{"id":31324,"date":"2022-01-17T11:30:54","date_gmt":"2022-01-17T04:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=31324"},"modified":"2022-01-17T07:26:35","modified_gmt":"2022-01-17T00:26:35","slug":"disleksia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/","title":{"rendered":"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab &#038; Cara Mengobatinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Saat balita, anak sudah mulai mempelajari berbagai hal dan itu akan selalu berkembang. Oleh karena itu, orangtua juga harus memperhatikannya saat ia mengalami kondisi seperti kesulitan mengeja atau membaca. Bukan karena malas, namun adanya kemungkinan anak mengalami disleksia atau gangguan ketika membaca juga harus diwaspadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gangguan belajar ini termasuk dalam gangguan saraf di bagian batang otak yang bertugas untuk memproses bahasa. Walaupun penderitanya mengalami kesusahan ketika belajar, gangguan ini tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan yang dimiliki seseorang, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun begitu, disleksia tetaplah gangguan atau penyakit yang harus dihindari dan disembuhkan. Nah, untuk informasi secara lebih lanjut, langsung saja mari kita bahas selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/burnout-adalah\/\">Begini Ciri-ciri Burnout, Penyebab &amp; Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apa itu disleksia?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1912868\/pexels-photo-1912868.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"disleksia adalah\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dysleksia atau disleksia adalah penyakit apa? Ini adalah jenis gangguan belajar yang membuat anak kesusahan untuk menulis, membaca, mengeja, atau berbicara dengan jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut The International Dyslexia Association, penyakit disleksia itu merupakan salah satu penyakit saraf pada anak. Tanda dari gangguan tersebut, di antaranya sulit mengenali kata, huruf, dan kemampuan mengeja yang buruk. Gangguan belajar ini juga bisa mengakibatkan masalah dalam memahami kosakata, kalimat, bahan bacaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja pada saat membaca, indra penglihatan akan mengirimkan sinyal dari huruf yang dilihat mereka ke otak yang merupakan sistem saraf pusat. Setelah itu, otak akan menghubungkan huruf atau dalam urutan yang benar hingga terbentuk menjadi kata, kalimat, hingga paragraf yang bisa dibaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, anak dengan gangguan dysleksia ini, mengalami kesulitan untuk merangkai dan mencocokkan huruf tersebut. Oleh sebab itu, hal ini akan membuatnya sulit untuk mempelajari hal yang lebih lanjut. Meskipun menyebabkan gangguan belajar, nyatanya kondisi ini sama sekali tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Seberapa umum kondisi disleksia?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/235554\/pexels-photo-235554.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"apa itu disleksia\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disleksia itu apa termasuk kondisi yang umum? Sebenarnya gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa sekalipun bisa mengalaminya. Mengutip dari Mayo Clinic, tanda-tanda akan gangguan inipun berbeda sesuai dengan usia dan juga tingkat keparahan yang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa saja gangguan belajar ini terjadi seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, dysleksia tersebut bisa dikelola, kok. Maka dari itu, tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak pengidap masalah belajar ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Gejala disleksia pada usia prasekolah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/261895\/pexels-photo-261895.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"disleksia itu apa\" width=\"1132\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di usia prasekolah atau sebelum waktunya bersekolah, anak yang mengalami disleksia biasanya mengalami gejala seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan membentuk kata dengan benar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan untuk mengingat huruf, warna, dan angka<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lambat dalam mempelajari kosa kata baru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terlambat bicara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Gejala pada usia sekolah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1113px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8466914\/pexels-photo-8466914.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"gejala di usia sekolah\" width=\"1123\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian di usia sekolah, biasanya tanda-tandanya akan terlihat semakin jelas. Misalnya saja seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas membaca atau menulis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan membaca jauh lebih rendah dibanding anak seusianya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan dalam mengingat urutan kejadian<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan memahami dan memproses suara yang didengarnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan untuk menemukan kata atau kalimat untuk menjawab pertanyaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seringkali menghindari kegiatan membaca<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak dapat mengucapkan kata yang tidak dikenal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/mental-breakdown\/\">7 Ciri Mental Breakdown, Gangguan Kecemasan &amp; Tips Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Gejala pada usia remaja dan dewasa<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4144526\/pexels-photo-4144526.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"gejala di usia remaja dan dewasa\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada banyak remaja dan orang dewasa yang juga menderita disleksia, dengan beberapa gejala untuk seperti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan menulis serta membaca yang lambat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan membaca dengan suara yang lantang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tugas menulis dan membaca<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki sifat ringan tangan, keras kepala, dan egoistis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mempunyai masalah dalam mengeja kalimat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Selalu menghindari kegiatan yang berhubungan dengan membaca dan berbicara<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering kali salah saat mengucapkan pelafalan nama atau kata-kata<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sulit menghafal dan meringkas sebuah cerita<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak mampu belajar bahasa asing dengan baik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Penyebab utama<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1377069\/pexels-photo-1377069.