{"id":30352,"date":"2022-01-10T13:30:04","date_gmt":"2022-01-10T06:30:04","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=30352"},"modified":"2022-01-10T10:26:09","modified_gmt":"2022-01-10T03:26:09","slug":"gangguan-kecemasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/","title":{"rendered":"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &#038; Gejalanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap orang pasti pernah merasa cemas dan kecemasan sebenarnya adalah perasaan yang normal. Terlebih lagi jika sedang memiliki masalah. Akan tetapi, hati-hati jika rasa cemas tersebut muncul secara berlebihan. Bisa saja itu terjadi karena kamu menderita gangguan kecemasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cemas atau <em>anxiety<\/em> merupakan perasaan gelisah atau gugup karena suatu hal. Umumnya, orang akan merasa cemas ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Misalnya sebelum ujian, sebelum wawancara kerja, ketika akan mengambil keputusan penting, atau saat menunggu hasil pemeriksaan dari dokter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rasa cemas sendiri muncul sebagai reaksi alami tubuh terhadap stres yang sebenarnya bermanfaat agar kita lebih berhati-hati dan waspada. Tetapi, rasa cemas menjadi tidak sehat jika susah dikontrol dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi semacam ini disebut dengan gangguan kecemasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/self-harm\/\">Kenali Self Harm, Ini Tanda &amp; Cara Mengatasinya, Wajib Tau!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apa itu gangguan kecemasan?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/897817\/pexels-photo-897817.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"gangguan kecemasan adalah\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/pria-berbaju-kotak-kotak-biru-dan-coklat-menyentuh-rambutnya-897817\/\">pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Anxiety<\/em> atau gangguan kecemasan adalah keadaan di mana seseorang terlalu sering merasa cemas secara berlebihan tanpa adanya alasan yang kuat. Tentu saja cemas dan gangguan kecemasan itu sangat berbeda. Para penderita penyakit mental ini akan merasa mudah khawatir terhadap berbagai hal, bahkan dalam situasi normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masalah ini bisa dialami oleh siapa saja, namun kasus gangguan kecemasan pada remaja itu lebih banyak. Bahkan pada tingkatan yang tergolong parah, gangguan ini juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan mereka tidak akan menjalani hari dengan tenang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Penyebab gangguan kecemasan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2128817\/pexels-photo-2128817.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"penyebab gangguan kecemasan\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang jika gangguan kecemasan ini termasuk gangguan mental yang serius. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena adanya masalah pada fungsi otak yang bertugas untuk mengatur rasa takut dan emosi. Terdapat beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena gangguan mental ini, yaitu seperti berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Efek samping dari penggunaan obat atau zat tertentu termasuk kafein dan narkoba<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adanya gangguan pada kepribadian<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keturunan dari orang tua<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki masalah hidup yang besar, misalnya saja seperti <em>quarter life crisis<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengalaman tidak menyenangkan yang menyebabkan timbulnya stres atau trauma psikologis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menderita penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Kondisi medis yang dapat menjadi penyebab <em>anxiety<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5542968\/pexels-photo-5542968.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"ciri-ciri anxiety\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain penyebab di atas, ada juga beberapa kondisi medis yang kerap dikaitkan dengan masalah mental ini. Di antaranya seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kecanduan alkohol<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masalah tiroid seperti hipertiroidisme<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nyeri kronis atau sindrom iritasi usus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyakit jantung<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyalahgunaan narkoba<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tumor langka yang dapat memicu produksi hormon adrenalin atau hormon tertentu lainnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Macam-macam gangguan kecemasan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/736843\/pexels-photo-736843.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"jenis anxiety\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa jenis anxiety yang diketahui, yakni gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, dan juga GAD. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan dari ketika jenis <em>anxiety<\/em> tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gangguan panik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penderita gangguan panik ini akan mengalami serangan panik (<em>panic attack<\/em>) atau kecemasan secara berlebih dan itu terjadi berulang kali tanpa alasan yang jelas. Tingkat serta frekuensi keparahannya pun juga bevariasi. Di bawah ini beberapa gejala yang muncul ketika terjadi gangguan panik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berkeringat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gemetar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ketakutan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa seperti mengalami serangan jantung<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa seperti tersedak atau sesak di dada<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa seperti tidak berdaya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nyeri dada<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Palpitasi (berdebar-debar)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penderita masalah ini merasa seperti akan diserang secara mendadak kapan saja dan di mana saja. Bisanya gangguan ini hanya berlangsung kurang dari 10 menit. Pada beberapa kasus, ada juga yang berlangsung hingga lebih dari satu jam.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gangguan kecemasan sosial<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gangguan kecemasan sosial atau juga sering disebut dengan fobia sosial adalah rasa cemas atau takut secara ekstrem terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain. Beberapa gejala dari gangguan yang satu ini adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa takut dan malu untuk bepergian ke luar rumah atau berada di tempat umum<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkat kepercayaan diri yang dimiliki sangat rendah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Selalu menghindari untuk bertatapan mata dengan orang lain<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Enggan atau takut untuk berinteraksi dan menyapa orang lain, terutama orang yang tidak dikenal<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Takut akan dikritik atau dihakimi orang lain<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gangguan sosial ini tidak sama seperti perasaan malu biasa. Orang yang sifatnya pemalu mungkin juga enggan berinteraksi dengan orang lain, namun tidak ada perasaan mengganggu yang menghantuinya. Justru ia akan merasa nyaman ketika sendirian.