{"id":30140,"date":"2022-01-07T18:00:56","date_gmt":"2022-01-07T11:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=30140"},"modified":"2022-01-07T14:29:43","modified_gmt":"2022-01-07T07:29:43","slug":"manusia-purba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/","title":{"rendered":"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya"},"content":{"rendered":"<p>Manusia purba sudah ada sejak era prasejarah. Sebagai bukti bahwa manusia ini sudah ada di bumi, bisa kita lihat di daerah Sragen tepatnya di Museum Sangiran. Dimana di sana tersimpan sejumlah fosil yang membuktikan pernah ada manusia prasejarah yang pernah hidup di \u00a0bumi.<\/p>\n<p>Berbicara mengenai\u00a0 manusia purba, ternyata jenisnya\u00a0 ada bermacam-macam lho. Semuanya tersebar di Benua Eropa dan satu lagi di Benua Asia tepatnya di Indonesia.\u00a0Dugaan ditemukannya mereka tentu saja setelah ditemukannya fosil, jejak, dan barang-barang yang ditinggalkan. Baik itu ditemukan di sekitar sungai atau di dalam gua. Kehidupan manusia purba yang tinggal di dalam gua dinamakan <em>abris sous roche<\/em>. Kegunaannya untuk melindungi\u00a0 diri dari panas terik matahari, hujan, dan bahkan pemangsa lainnya.<\/p>\n<p>Banyak orang akan bertanya-tanya apa itu manusia purba? Dikutip dari laman Mediaindonesia.com, manusia ini sering disebut juga dengan <em>\u2018Pre-historic people\u2019<\/em> atau manusia prasejarah yang sekarang dikenal dengan nama manusia praaksara. Sesuai dengan namanya, maka manusia ini hidup pada zaman sebelum benar-benar mengenal tulisan.<\/p>\n<p>Berikut jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi dan lokasi\u00a0 tempat\u00a0 mereka tinggal. Setidaknya 8 jenis manusia purba yang pernah hidup dimuka bumi\u00a0 dan salah satunya di mereka hidup di Indonesia.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sariawan-di-lidah\/\">Sariawan di Lidah, Apa Penyebab &amp; Cara Ampuh Mengobatinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>8 Jenis Manusia Purba yang Wajib Kamu Tahu<\/h2>\n<h3>1. Meganthropus Paleojavanicus<\/h3>\n<figure style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cerdika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Apa-Itu-Meganthrupus-Paleojavanicus-760x564.jpg\" alt=\"manusia purba\" width=\"760\" height=\"564\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/cerdika.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Apa-Itu-Meganthrupus-Paleojavanicus-760x564.jpg\">cerdika<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Manusia purba tertua di Indonesia adalah <em>Meganthropus Paleojavanicus.<\/em> Manusia jenis ini\u00a0 merupakan yang terbesar sekaligus juga tertua. Nama tersebut diambil dari kata Mega yang artinya besar, Anthropus yang berarti manusia. Sedangkan kata Paleo memiliki arti tua dan Javanicus ditemukan di Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Orang pertama yang menemukan jenis manusia purba ini adalah G.H.R. von Koenigswald sekitar tahun 1936 sampai dengan 1941 tepatnya di Sangiran, Jawa Tengah dan di sana akhirnya didirikan sebuah museum bernama Museum Sangiran.<\/p>\n<h3>2. Pithecantropus Mojokertoensis<\/h3>\n<figure style=\"width: 840px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.pinhome.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Pithecanthropus-Erectus.jpg\" alt=\"manusia purba\" width=\"850\" height=\"469\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pinhome.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Pithecanthropus-Erectus.jpg\">pinhome<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Manusia purba di Indonesia selanjutnya adalah <em>Pithecanthropus Mojokertoensis. <\/em>Sesuai dengan namanya, jenis ini berasal dari wilayah Mojokerto, Jawa Timur. Mengapa dinamakan itu, sebab hal tersebut berasal dari kata <em>Pithecos <\/em>yang artinya kera dan <em>Anthropus <\/em>yang memiliki arti manusia. Jadi bisa diartikan sebagai manusia kera.<\/p>\n<p>Jenis manusia purba ini memiliki tinggi kurang lebih 165 hingga 180 meter saja, dan tentu sangat berbeda dengan pendahulunya yaitu <em>Meganthropus Paleojavanicus <\/em>yang mencapai tinggi hampir\u00a0 2 meter. Fosilnya pun juga masih ditemukan oleh oleh von Koenigswald sekitar tahun 1936. Dan menurut beberapa ahli, jenis ini termasuk yang paling tua pada zamannya.