambut atau bulu memiliki karakter anti UV .<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Daun yang bisa mencegah evaporasi berlebih karena berbulu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Getah atau cairan di dalam bunga yang tidak mudah beku.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kelopak yang melindungi bunga di berbagai cuaca.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki batang yang kuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lavender\/\">7 Fakta Menarik &amp; Unik Bunga Lavender yang Perlu Diketahui!<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Habitat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79072\" aria-describedby=\"caption-attachment-79072\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79072\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/dep-Leontopodium-alpinum.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/dep-Leontopodium-alpinum.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/dep-Leontopodium-alpinum-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79072\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bunga edelweis merupakan tanaman yang banyak ditemukan di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dengan ketinggian minimal 2.000 &#8211; 3.000 mdpl (meter di atas permukaan laut). Oleh karenanya, bunga ini dianggap spesial lantaran tidak kerap dijumpai kecuali Sedulur tinggal di daerah pegunungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun di Eropa, bunga ini identik dengan Swiss dan Austria karena banyak ditemukan di Pegunungan Alpen. Namun menurut sejumlah sumber, bunga ini awalnya berasal dari Himalaya dan Siberia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Jenis-jenis bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79070\" aria-describedby=\"caption-attachment-79070\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79070\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-i-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79070\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disampaikan sebelumnya, bunga edelweis memiliki nama latin, yaitu Leontopodium alpinum dan <em>Leontopodium nivale<\/em>. Jenis bunga ini banyak ditemukan tumbuh di Pegunungan Pyrenees yang terletak di perbatasan Spanyol dan Prancis; Pegunungan Alpen di Prancis, Swiss, Jerman, Slovenia, Austria, Monaco, Italia, dan Liechtenstein; kawasan Balkan bagian Utara hingga Pegunungan Carpathian di wilayah Eropa Tengah dan Timur, serta Balkan bagian tenggara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, ada pula jenis lainnya, yaitu <em>Leontopodium leontopodium,\u00a0 L. linearifolium, L. himalayanum, L. calocephalum, L. artemisiifolium,<\/em> dan <em>L. ochroleucum<\/em> yang menyebar di kawasan pegunungan Himalaya, India, Mongolia, Rusia bagian Timur, Tiongkok, dan Tibet.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Bunga edelweis di Indonesia<\/span><\/h2>\n<div class=\"mceTemp\">\u00a0<\/div>\n<figure id=\"attachment_79077\" aria-describedby=\"caption-attachment-79077\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79077\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-720x405.jpg\" alt=\"bunga edelweis\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Pinterest-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79077\" class=\"wp-caption-text\">Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan bunga edelweis di Eropa, bunga edelweis yang ditemukan di Indonesia berasal dari genus Anaphalis dan dikenal dengan nama latin <em>Anaphalis javanica<\/em>. Tanaman yang masih termasuk dalam keluarga <em>Asteraceae<\/em> itu memiliki morfologi yang berbeda dengan genus <em>Leontopodium<\/em>. Adapun <em>Anaphalis javanica<\/em> atau juga disebut edelweis Jawa atau bunga senduro disebut merupakan tanaman endemik Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-wijaya-kusuma\/\">Bunga Wijaya Kusuma: Manfaat, Mitos dan Cara Merawatnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">7. Sejarah penemuan edelweis di Indonesia<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79076\" aria-describedby=\"caption-attachment-79076\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79076\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-idntimes.jpeg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-idntimes.jpeg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-idntimes-390x260.jpeg 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79076\" class=\"wp-caption-text\">IDN Times<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengutip dari laman <em>Indonesia.go.id<\/em>, bunga edelweis Jawa pertama kali ditemukan oleh ilmuwan asal Jerman bernama Caspar Georg Karl Reinwardt di Gunung Gede, Jawa Barat pada 1819. Selanjutnya, ahli botani Carl Heinrich Schultz, yang juga berasal dari Jerman melakukan penelitian mengenai bunga tersebut di sekitar Gunung Semeru dan Gunung Merbabu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">8. Perkembangbiakan bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79075\" aria-describedby=\"caption-attachment-79075\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79075\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Tribun-Timur.