{"id":30740,"date":"2022-01-12T16:30:25","date_gmt":"2022-01-12T09:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=30740"},"modified":"2022-01-12T12:23:17","modified_gmt":"2022-01-12T05:23:17","slug":"demensia-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab &#038; Cara Pengobatannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun lebih banyak kasus yang terjadi pada orang dewasa, namun penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan dampak yang ditimbulkan pun juga sama parahnya, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia sendiri berhubungan erat dengan perubahan genetik dan juga perubahan protein pada otak. Jika orang sudah terserang demensia, tentu saja tidak akan bisa berperilaku seperti pada umumnya. Ya, bisa dibilang bahwa penyakit ini hampir sama seperti kepikunan.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Nah, bagi Sedulur yang ingin tahu secara lebih lanjut mengenai demensia, langsung saja simak informasi yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/penyakit-ain\/\">Apa Itu Penyakit Ain, Pengertian, Penyebab &amp; Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu demensia?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172898\/pexels-photo-8172898.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"demensia adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/mode-orang-orang-wanita-gadis-8172898\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia adalah penyakit yang dapat memengaruhi kemampuan fungsi kognitif pada otak dalam mengingat (memori), bertingkah laku, berpikir, serta berbicara (berbahasa).\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang jika demensia ini sebenarnya bukan penyakit sungguhan, melainkan hanya istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mengganggu fungsi dari otak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi seperti ini juga mempunyai sebutan lain, seperti gangguan neurokognitif mayor serta penyakit pikun (kepikunan). Walaupun begitu, pada dasarnya tidak semua orang yang mengalami kepikunan itu juga mengalami demensia.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Pikun sendiri merupakan sebutan untuk menurunnya daya ingat yang dimiliki seseorang. Umumnya, kepikunan ini disebabkan oleh menuanya usia. Akan tetapi, orang dengan penyakit demensia sangat erat dengan gejala pikun yang parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tingkat keparahan dari kondisi demensia itu beragam, mulai dari tingkatan yang ringan sampai yang berat sekali. Bahkan ada kemungkinan kondisi yang memengaruhi fungsi otak ini, dapat membuat kepribadian seseorang berubah.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, demensia juga memiliki sifat progresif, yang berarti bisa berkembang semakin memburuk dari waktu ke waktu jika tidak segera ditangani. Beberapa kasus bahkan menyebutkan bahwa demensia ini cenderung sulit untuk dipulihkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seiring dengan bertambahnya usia, tentu risiko mengalami demensia akan semakin tinggi. Tapi penting untuk Sedulur pahami jika kondisi ini bukan termasuk bagian dari penuaan.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Itulah mengapa ada sebutan demensia dini. Demensia dini adalah terjadinya kondisi demensia pada orang yang usianya masih tergolong muda.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Seberapa umum kondisi ini?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172596\/pexels-photo-8172596.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"demensia adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-orang-orang-seni-jalan-8172596\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit demensia adalah penyakit yang umumnya terjadi pada lansia, biasanya pada usia 65 tahun ke atas, baik itu pria ataupun wanita.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Bahkan, kemungkinan risiko terjadinya demensia ini dapat menjadi semakin tinggi setelah usia seseorang lebih dari 85 tahun. Selain umur, faktor genetik juga turut andil sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kondisi semacam ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia sendiri, pada tahun 2016 diperkirakan ada sekitar 1,2 juta orang yang menderita demensia. Angka tersebut, seiring waktu akan terus melonjak dengan perkiraan mencapai 2 juta jiwa di tahun 2030, serta 4 juta jiwa di tahun 2050 nantinya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis-jenis demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172607\/pexels-photo-8172607.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"demensia adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/makanan-pria-tangan-orang-orang-8172607\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari situs National Institute of Aging, demensia itu dibagi menjadi beberapa jenis. Di bawah ini klasifikasi demensia yang perlu diketahui.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Penyakit Alzheimer<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum terjadi. Menurut data, ada 60 hingga 80 persen dari semua kasus demensia, yang merupakan penyakit Alzheimer. Sebagian dari kasus Alzheimer, berkaitan dengan mutasi gen yang diturunkan orangtua kepada anak.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Demensia vaskular<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia vaskular merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi karena aliran darah pada otak mulai berkurang. Kondisi seperti ini, bisa disebabkan adanya penumpukan plak di bagian dalam pembuluh darah arteri.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Lewy body dementia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lewy body dementia adalah kondisi yang ditandai dengan kemunculan endapan protein dalam sel saraf otak. Hal ini akan menyebabkan fungsi otak dalam menghantarkan sinyal kimia ke seluruh tubuh menjadi terhambat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Demensia frontotemporal<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia frontotemporal merupakan penyakit yang ditandai dengan kerusakan pada sel-sel saraf di lobus frontal temporal otak. Pada bagian otak yang satu ini, sel-sel bertugas untuk mengatur perilaku. kepribadian, dan juga kemampuan berbicara (bahasa).<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Kombinasi demensia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kepikunan bisa terjadi karena adanya dua atau lebih jenis demensia yang bergabung. Jika hal ini terjadi, tentu saja level demensia yang dialami seseorang itu sudah lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tanda dan gejala demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8276891\/pexels-photo-8276891.