{"id":30256,"date":"2022-01-10T11:00:27","date_gmt":"2022-01-10T04:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=30256"},"modified":"2022-01-10T09:35:23","modified_gmt":"2022-01-10T02:35:23","slug":"childish","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/","title":{"rendered":"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri &#038; Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Childish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merujuk pada orang-orang dewasa yang bersikap tidak sebijak usianya. Sifat ini bisa terjadi pada siapa saja, seringkali tanpa sadar. Namun, ada beberapa orang yang sering banget bersikap kekanak-kanakan. Sikap ini dibawa mereka ke hal-hal yang seharusnya disikapi dengan serius alias tidak main-main sehingga bisa memperunyam hal yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekanak-kanakan juga tidak bisa disamakan dengan sifat suka bergurau. Lebih dalam dan luas dari itu, sifat ini bisa membuat orang jadi sosok yang menyebalkan bahkan bisa menghambat karir dan hubungan asmaranya. Apa saja sih contoh sifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Gulir ke bawah untuk tahu lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/clingy-adalah\/\">10 Tanda Tanda Sifat Pacar Clingy, Bikin Hubungan Tidak Sehat<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Sering lari dari tanggung jawab\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30262\" aria-describedby=\"caption-attachment-30262\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30262 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-anete-lusina-5723269-570x426.jpg\" alt=\"contoh sifat childish\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30262\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri sifat kekanak kanakan yang paling kentara adalah bagaimana mereka cenderung lari dari tanggung jawab atas perbuatan dan ucapannya. Orang yang suka mengingkari janji atau tak kunjung menunjukkan komitmen bisa jadi tanda bahwa mereka masih belum dewasa secara psikis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya mereka bakal menghindar saat kamu mengajaknya membahas topik-topik yang serius. Caranya dengan mengalihkan pembicaraan, menjadikan isu serius bahan bercandaan. Mungkin saja dia berdalih kalau mereka lelah dan memintamu untuk menunda pembicaraan tersebut keesokan harinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ingin selalu diperhatikan dan tidak peduli pada perasaan orang lain\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30264\" aria-describedby=\"caption-attachment-30264\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30264 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-tima-miroshnichenko-8727567-570x468.jpg\" alt=\"hubungan childish\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30264\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berikutnya adalah sifat haus perhatian. Mereka ingin selalu diperhatikan dan semua tentangnya harus diutamakan. Mereka seakan tidak bisa membedakan mana urusan orang lain yang harus didahulukan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apapun yang berkaitan dengan mereka adalah urgensi dan harus dicari solusinya bersama. Sementara ia sendiri tidak berkomitmen atau berinisiatif membantu memikirkan masalah orang lain. Jika Sedulur memiliki pasangan yang jarang menanyakan kabar atau mendengarkan ceritamu, itu bisa jadi bendera merah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Tidak mau mengakui kesalahan dan cenderung defensif\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30265\" aria-describedby=\"caption-attachment-30265\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30265 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-andrea-piacquadio-3760790-570x426.jpg\" alt=\"cowok childish\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30265\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang kekanak-kanakan cenderung defensif. Mereka tidak mengenal pengakuan kesalahan, sebaliknya ingin selalu menang dan merasa benar. Mereka mudah berkelit dan bahkan bisa membalikan fakta hingga melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gaslighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gaslighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah metode bertahan yang sangat ampuh karena bisa membuat lawan bicara mempertanyakan argumennya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata-kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gaslighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling sering ditemukan misalnya, \u201cAh, kamu orang yang terlalu sensitif\u201d, \u201cPasti mood kamu lagi berantakan karena PMS, ya?\u201d atau \u201ckamu saja yang tidak bisa bercanda\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkesan bahwa mereka menganggap perasaan orang lain sebagai sesuatu yang tidak valid dan layak dipertanyakan. Kebiasaan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> gaslighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti ini banyak menjangkiti cowok <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tetapi perempuan pun bisa saja melakukannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/fakta-anak-pertama\/\">20 Fakta Anak Pertama dari Sifat Hingga Kepribadiannya!