\u00a0<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/apa-itu-psikopat\/\">Apa Itu Psikopat? Ini Gejala dan Ciri-ciri yang Harus Diwaspadai<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Pithecantropus Erectus<\/h3>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/jWyXgTRV2HTJR5AfGj3yK7mxdpI=\/0x0:698x465\/750x500\/data\/photo\/2020\/01\/30\/5e32a09fa99bf.png\" alt=\"manusia purba\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/jWyXgTRV2HTJR5AfGj3yK7mxdpI=\/0x0:698x465\/750x500\/data\/photo\/2020\/01\/30\/5e32a09fa99bf.png\">kompas<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jenis manusia purba selanjutnya adalah <em>Pithecantrhropus Erectus.<\/em> Sesuai dengan namanya, artinya manusia kera yang memiliki badan yang tegak. Terkait penyebutan istilahnnya, nama <em>Erectus <\/em>memiliki arti tegak. Jenis ini ditemukan oleh seorang peneliti pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois tepatnya berada di\u00a0 Lembah Bengawan Solo, Jawa Tengah.<\/p>\n<h3>4. Pithecantropus Soloensis<\/h3>\n<figure style=\"width: 770px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/WqfVaAV9dyBVCsGRUcpvPjeWpz8=\/0x0:880x587\/780x390\/data\/photo\/2021\/04\/13\/6075ab1393dc5.png\" alt=\"manusia purba\" width=\"780\" height=\"390\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/WqfVaAV9dyBVCsGRUcpvPjeWpz8=\/0x0:880x587\/780x390\/data\/photo\/2021\/04\/13\/6075ab1393dc5.png\">kompas<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Manusia purba ini bisa diartikan sebagai manusia kera dan <em>Soloensis<\/em> berarti lokasi ditemukannya manusia ini di daerah Solo atau lebih tepatnya di daerah Desa Ngandong, Jawa Tengah. <em>Pithecanthropus Soloensis <\/em>merupakan manusia kera yang berdiri tegak dan berasal dari wilayah Solo.<\/p>\n<p>Fosil yang satu ini ditemukan von Koenigswald bersama dengan rekan-rekannya sekitar tahun 1931. Wah cukup tua juga ya Sedulur<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/aglonema-merah\/\">10 Jenis Aglonema Merah Paling Populer dan Banyak Dicari<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Homo Wajakensis<\/h3>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/uoOX6c3A7pwr5FxjX_QQX0bVXng=\/0x48:1000x715\/750x500\/data\/photo\/2021\/04\/14\/6076f682229c3.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/uoOX6c3A7pwr5FxjX_QQX0bVXng=\/0x48:1000x715\/750x500\/data\/photo\/2021\/04\/14\/6076f682229c3.jpg\">kompas<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Mungkin jenis manusia purba yang satu ini sedikit berbeda dengan beberapa dua beberapa hal sebelumnya. Kata Homo memiliki arti manusia. Jadi, tidak ada unsur kera dari jenis ini, melainkan manusia. Sementara itu, kata <em>Wajakensis<\/em> memiliki arti bahwa lokasi ditemukannya\u00a0 manusia ini berada di daerah Wajak.<\/p>\n<p>Lebih tepatnya, fosil dari jenis manusia purba ini ditemukan di Desa\u00a0 Wajak, Provinsi Jawa Timur dan ditemukan oleh van Rietschoten pada tahun 1889. Namun hal yang paling menarik dari jenis ini adalah, bahwa <em>Homo Wajakensis<\/em> menjadi fosil pertama yang berhasil ditemukan tepatnya di daerah Benua Asia.\u00a0<\/p>\n<h3>6. Homo Floresiensis<\/h3>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/fDCg01wxhGKrql8hKXN0hPedCZY=\/123x0:979x571\/750x500\/data\/photo\/2021\/04\/14\/60770f1298b0f.png\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/fDCg01wxhGKrql8hKXN0hPedCZY=\/123x0:979x571\/750x500\/data\/photo\/2021\/04\/14\/60770f1298b0f.png\">kompas<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jenis manusia purba yang kedua adalah<em> Homo Floresiensis.<\/em> Sesuai\u00a0 dengan namanya, Floresiensis, maka manusia yang satu ini berhasil ditemukan di daerah Flores tepatnya di Nusa Tenggara Timur oleh Peter Brown tepatnya tahun\u00a0 2002 dan tergolong masih muda.<\/p>\n<p>Perlu kamu ketahui\u00a0 Sedulur, penemuan fosil yang satu ini, sempat menghebohkan masyarakat Indonesia karena diduga <em>Homo Floresiensis<\/em> merupakan nenek moyang dari pribumi Indonesia. Sesuai dengan namanya, <em>Homo Floresiensis<\/em> merupakan manusia yang berasal dari daerah Flores.<\/p>\n<p>Keunikan dari manusia purba\u00a0 yang satu ini adalah, tingginya yang hanya mencapai kurang lebih 1 meter. Sehingga banyak peneliti menganggap, bahwa manusia ini termasuk manusia Hobbit.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumput-fatimah\/\">Rumput Fatimah, Kenali Manfaat &amp; Bahayanya untuk Persalinan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>7. Homo Soloensis<\/h3>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sejarahindonesia.web.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/manusia-prasejarah-homo-soloensis.