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"penyebab utama\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu untuk Sedulur ketahui, bahwa sebenarnya disleksia itu bukanlah penyakit, melainkan kondisi anak sejak lahir. Penelitian telah menunjukkan jika gangguan kesulitan membaca terjadi karena adanya perbedaan dari cara otak memproses informasi. Secara garis besar, gangguan ini bisa disebabkan oleh dua hal seperti berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Genetik.\u00a0<\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab dari gangguan membaca yang paling umum adalah cacat pada gen DCD2, dan hal ini biasanya diturunkan dari anggota keluarga. Kondisi seperti ini bermula ketika cerebrum atau bagian otak yang mengatur aktivias berpikir, membaca, dan berbicara tidak berfungsi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kondisi lainnya.\u00a0<\/strong><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya faktor keturunan, ada beberapa faktor lain yang juga diyakini bisa menyebabkan anak mengalami gangguan membaca. Nah, berikut ini beberapa faktor lain yang dimaksud:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bayi yang lahir secara prematur atau memiliki berat badan rendah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adanya kelainan pada struktur otak yang berperan dalam kegiatan mengolah kata serta berpikir<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Paparan obat, nikotin, alkohol, hingga mengalami infeksi selama masa kehamilan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>7. Kelebihan anak disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8363091\/pexels-photo-8363091.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"kelebihan\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu ditekankan sekali lagi bahwa dysleksia itu tidak bisa dibilang sebagai cacat lahir, ya. Walaupun kemampuan dalam menulis dan membaca mereka tertinggal, namun seorang anak yang mengalaminya justru mempunyai beberapa kemampuan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain secara umum:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mampu menemukan hal aneh secara detail dengan mudah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melihat gambaran besar akan suatu hal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki keahlian dalam pengetahuan ruang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mampu mengenali pola lebih baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berpikir secara <em>out of the box<\/em> dan pemberi solusi yang baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penglihatan periferal lebih tajam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berpikir dengan menggunakan pola atau gambar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sangat kreatif dan memiliki banyak ide unik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mampu berpikir secara strategis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>8. Vitamin khusus<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1118px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1094072\/pexels-photo-1094072.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"Vitamin khusus\" width=\"1128\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut studi yang terbaru, ternyata minyak ikan dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Penelitian dari Universitas Oxford, Inggris, mencoba untuk mencari manfaat dari omega-3 terhadap kemampuan membaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekitar 362 anak dengan rentang usia 7 sampai 9 tahun diberikan suplemen minyak ikan sebagai sumber omega-3 selama 16 minggu dengan dosis 600 mg. Memang tidak ada efek yang signifikan pada sampel keseluruhan. Namun pada anak yang memiliki kemampuan membaca rendah, mereka berhasil meningkatkan kemampuannya hanya dalam tiga minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari informasi yang ada di atas, bisa disimpulkan jika disleksia itu bukanlah penyakit menakutkan yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan banyak penderita gangguan ini, yang justru memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun sebagai orangtua, tentu saja kita ingin melihat buah hati mengalami kesulitan dalam membaca, mengeja, dan berbicara kan? Untuk mengatasi hal tersebut, Sedulur bisa memberi anak omega-3 secara rutin.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":31320,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3818],"class_list":["post-31324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-disleksia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab &amp; Cara Mengobatinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab &amp; Cara Mengobatinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-17T04:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-17T00:26:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"disleksia\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/\",\"name\":\"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-17T04:30:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-17T00:26:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab &#038; Cara Mengobatinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya","description":"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya","og_description":"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-17T04:30:54+00:00","article_modified_time":"2022-01-17T00:26:35+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/2-12.jpg","width":682,"height":536,"caption":"disleksia"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/","name":"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-17T04:30:54+00:00","dateModified":"2022-01-17T00:26:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Disleksia, gangguan membaca, menulis, dan berbiacara yang sering dikaitkan dengan penyakit. Namun ternyata inilah fakta sebenarnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/disleksia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Disleksia: Simak Gejala, Penyebab &#038; Cara Mengobatinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31324"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31324"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31406,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31324\/revisions\/31406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}