<\/a><\/p>\n<h2><b>4. Boros\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30266\" aria-describedby=\"caption-attachment-30266\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30266 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mikhail-nilov-6969802-570x468.jpg\" alt=\"boros\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30266\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boros juga tanda kurangnya tanggung jawab. Meski itu adalah uang mereka sendiri, bukan berarti mereka harus menghabiskannya saat itu juga tanpa memikirkan rencana jangka panjang. Ini sama dengan sifat anak-anak yang kadang tidak bisa dipercaya saat diberi uang dan cenderung akan langsung membelanjakannya sampai habis. Tak jarang pasak lebih besar daripada tiang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Curhat berlebih di media sosial\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30267\" aria-describedby=\"caption-attachment-30267\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30267 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mikotoraw-photographer-3367850-570x468.jpg\" alt=\"Curhat berlebihan\" width=\"570\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mikotoraw-photographer-3367850-570x468.jpg 570w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-mikotoraw-photographer-3367850-600x493.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30267\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang dewasa sesuai dengan usianya seharusnya tahu mana yang layak dibagikan dan tidak ke khalayak umum. Namun, orang dengan sifat kekanak-kanakan justru sebaliknya. Mereka bisa mengucapkan semua unek-unek bahkan membagikan hal-hal yang sebenarnya cukup diketahui pihak-pihak tertentu. Ini bisa jadi bumerang buat mereka sendiri, sebab siapa saja bisa memanfaatkan informasi tersebut untuk hal-hal negatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Suka merendahkan orang lain<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30268\" aria-describedby=\"caption-attachment-30268\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30268 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-george-pak-7972675-570x468.jpg\" alt=\"merendahkan orang lain\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30268\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang dewasa dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">secure <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan dirinya sendiri akan bijak dalam menilai orang lain. Mereka sadar bahwa tiap orang punya perjuangan dan masalah hidup sendiri. Kesadaran tersebut menghindarkan mereka dari suara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti merendahkan orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pasti pernah tersinggung dengan ucapan anak-anak yang kadang terlontar tanpa filter. Nah, orang dengan sifat kekanakan pun serupa dengan itu. Buat anak-anak dunia itu hitam putih, ia belum menyadari bahwa ada area abu-abu yang sangat luas di dunia ini. Orang dewasa dan harusnya sudah tahu caranya berempati pada orang lain.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/apa-itu-toxic\/\">Apa Itu Toxic, Kenali Pengertian &amp; Ciri Orang yang Harus Dijauhi<\/a><\/p>\n<h2><b>7. Tidak bisa menerima kritik dengan baik<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30269\" aria-describedby=\"caption-attachment-30269\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30269 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-ketut-subiyanto-4546116-570x425.jpg\" alt=\"Tidak bisa menerima kritik\" width=\"570\" height=\"425\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30269\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childlike <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga ditandai dengan ketidakmampuan menerima kritik. Ada dua tipe orang saat mendengar kritikan, menerima dan menyaring apa yang konstruktif dan tidak. Biasanya orang macam ini akan cenderung diam dan menginternalisasinya sendiri. Bahkan bisa saja mengucap terimakasih. Urusan dilakukan atau tidak pun ia tidak ambil pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun untuk orang yang belum bisa bersikap dewasa, kritik dianggapnya sebagai serangan yang harus dibalas segera sebagai bentuk pertahanan diri. Kadang mereka bisa marah atau tiba-tiba memusuhi orang yang mengkritiknya. Kebiasaan merasa benar dan menang membuat mereka sangat anti pada kritik, meskipun sebenarnya itu bisa membantunya tumbuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Cenderung memulai perdebatan atau konflik\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30270\" aria-describedby=\"caption-attachment-30270\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30270 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-alex-green-5700191-570x426.jpg\" alt=\"penyakit childish\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30270\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat kekanak kanakan dalam pacaran bisa pula terjadi