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"350\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.sejarahindonesia.web.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/manusia-prasejarah-homo-soloensis.jpg\">sejarahindonesia<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jenis manusia purba yang satu ini hampir sama dengan <em>Pithecanthropus Soloensis <\/em>yang juga\u00a0 ditemukan di wilayah Solo, Jawa Tengah. Meski sama-sama ditemukan di daerah Solo, namun keduanya ditemukan di daerah desa yang berbeda.\u00a0 Sesuai dengan namanya, <em>Homo Soloensis <\/em>memiliki arti manusia yang berasal dari Solo. Fosil dari jenis ini ditemukan oleh peneliti hebat\u00a0 yaitu von Koenigswald bersama dengan rekan-rekannya sekitar tahun 1931 lebih tepatnya\u00a0 di daerah Sangiran, Provinsi Jawa Tengah.<\/p>\n<h3>8. Homo Sapiens<\/h3>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/resize.hswstatic.com\/w_1200\/gif\/losthumans1.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"674\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/resize.hswstatic.com\/w_1200\/gif\/losthumans1.jpg\">howstuffworkswiki<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Berbeda dengan jenis manusia purba lainnya, <em>Homo Sapiens <\/em>merupakan jenis yang memiliki tingkat kecerdasan tertentu dan sifatnya yang bijaksana. Mengapa bisa manusia ini, dikatakan sangat pintar? Ya kata pintar diambil dari nama <em>Sapiens<\/em>. <em>Sapiens <\/em>memiliki sebuah arti manusia yang bijaksana.<\/p>\n<p>Fosil yang satu ini ditemukan oleh von Koenigswald bersama dengan rekan-rekannya sekitar tahun 1931 sampai dengan tahun 1934. Hal yang paling kamu perlu ingat Sedulur tentang manusia jenis ini, ternyata masuk dalam kategori umum. Jadi, kamu wajib tahu,\u00a0 jika <em>Homo Soloensis,<\/em> Wajakensis dan <em>Floresiensis<\/em> masuk dalam\u00a0 kategori <em>Homo Sapiens.<\/em><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Demikian ulasan mengenai manusia purba dan jenis-jenisnya yang berhasil di temukan\u00a0 di Indonesia. Semoga menambah ilmu pengetahuan Sedulur tentang bagaimana\u00a0 peradaban manusia yang pernah hidup di muka bumi ini dan seperti apa hidupnya. Jika ingin belajar tentang lebih dalam, bisa datang ke Museum Sangiran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":18,"featured_media":30147,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3673,3671,3672],"class_list":["post-30140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-manusia","tag-manusia-purba","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-07T11:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-07T07:29:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/\",\"name\":\"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-07T11:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-07T07:29:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\"},\"description\":\"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\",\"name\":\"Bayu Chandra Kumara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Chandra Kumara\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya","description":"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya","og_description":"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-07T11:00:56+00:00","article_modified_time":"2022-01-07T07:29:43+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bayu Chandra Kumara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bayu Chandra Kumara","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/14-3.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/","name":"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-07T11:00:56+00:00","dateModified":"2022-01-07T07:29:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d"},"description":"Berikut adalah penjelasan lengkap terkait jenis manusia purba yang pernah hidup di muka bumi khususnya di Indonesia","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manusia-purba\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Jenis Manusia Purba Di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d","name":"Bayu Chandra Kumara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Chandra Kumara"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30140"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30140"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30306,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30140\/revisions\/30306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}