{"id":30702,"date":"2022-01-12T11:00:06","date_gmt":"2022-01-12T04:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=30702"},"modified":"2022-01-12T08:15:16","modified_gmt":"2022-01-12T01:15:16","slug":"gangguan-depresi-mayor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/","title":{"rendered":"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WHO<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, depresi adalah gangguan mental yang paling umum di dunia. Setidaknya mereka mengklaim 3,8% dari total populasi dunia mengidap gangguan tersebut. Depresi bisa menginterupsi kehidupan seseorang dari segi aspek personal maupun profesional. Kondisi ini juga tidak bisa disimplifikasi sebagai perubahan suasana hati semata. Bila dibiarkan dan tidak tertangani, bisa berakibat pada efek fatal seperti menyakiti diri sendiri. Termasuk gangguan depresi mayor.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Depresi terdiri dari beberapa tipe. Antara lain gangguan depresi mayor, depresi psikotik, gangguan bipolar, depresi peripartum, dan lain sebagainya. Kali ini mari kita kenalan dengan depresi mayor yang merupakan salah satu gangguan mental dengan pengidap terbanyak di dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikigai\/\">Ikigai, Intip Cara Orang Jepang Mengejar Kebahagiaan<\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Definisi gangguan depresi mayor<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30706\" aria-describedby=\"caption-attachment-30706\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30706 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mart-production-7279062-570x426.jpg\" alt=\"Definisi gangguan depresi mayor\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30706\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">National Center for Biotechnology Information,\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gangguan depresi mayor merupakan penyakit mental yang menyebabkan seseorang memiliki suasana hati yang sangat muram, tidak bersemangat melakukan hal yang menyenangkan, sering merasa bersalah dan tidak berguna, hingga memiliki keinginan untuk menyakiti diri bahkan mengakhiri hidup. Gejalanya mirip dengan gangguan depresi persisten karena gejalanya dirasakan sangat sering.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Namun, seseorang baru akan didiagnosa mengalami depresi persisten bila ia mengalami depresi lebih dari 2 tahun tanpa jeda. Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">major depressive disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(MDD) akan kambuh dengan jeda paling sebentar 2 bulan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Gejala gangguan depresi mayor<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30707\" aria-describedby=\"caption-attachment-30707\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30707 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-sofia-alejandra-3007355-570x468.jpg\" alt=\"gejala gangguan depresi mayor\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30707\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tenaga ahli akan mendiagnosa seseorang sebagai pengidap depresi mayor bila memenuhi setidaknya lima di antara sejumlah gejala dan indikator berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehilangan antusiasme pada kegiatan apapun, tidak bersemangat melakukan aktivitas\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berat badan yang naik atau turun secara drastis\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perasaan tidak tenang atau gelisah yang tak kunjung hilang\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa merasa sangat malas dan lelah secara fisik dan psikis\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merasa bersalah dan tidak berguna\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sulit berkonsentrasi\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Insomnia atau bahkan keinginan tidur yang berlebih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak bisa membuat keputusan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mudah tersinggung\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasa tak enak badan yang tidak bisa diobati dengan medikasi biasa\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga mengakhiri hidup\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seseorang dengan MDD akan merasakan gejala di atas selama 4 hari atau lebih dalam seminggu, hingga ia merasa hidupnya terinterupsi. Kalau diperhatikan, kebanyakan mirip dengan gejala gangguan depresi persisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:<\/strong> <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/\">Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &amp; Gejalanya<\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Suasana hati yang dirasakan penderita depresi mayor\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30708\" aria-describedby=\"caption-attachment-30708\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30708 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mart-production-7278988-570x426.jpg\" alt=\"Suasana hati\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30708\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">WebMD<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, ada tiga suasana hati yang paling sering dirasakan pengidap MDD saat gangguan tersebut kambuh. Mereka adalah sebagai berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Cemas\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu saat seseorang merasakan stres dan tak nyaman hampir seharian. Perasaan ini membuatmu tidak bisa berkonsentrasi karena pikiranmu terus memainkan skenario yang tidak mengenakan dan bahkan meyakini bahwa akan ada sesuatu buruk yang terjadi dalam waktu dekat.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Melankoli <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah perasaan sedih yang intens hingga membuatmu malas melakukan aktivitas yang biasanya kamu sukai. Pengidapnya akan merasa tidak enak walaupun ada kebahagiaan di hadapannya. Biasanya suasana hati ini datang di pagi hari dan membuatmu malas makan, tidak bisa tidur, hingga ingin mengakhiri hidup.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Gelisah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ditandai dengan pergerakan yang diulang-ulang, tidak bisa duduk tenang, bertindak impulsif, hingga bercakap tanpa henti.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Penyebab depresi mayor<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30709\" aria-describedby=\"caption-attachment-30709\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30709 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-andres-ayrton-6551379-570x468.jpg\" alt=\"Penyebab depresi mayor\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30709\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan ini disebabkan oleh faktor genetik dan eksternal. Sebuah penelitian yang dilakukan <\/span><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC4386790\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saltiel dan Silvershein<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada Jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Neuropsychiatric Disease and Treatment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menemukan bahwa orang dengan depresi mayor memiliki volume hippocampus yang lebih kecil dibanding yang tidak. Hippocampus berperan penting dalam membentuk, mengorganisasi, dan menyimpan memori serta sensasi atau emosi yang dirasakan terkait memori tersebut. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian otak ini juga berperan aktif dalam manajemen stres dan kemampuan mengambil keputusan.