dengan kebiasaan memperunyam masalah yang sebenarnya sepele. Pernah dengar diam itu emas, peribahasa tersebut kadang berguna dan berlaku dalam hubungan. Sebagai pasangan yang sama-sama dewasa, argumen bisa dikurangi dengan memberikan waktu sendiri pada masing-masing individu, baru kemudian komunikasi dilanjutkan saat kepala sudah dingin. Tidak perlu dengan berteriak seperti anak-anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Senjata pamungkasnya adalah menyindir\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30263\" aria-describedby=\"caption-attachment-30263\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30263 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-keira-burton-6147229-570x426.jpg\" alt=\"cara menghilangkan sifat childish\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30263\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyindir dan memberikan kode adalah salah satu ciri ciri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebab orang yang dewasa tidak akan kesulitan mengungkap apa yang mereka inginkan dan tidak.Berkebalikan dengan orang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">immature <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan menggunakan sindiran sebagai caranya menyatakan apa yang diinginkan atau tidak dengan harapan mereka bisa mengubah pikiran atau sikap orang lain sesuai dengan kehendak mereka. Sifat kekanak-kanakan wanita ini sering dirasakan dan didapati dalam keseharian. Tetapi bukan berarti laki-laki tidak bisa bersikap demikian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fetish-adalah\/\">Apa Itu Fetish? Kenali Ciri Ciri dan Penyebabnya, Simak Disini!<\/a><\/p>\n<h2><b>10. Selalu menginginkan hal di luar apa yang dimilikinya\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30271\" aria-describedby=\"caption-attachment-30271\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30271 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-alena-shekhovtcova-6996133-570x468.jpg\" alt=\"sifat kekanak kanakan wanita\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30271\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter <em>childish<\/em> banyak disebabkan oleh faktor insekuritas pada diri sendiri. Mereka akan mendambakan hal-hal di luar apa yang sudah dimilikinya. Seakan melupakan cara bersyukur atas privilese dan apapun yang sudah mereka capai. Selalu ingin lebih dan tidak puas adalah karakter sifat anak-anak yang dulu mungkin pernah kita miliki, tetapi lama kelamaan memudar seiring pertambahan usia yang menempa kita dengan berbagai cobaan hidup.<\/span><\/p>\n<h2><b>11. Tidak menghargai batasan orang lain\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30272\" aria-describedby=\"caption-attachment-30272\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30272 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-nasik-lababan-8907441-570x426.jpg\" alt=\"sifat kekanak kanakan dalam pacaran\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30272\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa terjadi saat pasangan tidak saling menghargai batasan masing-masing. Contoh nyatanya adalah pasangan yang kemanapun mereka pergi harus selalu bersama. Mereka seakan tidak punya waktu untuk sendiri dan melakukan sesuatu dengan bebas. Pacaran seperti ini juga tergolong toksik, biasanya didorong oleh rasa ingin memiliki dan mengontrol kehidupan pasangan, serta rasa tak percaya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bedakan dengan pasangan yang dewasa, yang tahu kapan mereka bisa menghabiskan waktu berdua dan kapan mereka bisa berkelana sendiri mengejar mimpi dan bergaul dengan orang selain pasangannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>12. Selalu mencari validasi eksternal\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_30273\" aria-describedby=\"caption-attachment-30273\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30273 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-juan-vargas-5697365-570x468.jpg\" alt=\"mencari validasi\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30273\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri lainnya adalah ketergantungan mereka pada validasi eksternal atau persetujuan orang lain akan apa yang sudah atau akan mereka lakukan. Kadang validasi eksternal memang kita butuhkan, terutama saat akan memutuskan sesuatu yang besar dalam hidup misalnya. Namun, hal semacam itu tidak serta merta jadi prioritas kita. Sebagai orang dewasa, Sedulur harus mampu menyakinkan diri sendiri dan tidak bergantung pada pendapat orang lain setiap saat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/quarter-life-crisis-2\/\">Fenomena Quarter Life Crisis, Begini Cara Menghadapinya<\/a><\/p>\n<h2><b>Cara menghilangkan sifat <\/b><b><i>childish<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapapun termasuk Sedulur bisa saja memiliki salah satu dari sifat di atas. Sebagai manusia kita terus tumbuh dan kabar baiknya, sifat di atas bisa kita ganti dengan sikap yang lebih dewasa. Caranya sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>1.