{"id":29711,"date":"2022-01-05T15:00:29","date_gmt":"2022-01-05T08:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=29711"},"modified":"2022-01-04T22:47:13","modified_gmt":"2022-01-04T15:47:13","slug":"milia-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/","title":{"rendered":"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada jurnal yang ditulis <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gallardo Avila dan Mendez<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, milia adalah penyakit sejenis kista jinak yang terbentuk karena tumpukan keratin dan sel kulit mati di bawah lapisan kulit. Milia bisa tumbuh di seluruh area kulit, terutama bagian wajah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milia biasanya menyerang bayi, tetapi juga orang dewasa. Tidak ada efek samping dari milia kecuali rasa tak nyaman dan kurang percaya diri.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pengguna <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">makeup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, milia bisa mengurangi tampilannya karena menampakkan tekstur yang mengganggu pada permukaan kulit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu banyak orang mencoba menghilangkannya. Istilah awam dari milia adalah bruntusan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">milk spot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentunya, ada faktor penyebab milia yang perlu kita tahu. Untuk itu, silakan gulir ke bawah dan mari melongok seluk beluk milia lebih dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cara-menghilangkan-bruntusan-di-jidat\/\">18 Cara Menghilangkan Bruntusan di Jidat &amp; Wajah yang Benar<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Tipe dan karakter milia\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_29714\" aria-describedby=\"caption-attachment-29714\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-29714 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-maksim-goncharenok-4662950-570x468.jpg\" alt=\"tipe dan karakter milia adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29714\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milia ternyata terdiri dari dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Apa bedanya?<\/span><\/p>\n<h3><b>Milia primer\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, milia primer adalah benjolan kecil yang muncul di dekat mata, dahi, pipi, bahkan organ kelamin. Anak-anak dan orang dewasa memiliki risiko yang sama. Milia primer tidak digolongkan sebagai kelainan pada kulit. Ia muncul dan akan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu sebulan. Milia primer banyak dipengaruhi oleh faktor genetik karena muncul sejak lahir.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Milia sekunder\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan milia sekunder. Milia sekunder di wajah adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebih dan trauma yang didorong oleh penggunaan bahan aktif yang keras pada skincare atau bisa pula karena prosedur kecantikan tertentu seperti laser. Jika milia primer bersifat genetik, milia sekunder muncul karena kecerobohan kita dalam merawat wajah. Tak heran, bila kondisi ini lebih banyak menyerang orang dewasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Penyebab munculnya milia di wajah\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_29716\" aria-describedby=\"caption-attachment-29716\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-29716 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-cottonbro-4046316-570x468.jpg\" alt=\"Penyebab milia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29716\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ada beberapa hal yang menyebabkan kemunculan milia di wajah adalah faktor dari luar dan dalam. Berikut beberapa alasannya.<\/p>\n<h3><b>Penggunaan <\/b><b><i>skincare<\/i><\/b><b> yang menyumbat pori<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab milia sekunder adalah bahan-bahan skincare yang dikenal keras dan bisa menyumbat pori. Merujuk pada situs <\/span><a href=\"https:\/\/skinutritious.com\/blogs\/articles\/comedogenic-ingredients-official-skinutritious-list\"><span style=\"font-weight: 400;\">Skin Nutritious<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bahan-bahan tersebut antara lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mineral oil, coconut butter, beeswax, lanolin, isopropyl isostearate, isostearic acid, isopropyl myristate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, minyak zaitun, minyak kelapa, minyak jojoba, dan lain sebagainya. Daftar lengkapnya bisa Sedulur cek sendiri di tautan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua orang akan mengalami <em>breakout<\/em> dan milia setelah menggunakan bahan-bahan tersebut. Semua tergantung pada kondisi dan ketahanan kulit masing-masing individu. Namun, biasanya bahan-bahan komedogenik tersebut memang tidak disarankan untuk orang yang memiliki kulit berminyak dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">acne prone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Kurang eksfoliasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit manusia pada dasarnya bisa melakukan eksfoliasi secara otomatis dalam kurun waktu tertentu. Gunanya untuk mengganti sel kulit mati dengan yang baru. Namun, kemampuan ini akan berkurang seiring pertambahan usia. Hal ini yang menyebabkan di usia 20-an, orang mulai mengalami masalah kulit, termasuk salah satunya milia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, Sedulur disarankan untuk mempercepat atau mendorong eksfoliasi dengan menggunakan produk-produk yang mengandung asam AHA atau BHA. Mereka bisa mempercepat pergantian sel dan membuat wajah tampak bersinar. Namun, harus diimbangi dengan penggunaan pelembab dan tabir surya karena asam bisa membuat kulit kita lebih kering dan sensitif pada matahari.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Malas membersihkan wajah dengan seksama\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan ini bisa meninggalkan residu yang akhirnya menumpuk dan menyumbat pori. Terutama untuk Sedulur yang rutin menggunakan makeup, membersihkan wajah dengan seksama wajib dilakukan. Bila perlu lakukan double cleansing dengan menggunakan sabun pembersih ditambah micellar water.