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Tribun-Timur.jpg 700w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Tribun-Timur-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Tribun-Timur-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-Tribun-Timur-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79075\" class=\"wp-caption-text\">Tribun Timur<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam proses perkembangbiakannya, bunga ini membutuhkan bantuan serangga. Mereka menarik serangga dengan putiknya yang besar dan berwarna kuning. Bagian tersebut juga mengeluarkan aroma khusus yang bisa menarik serangga untuk datang. Asam amino dalam nektar bunga ini dipercaya bisa membantu metabolisme serangga dan sebagai gantinya lewat mereka, penyerbukan pun akan terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat fakta unik terkait perkembangbiakan bunga edelweis, yaitu hanya satu biji yang akan dihasilkan setiap bunga yang sudah melalui proses penyerbukan. Selain itu juga diperlukan waktu antara 20 hingga 30 hari untuk mematangkan biji tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">9. Mitos tentang bunga edelweis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79071\" aria-describedby=\"caption-attachment-79071\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79071\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-d.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-d.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Leontopodium-alpinum-d-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79071\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Merujuk pada <em>House of Switzerland<\/em>, ada mitos bunga edelweis hanya bisa tumbuh di atas es dan tebing terjal sehingga siapapun yang mengambilnya berarti seorang yang tangguh dan pemberani. Ternyata hal itu hanyalah mitos yang dikarang oleh para pendaki gunung Alpen untuk memberikan kesan baik atas diri mereka. Kisah-kisah heroik tersebut juga banyak disebutkan dalam karya sastra, salah satunya novel <em>Edelweiss<\/em> karya Berthold Auerbach.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-bunga\/\">Bagian Struktur Bunga Lengkap dengan Gambar &amp; Fungsinya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">10. Sering dijadikan suvenir<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79068\" aria-describedby=\"caption-attachment-79068\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79068\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-i-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79068\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kisah-kisah heroik dan mitos yang berkembang sempat membuat bunga ini diburu orang. Para pedagang yang beroperasi di dekat pegunungan pun menjual bunga edelweis kering sebagai suvenir atau oleh-oleh. Saking meledaknya, di pertengahan abad 20 bunga ini sempat dianggap pasaran hingga harganya turun drastis di kawasan Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fenomena yang sama juga terjadi di Indonesia, yang mana banyak penjual yang menjajakan bunga ini. Tak hanya itu, bunga ini juga kerap dipetik untuk dijadikan hadiah sebagai simbol cinta abadi. Namun sebenarnya terdapat larangan untuk memetik bunga ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">11. Menjadi simbol beberapa negara di Eropa<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79069\" aria-describedby=\"caption-attachment-79069\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79069\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/d-Leontopodium-alpinum.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/d-Leontopodium-alpinum.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/d-Leontopodium-alpinum-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79069\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sampai di era 1990-an, beberapa negara Eropa melakukan <em>rebranding<\/em> dengan mengkorelasikan edelweiss sebagai simbol nasionalisme. Edelweis pun kembali menemukan tempatnya sebagai bunga yang spesial. Pada masa okupasi Nazi di Eropa, orang Austria menggunakan bunga untuk menunjukan posisi politik mereka. Bunga biru jika mendukung keberadaan Nazi, dan sebaliknya bunga putih bila menentang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu Edelweiss juga muncul di film <em>The Sound of Music<\/em>. Dinyanyikan oleh karakter yang diceritakan berasal dari Austria, tetapi terpaksa pergi dari negaranya saat Nazi datang. Edelweis dalam film tersebut pun dijadikan simbol kerinduan akan kebebasan serta keinginan untuk melawan otoritarianisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu berjudul sama dijadikan pula sebagai lagu tema sebuah serial<em> The Man in The High Castle<\/em> yang tayang empat musim di Amazon Prime di 2015-2019. Serial bergenre distopia tersebut mencoba menggambarkan bagaimana bila akhir Perang Dunia II berakhir dengan kemenangan Nazi dan Jepang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diceritakan, Amerika Serikat terbagi menjadi dua, satu bagian dikontrol Nazi dan satu bagian lainnya di bawah kekuasaan Jepang. Lagu<em> Edelweiss<\/em> di serial tersebut pun punya makna yang sama, yaitu kerinduan akan kebebasan. Di Swiss dan Slovenia, bunga ini juga dijadikan simbol nasionalisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">12. Dijadikan bahan kosmetik dan skincare<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79067\" aria-describedby=\"caption-attachment-79067\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79067\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Anaphalis-javanica-istock-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79067\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di samping keindahannya, keistimewaan bunga ini juga terdapat pada kandungannya. Dikatakan bahwa bunga ini banyak dipakai penduduk sekitar pegunungan sebagai obat-obatan tradisional karena kaya akan kandungan vitamin C.