\u00a0Belajar mengabaikan dan menghindar dulu\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> and <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">childlike <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebenarnya terkait erat dengan sikap kita yang terlalu mengandalkan keberadaan orang lain. Sama dengan anak-anak yang bergantung pada orang-orang di sekitarnya, baik untuk menemani atau mengantar mereka ke berbagai tempat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang dewasa seharusnya kita sudah bisa bersikap masa bodoh dan mengandalkan diri sendiri. Untuk itu, hal yang perlu Sedulur lakukan di tahap awal menjadi dewasa adalah mengabaikan dan menghindar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, mengabaikan omongan orang yang menurutmu tidak perlu dipikirkan. Terima kritik mereka dan belajar saring mana yang bisa kamu adopsi dan tidak. Tidak perlu bersikap defensif dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, menghindar dari perdebatan yang tidak penting. Kamu tidak harus selalu menang dalam sebuah argumen atau diskusi dan pendapatmu tidak selalu harus diperdengarkan. Kamu harus belajar tahu kapan opini atau argumenmu layak dibicarakan dan kapan kamu sebaiknya diam. Semua dimulai dengan jam terbang dan pengalaman, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Buat keputusanmu sendiri dan belajar berkomitmen dengannya\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang dewasa, kamu harus bisa membuat keputusan sendiri tanpa orang lain. Ini juga akan membantumu jadi pribadi yang suportif pada orang lain, termasuk dalam kerja tim. Jika kamu membiarkan sikap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indecisive<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terpupuk subur, kamu akan kesulitan melangkah ke jenjang hidup selanjutnya. Kamu juga akan dianggap sebagai sosok yang tidak bisa dipegang ucapan dan diandalkan perbuatannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya masalah asmara, tetapi berlaku juga pada karir dan pertemanan. Ingat bahwa di setiap keputusan yang kamu ambil akan ada konsekuensi yang menyertai, ini juga akan membantumu belajar berkomitmen dan bertanggungjawab.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Bersikap lebih tenang di berbagai situasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap tenang adalah tanda kedewasaan seseorang. Saat dihadapkan krisis, anak-anak akan menangis atau marah, itulah yang membedakannya dengan orang dewasa yang lebih kalem di segala situasi. Walau beberapa yakin ini bahwa sifat kalem dan tenang adalah watak bawaan lahir, nyatanya orang bisa kok melatihnya perlahan-lahan. Semua tentang proses, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat <em>childish<\/em> bisa menjangkiti kapan saja di usia apapun. Bahkan orang tua pun bisa tetap memilikinya. Kita sendiri pun bisa kadang-kadang meluapkan emosi yang mirip dengan anak-anak. Namun, semua tentang latihan pengendalian diri yang baik. Bersikap kekanak-kanakan sekali-kali boleh, tetapi jangan keterusan. Yuk, jadi pribadi yang lebih baik tahun ini.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":30327,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3688,2550],"class_list":["post-30256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-childish","tag-sifat-manusia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sering Dibilang Childish? Begini Ciri &amp; Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri &amp; Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-10T04:00:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-10T02:35:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"childish\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/\",\"name\":\"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri & Cara Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-10T04:00:27+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-10T02:35:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri &#038; Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri & Cara Mengatasinya","description":"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri & Cara Mengatasinya","og_description":"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-10T04:00:27+00:00","article_modified_time":"2022-01-10T02:35:23+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/3-7.jpg","width":682,"height":536,"caption":"childish"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/","name":"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri & Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-10T04:00:27+00:00","dateModified":"2022-01-10T02:35:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Childish adalah sikap mirip anak-anak yang ternyata bisa dibawa sampai seseorang dewasa. Apa saja ciri-cirinya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/childish\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sering Dibilang Childish? Begini Ciri &#038; Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30256"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30415,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30256\/revisions\/30415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}