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"demensia adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-orang-orang-wanita-festival-8276891\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, berikut ini ada berbagai tanda, gejala, dan juga ciri-ciri yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami demensia.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gejala terkait perubahan kognitif<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering kelupaan dan salah ketika meletakkan suatu benda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami kebingungan atau disorientasi tentang waktu dan tempat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami kesulitan dalam berpikir serta mencerna informasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami kesulitan dalam berbahasa, berkomunikasi dengan orang lain, serta melakukan kegiatan sehari-hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mulai kehilangan ingatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gejala terkait perubahan psikologis<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terjadinya perubahan kepribadian, perilaku, dan suasana hati yang sering terjadi secara tiba-tiba.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering mengalami halusinasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering mengalami depresi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kehilangan apatis inisiatif dalam hal apa pun, termasuk juga degan kegiatan yang sebelumnya pernah ditekuni.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering mengalami paranoia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering merasa gelisah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seiring bertambahnya usia dari penderita, maka gejala demensia ini biasanya juga semakin memburuk. Bahkan ada kemungkinan bahwa muncul gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Sedulur khawatir akan suatu gejala tertentu, segera berkonsultasi dengan dokter.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan harus periksa ke dokter?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172872\/pexels-photo-8172872.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"demensia adalah\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/makanan-pria-orang-orang-wanita-8172872\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila Sedulur atau orang terdekat merasa mempunyai satu atau lebih gejala seperti yang sudah disebutkan di atas,\u00a0 jangan diabaikan begitu saja. Segera konsultasikan gejala-gejala yang muncul tersebut dengan dokter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah diketahui, bahwa kondisi kesehatan tubuh setiap orang itu berbeda. Jadi dengan berkonsultasi dengan dokter, Sedulur bisa mendapatkan penanganan yang terbaik dan juga paling tepat terkait dengan kondisi kesehatan Sedulur sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gejala-usus-buntu\/\">8 Gejala Penyakit Usus Buntu Penyebab &amp; Pengobatannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyebab demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172250\/pexels-photo-8172250.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-orang-orang-wanita-festival-8172250\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat berbagai hal yang bisa menjadi penyebab demensia. Tetapi secara umum, kondisi ini dikarenakan adanya kerusakan pada sel-sel otak (neuron) yang terjadi di beberapa bagian pada otak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya itu, kondisi semacam ini juga bisa berawal dengan kemunculan gangguan di bagian tubuh lain yang kemudian memengaruhi fungsi dari neuron. Nantinya, neuron akan melemah dan fungsi akan hilang secara bertahap, hingga akhirnya mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada akhirnya, kondisi ini juga akan memengaruhi koneksi antar neuron, yang disebut dengan sinapsis. Alhasil, timbul berbagai masalah karena pesan yang seharusnya dihantarkan oleh otak terputus dan tidak sampai ke tujuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia ini bisa memengaruhi seseorang dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dengan area otak yang memiliki masalah. Nah, berikut ini beberapa kondisi dan hal lain yang bisa menjadi menyebabkan kepikunan (demensia).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Paparan dari zat kimia yang menyebabkan keracunan, seperti logam berat, timah, dan pestisida.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kekurangan gizi, misalnya karena kekurangan vitamin, dehidrasi dan kekurangan mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Struktur otak terganggu, seperti hidrosefalus serta hematoma subdural atau tumor dan infeksi pada otak. Kondisi ini juga sering disebut sebagai penyakit Parkinson.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat gangguan pada sistem metabolisme, misalnya hipotiroidisme, kekurangan vitamin B-12, natrium, kalium, kadar gula darah rendah, dan masalah ginjal serta hati.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anoxia, kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan supply oksigen yang cukup. Anoxia ini bisa berkembang karena ada asma yang parah, serangan jantung, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor-faktor risiko demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8173262\/pexels-photo-8173262.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-orang-orang-jalan-kotor-8173262\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Faktor yang meningkatkan risiko demensia itu ternyata cukup banyak. Di antaranya adalah seperti yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor risiko demensia yang tidak dapat diubah<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Orang akan lebih rentan terkena kondisi ini setelah usia 65 tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadinya demensia saat usia muda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Riwayat keluarga<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mempunyai anggota keluarga yang menderita penyakit ini. Keturunan dari penderita memiliki risiko terkena demesia lebih tinggi dari yang tidak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Down syndrome<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada banyak penderita down syndrome yang mengalami penyakit Alzheimer di usia paruh baya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor risiko demensia yang bisa diubah<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Depresi <\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun belum ada pembuktian secara nyata, namun depresi di usia lanjut mungkin saja mengindikasikan perkembangan demensia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Diabetes<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi Sedulur yang memiliki diabetes, risiko terhadap demensia ini lebih tinggi, terutama jika tidak ditangani dengan baik dan benar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyakit kardiovaskular<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, lemak yang menumpuk pada dinding arteri, dan juga obesitas, dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kebiasaan merokok<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebiasaan merokok ternyata juga bisa meningkatkan risiko terhadap demensia dan penyakit yang lain seperti penyakit pembuluh darah atau vaskular.