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak hanya menjadi obat tradisional, tanaman ini juga dilirik sebagai bahan kosmetik dan produk perawatan kulit atau skincare karena dipercaya dapat mempercepat proses regenerasi kulit. Namun, edelweis yang digunakan untuk bahan skincare umumnya merupakan hasil budidaya secara organik sehingga tidak membahayakan ekosistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tanaman-toga\/\">14 Jenis Tanaman Toga Beserta Manfaatnya untuk Kesehatan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Alasan bunga edelweis dilarang dipetik dan ancaman hukumannya<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79066\" aria-describedby=\"caption-attachment-79066\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79066\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/istock-Leontopodium-nivale-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79066\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sudah disinggung bahwa terdapat larangan untuk memetik bunga edelweis. Mengutip dari Kompas.com, larangan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber daya Hayati Ekosistem. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pemetik serta pencabut bunga ini akan dikenakan sanksi paling besar Rp 100 juta rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, ada pula Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20\/Menlhk\/Setjen\/Kum.1\/6\/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi yang menerangkan bahwa bunga edelweis merupakan jenis bunga yang dilindungi. Adapun pelanggaran atas larangan memetik bunga tersebut dapat dikenai ancaman penjara dan denda maksimal Rp 50 juta. Hal itu sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 41 tahun 1999.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Lantas, mengapa bunga edelweis tidak boleh dipetik?<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih mengutip dari <em>Kompas.com<\/em>, salah satu alasan mengapa bunga tersebut tidak boleh dipetik adalah karena bunga tersebut berada di kawasan konservasi. Perlu Sedulur ketahui, menurut aturan perundang-undangan, segala sesuatu yang berada di kawasan konservasi, baik itu tumbuhan maupun hewan, keberadaannya dilindungi oleh undang-undang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain karena berada di kawasan konservasi, larangan memetik bunga edelweis juga disebut berkaitan dengan jumlah populasinya. Menurut data, bunga ini terancam punah sehingga masyarakat diimbau hanya menikmati bunga tersebut di habitatnya tanpa memetiknya untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu beberapa fakta menarik dari bunga edelweis. Seperti yang sudah disampaikan, ada baiknya kita turut menjaga kelestarian bunga elok tersebut dengan tidak memetiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":79120,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3114,3840,11320,1532],"class_list":["post-31451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-bunga","tag-bunga-edelweis","tag-fakta-bunga-edelweis","tag-tanaman-hias"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-03T09:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-03T02:37:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"bunga edelweis\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/\",\"name\":\"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-03T09:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-03T02:37:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik","description":"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik","og_description":"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-11-03T09:00:02+00:00","article_modified_time":"2022-11-03T02:37:49+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13.webp","width":850,"height":450,"caption":"bunga edelweis"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/","name":"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-11-03T09:00:02+00:00","dateModified":"2022-11-03T02:37:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Kenapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik? Berikut ini alasan menurut aturan UU dan fakta-fakta mengenai bunga Edelweis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/bunga-edelweis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Fakta Bunga Abadi Edelweis yang Ternyata Dilarang Dipetik"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31451"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31451"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79176,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31451\/revisions\/79176"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}