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hippocampus pengidap MDD akan mengalami pengurangan saat kondisi klinis tersebut muncul, sehingga mereka menyarankan agar segera dilakukan pengobatan atau terapi untuk menghindari kerusakan organ tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor eksternal disebutkan dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">National Center for Biotechnology Information<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai riwayat depresi di keluarga, pengalaman masa lalu, hingga tekanan psikososial. Mayoritas pengidap MDD adalah perempuan dan ini didorong pula oleh faktor hormonal sampai perubahan drastis pasca melahirkan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <\/strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/panic-attack\/\">Panic Attack: Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya<\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Faktor pemicu atau peningkat risiko\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30710\" aria-describedby=\"caption-attachment-30710\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30710 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-edson-de-assis-6060015-570x468.jpg\" alt=\"Faktor pemicu\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30710\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semua orang punya potensi mengalami depresi, tetapi ada beberapa hal yang bisa memicu atau meningkatkan risiko.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki anggota keluarga yang didiagnosa mengidap depresi mayor\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki penyakit kronis atau menahun\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengidap demensia atau alzheimer\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengidap kecemasan berlebih\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pernah mengalami hal buruk di masa lalu\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan obat-obatan terlarang atau narkotika\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal-hal di atas berpotensi memicu seseorang untuk memikirkan kematian, tidak bersemangat menjalani hidup, dan merasa tidak berguna.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Obat gangguan depresi mayor<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30712\" aria-describedby=\"caption-attachment-30712\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30712 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-ron-lach-8526177-570x426.jpg\" alt=\"obat gangguan depresi mayor\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30712\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada dua cara utama mengendalikan dalam proses perawatan gangguan depresi mayor, yaitu psikoterapi dan medikasi. Berikut obat yang diresepkan seorang psikiater untuk pengidap MDD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI)<\/strong> yang merupakan obat paling sering disarankan. Obat gangguan depresi mayor SSRI bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin adalah hormon penyampai pesan yang berfungsi pula memperbaiki suasana hati dengan mengatur emosi dan meredakan rasa cemas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Serotonin Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRI)<\/strong> adalah obat gangguan depresi mayor antidepresan yang biasanya diberikan pada penderita penyakit komorbid bawaan seperti gangguan kecemasan dan rasa sakit kronis terutama pada syaraf.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter mungkin akan menambahkan beberapa jenis obat antidepresan lainnya. Namun, namanya medikasi pasti tidak lepas dari efek samping. Selama mengonsumsi obat-obat tersebut, pasien bisa merasakan mual, pusing, mulut kering, insomnia, perubahan nafsu makan, hingga reduksi fungsi organ seksual.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Psikoterapi untuk menangani<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30713\" aria-describedby=\"caption-attachment-30713\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30713 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-shvets-production-7176319-570x426.jpg\" alt=\"Psikoterapi\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30713\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain medikasi, pasien juga akan disarankan melakukan psikoterapi, yaitu sesi ngobrol dengan psikiater. Ada dua jenis psikoterapi yang bisa dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Cognitive behavioral therapy <\/i><\/b>yang<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0bertujuan untuk membantu pasien menemukan solusi atas masalah yang ia hadapi atau mengganggu kehidupannya dengan memecahnya menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Terapi jenis ini sangat umum dilakukan untuk merawat berbagai gangguan kesehatan mental, termasuk depresi. Di setiap sesi, terapis akan meminta pasien menjabarkan masalah mereka dalam porsi-porsi kecil. Setiap isu akan dikupas tuntas mulai dari perasaan pasien tantang isu tersebut hingga apa yang sudah dan akan ia lakukan.<\/span><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Interpersonal psychoteraphy<\/i><\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u00a0untuk penderita depresi mayor yang sudah akut. Di sini, terapis akan bersikap non-netral, sehingga aktif memberikan solusi atas masalah yang dihadapi pasien. Terapi ini fokus pada isu dalam hubungan pasien dengan orang-orang di sekitarnya mulai dari orang tua, pasangan, anak, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Apakah depresi mayor bisa sembuh?<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30715\" aria-describedby=\"caption-attachment-30715\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30715 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-cottonbro-4100420-570x468.jpg\" alt=\"apakah depresi mayor bisa sembuh\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30715\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Depresi tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol frekuensi kedatangannya. Seseorang yang pernah mengalami episode depresi, memiliki risiko tinggi untuk kambuh di kemudian hari. Biasanya dalam terapi, terapis akan memberikan trik-trik khusus untuk membantu pasien meredam kedatangan depresi secara mandiri. Pasien juga bisa melakukan beberapa langkah\u00a0<em>self-care<\/em> seperti istirahat cukup, menerapkan pola hidup sehat, olahraga, hingga mendekatkan diri dengan orang-orang yang suportif.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bila Sedulur mengalami atau mengenal orang yang mengidap gangguan mental tertentu. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahli. Kadang depresi memang tidak terlihat, bahkan orang terdekat pun bisa melewatkannya, tetapi bila menemukan gejala-gejala depresi pada diri sendiri atau kerabat, segera cari pertolongan dari tenaga medis.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":30809,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3736,3737,1366],"class_list":["post-30702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-depresi","tag-gejala-depresi","tag-kesehatan-mental"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-12T04:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-12T01:15:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"gangguan depresi mayor\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/\",\"name\":\"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-12T04:00:06+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-12T01:15:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor","description":"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor","og_description":"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-12T04:00:06+00:00","article_modified_time":"2022-01-12T01:15:16+00:00","author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/gangguan-depresi-mayor.jpg","width":682,"height":536,"caption":"gangguan depresi mayor"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/","name":"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-12T04:00:06+00:00","dateModified":"2022-01-12T01:15:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Depresi dibagi jadi beberapa tipe. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah gangguan depresi mayor. Apa gejala dan penyebabnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-depresi-mayor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Definisi dan Gejala Gangguan Depresi Mayor"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30702"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30702"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30811,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30702\/revisions\/30811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}