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>GAD<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">GAD (<em>generalized anxiety disorder<\/em>) atau yang bisa disebut sebagai gangguan kecemasan umum, akan membuat penderitanya merasa cemas secara berlebihan waktu lama. Bahkan bisa lebih dari 6 bulan. Penderita GAD ini akan selalu berlebihan dalam berpikir \u00a0atau <em>overthinking<\/em>. Selain itu, akan muncul gejala seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dada berdebar-debar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gemetar dan keringat dingin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Merasa sering ingin berkemih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah marah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Otot tegang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pusing dan sakit kepala<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sering merasa lelah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Susah tidur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak nafsu makan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, orang yang mengalami gangguan seperti ini akan menyembunyikan perasaan dan juga gejalanya dari orang lain. Jadi jika dilihat dari luar, mereka akan terlihat baik-baik saja. Kondisi ini juga sering disebut sebagai <em>duck syndrome<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/quarter-life-crisis-2\/\">Fenomena Quarter Life Crisis, Begini Cara Menghadapinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Cara mengatasi gangguan kecemasan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3760043\/pexels-photo-3760043.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"cara mengatasi gangguan kecemasan\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada dua pengobatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Keuda cara tersebut adalah psikoterapi serta obat-obatan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Psikoterapi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Psikoterapi atau terapi bicara (konseling psikologis) adalah pengobatan yang paling umum untuk mengatasi masalah mental ini. Ada beberapa jenis psikoterapi, namun yang paling sering digunakan adalah terapi perilaku kognitif (CBT).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terapi yang satu inim berfokus pada hubungan antara pola pikir, masalah, dan perilaku penderitanya. Dalam CBT, penderita akan diminta untuk bercerita dan membuka diri mengenai semua keluhan yang sedang dihadapi kepada terapis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak perlu merasa khawatir, malu, dan cemas, terapis yang menangani tidak akan menghakimi dan tentu saja rahasia pasiennya bisa dijaga. Selain melalui pembicaraan, tidak jarang juga dokter yang melakukan beberapa tes gangguan kecemasan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Obat-obatan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain psikoterapi, biasanya dokter juga akan membuatkan resep untuk mengatasi anxiety tersebut. Berikut ini beberapa jenis obat umumnya diresepkan oleh dokter.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Antikecemasan, seperti benzodiazepine, alprazolam (Xanax), chlordiazepoxide (Librium), clonazepam (Klonopin), diazepam(Valium), dan lorazepam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Antidepresan, seperti escitalopram, paroxetine, sertraline, fluoxetine, dan citalopram<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, mungkin dokter juga akan meresepkan obat lainnya sesuai dengan kondisi yang dialami oleh pasien. Untuk informasi lebih lanjut mengenai obat yang digunakan, Sedulur bisa berkonsultasi dengan dokter.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Kapan harus periksa ke dokter?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3356489\/pexels-photo-3356489.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"perika ke dokter\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur harus segera menemui dokter jika mengalami beberapa hal di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terus menerus dirundung rasa khawatir hingga aktivitas sehari-hari terganggu<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rasa takut, khawatir, dan cemas yang sulit untuk dikendalikan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Stres kronis, kecanduan alkohol, penggunaan narkoba, atau memiliki masalah kesehatan mental lain<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Muncul keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>7. Apa anxiety bisa sembuh?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/2869217\/pexels-photo-2869217.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"anxiety bisa sembuh\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi Sedulur yang menderita gangguan mental ini, tidak usah khawatir. Penyakit tersebut bisa disembuhkan, kok. Buktinya sudah banyak orang yang sembuh dari gangguan kecemasan ini. Asalkan kamu memiliki tekad yang kuat dan mengikuti semua petunjuk dokter, nantinya masalah tersebut akan segera terselesaikan.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mungkin hanya itu penjelasan mengenai gangguan kecemasan yang bisa dijelaskan pada kesempatan kali ini. Tidak ada orang yang ingin menderita masalah mental, khususnya anxiety. Namun apapun bisa terjadi di dalam hidup kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja Sedulur mengalami <em>anxiety<\/em>, segeralah mengunjungi dokter dan psikiater. Semakin cepat Sedulur berusaha mengatasi masalah tersebut, semakin cepat pula kehidupan menjadi normal kembali.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":30347,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3703,3662,1366],"class_list":["post-30352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-anxiety","tag-kecemasan","tag-kesehatan-mental"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &amp; Gejalanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &amp; Gejalanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-10T06:30:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-10T03:26:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"gangguan kecemasan\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/\",\"name\":\"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab & Gejalanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-10T06:30:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-10T03:26:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &#038; Gejalanya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab & Gejalanya","description":"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab & Gejalanya","og_description":"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-10T06:30:04+00:00","article_modified_time":"2022-01-10T03:26:09+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-5.jpg","width":682,"height":536,"caption":"gangguan kecemasan"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/","name":"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab & Gejalanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-10T06:30:04+00:00","dateModified":"2022-01-10T03:26:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Sering disepelekan, ternyata gangguan kecemasan itu sangat berbahaya, lho. Untuk itu, ketahui lebih lanjut akan masalah tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gangguan-kecemasan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Gangguan Kecemasan Jenis, Penyebab &#038; Gejalanya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30352"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30429,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352\/revisions\/30429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30347"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}