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Komplikasi demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/9964646\/pexels-photo-9964646.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1132\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-lengan-cinta-orang-orang-9964646\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika demensia menjadi semakin memburuk seiring waktu, maka bisa menimbulkan komplikasi seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekurangan nutrisi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini terjadi karena pasien lupa cara makan dengan baik dan benar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pneumonia (radang paru-paru)<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan untuk menelan membuat risiko tersedak atau menyedot makanan ke dalam paru-paru meningkat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tidak bisa merawat diri<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak mampu dalam merawat diri, seperti mandi, memakai pakaian, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kematian<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia tingkat akhir bisa menyebabkan koma dan akhirnya meninggal.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemeriksaan demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8173250\/pexels-photo-8173250.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/mode-pria-orang-orang-wanita-8173250\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi yang menyebabkan fungsi kognitif otak menurun ini, biasanya tidak hanya memerlukan satu jenis pemeriksaan saja. Kemungkinan besar, dokter akan melakukan serangkaian tes diagnosa untuk penyakit demensia yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Riwayat medis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fisik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tes laboratorium<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tes pencitraan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tes neuropsikologis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Evaluasi kejiwaan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengobatan demensia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8172894\/pexels-photo-8172894.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/kota-restoran-pemandangan-mode-8172894\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Obat-obatan<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Obat penghambat kolinesterase<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obat ini akan bekerja dengan meningkatkan senyawa kimia pada otak yang terlibat dalam penilaian dan memori.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Obat memantine<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obat ini bekerja dengan mengatur aktivitas glutamat. Selain itu, memantine juga akan membawa pesan kimiawi lain yang terkait dengan fungsi otak.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Terapi demensia<\/strong><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Terapi okupasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terapi ini akan membantu pasien saat gejala muncul dengan tujuan untuk mencegah terjadi kecelakaan yang bisa memengaruhi kesehatan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perubahan lingkungan<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memberikan suasana yang jauh dari kebisingan dan aman, agar pasien demensia bisa lebih fokus dalam menjalankan aktivitas.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Menyederhanakan tugas harian<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasien akan diajarkan untuk lebih fokus dan mengikuti langkah-langkah mudah untuk menyelesaikan suatu kegiatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/\">Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah beberapa hal penting mengenai demensia yang perlu diketahui. Dari informasi di atas, bisa dibilang jika demensia adalah salah satu kondisi berbahaya yang bisa menyerang siapa saja. Jadi agar kita tidak terdampak kondisi tersebut, hindari beberapa faktor yang tadi sudah disebutkan di atas ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian bagi yang merasa jika sudah menderita demensia, segeralah hubungi dokter dan lakukan pengobatan. Jika tidak, maka dampak kondisi tersebut bisa parah, bahkan mengakibatkan kematian.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":30917,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3742,2906],"class_list":["post-30740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-demensia","tag-penyakit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab &amp; Cara Pengobatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab &amp; Cara Pengobatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-12T09:30:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-12T05:23:17+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/\",\"name\":\"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab & Cara Pengobatannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-12T09:30:25+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-12T05:23:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab &#038; Cara Pengobatannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab & Cara Pengobatannya","description":"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab & Cara Pengobatannya","og_description":"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-12T09:30:25+00:00","article_modified_time":"2022-01-12T05:23:17+00:00","author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-11.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/","name":"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab & Cara Pengobatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-12T09:30:25+00:00","dateModified":"2022-01-12T05:23:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Demensia adalah salah satu penyakit yang harus kita waspadai. Walaupun kebanyakan menyerang orang lanjut usia, namun kita harus mencegahnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/demensia-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Demensia: Ini Gejala, Penyebab &#038; Cara Pengobatannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30740"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30740"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30919,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30740\/revisions\/30919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}