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa sih menggunakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> cleansing balm <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terlebih dahulu. Namun, segera bersihkan benar-benar dengan pembersih <em>water-based<\/em>. Jangan sampai meninggalkan residu, ya. Pasalnya jerawat milia kemunculannya karena pori-pori yang tersumbat. Biasanya\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cleansing balm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">oil-based skincare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa menyumbat pori dan mendorong penyakit ini muncul.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Kurang istirahat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab lain dari milia mata adalah kurang istirahat. Tidur adalah bagian penting dalam metabolisme seseorang. Saat tidur, tubuh kita bekerja membersihkan sel-sel yang tidak dibutuhkan. Termasuk sel kulit mati di wajah. Untuk itu, tidur cukup adalah salah satu kunci penting untuk mendorong proses eksfoliasi alami dan membuat kita merasa segar dan bugar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Memiliki kondisi klinis khusus seperti rosacea dan eczema<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dengan kelainan kulit seperti rosacea, eczema, dan seborrheic dermatitis memiliki risiko lebih tinggi terkena milia. Ini karena kondisi tersebut menyisakan trauma, ruam, dan luka pada kulit yang bisa memicu milia terbentuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/toner-untuk-bruntusan\/\">10 Rekomendasi Toner Untuk Wajah Bruntusan yang Ampuh<\/a><\/p>\n<h2><b>3. Cara mengatasi jika sudah terlanjur muncul\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_29718\" aria-describedby=\"caption-attachment-29718\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-29718 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-victografi-6832473-570x426.jpg\" alt=\"cara mengatasi\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29718\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila milia sudah terlanjur terbentuk pada kulit wajahmu, Sedulur bisa melakukan cara-cara berikut untuk mengobati milia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Eksfoliasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksfoliasi bisa dilakukan sendiri di rumah dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> toner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pembersih wajah yang mengandung asam AHA atau BHA. Ikuti prosedur pada kemasan produk, beberapa memang bisa dipakai setiap hari, tetapi ada pula yang hanya disarankan untuk dipakai beberapa kali dalam seminggu. Biasanya toner aman dipakai tiap hari pagi dan malam, tetapi untuk produk pembersih yang menawarkan peeling atau eksfoliasi hanya dipakai seminggu sekali saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksfoliasi bisa pula dilakukan dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrub<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> wajah. Baik produk pabrikan atau buatan rumah dengan bahan-bahan dapur. Pastikan bulir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrub<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> halus agar tidak mengiritasi atau menimbulkan trauma pada kulit, ya. Obat milia di apotik yang satu ini bisa ditemukan dengan di minimarket juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b><i>Chemical peels\u00a0<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara lainnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chemical peels<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Cara ini hanya bisa Sedulur lakukan dengan pergi ke klinik kulit atau kecantikan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chemical peels<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ada beberapa macam tergantung dengan tingkat kedalamannya. Kulit akan dioles dengan cairan asam khusus dan ia akan mengelupas secara bertahap dalam beberapa hari. Obat atau larutan asam yang dipakai cukup keras, jadi harus di bawah pengawasan dokter spesialis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Serum retinol\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serum retinol juga banyak dipakai sebagai obat milia. Ini karena retinol memiliki fungsi menyamarkan tekstur pada wajah, baik itu kerutan atau benjolan. Retinol bisa Sedulur temukan dalam bentuk serum atau krim mata. Silakan cari yang konsentrasinya rendah dulu jika belum pernah mencoba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retinol tidak hipoalergenik dan berisiko memunculkan iritasi pada sebagian individu. Ada baiknya dicoba dulu di satu titik sebelum memolesnya di wajah secara keseluruhan. Retinol dipakai pada malam hari saja sebelum tidur setelah membersihkan wajah dan memakai toner. Setelah retinol, jangan lupa memulas pelembab.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Tabir surya\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, jangan lupa untuk setia mengenakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. Milia muncul karena paparan sinar UV berlebih yang melukai kulit. Untuk itu, tabir surya diciptakan guna memberikan proteksi pada kulit wajah. Untuk menghindari penyumbatan pori dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> breakout,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> silakan pilih yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water-based<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Sedulur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/penghilang-bekas-jerawat\/\">12 Rekomendasi Salep Penghilang Bekas Jerawat yang Ampuh<\/a><\/p>\n<h2><b>4. Cara mencegah milia agar tak datang lagi<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_29719\" aria-describedby=\"caption-attachment-29719\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-29719 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/pexels-polina-kovaleva-5927879-570x468.jpg\" alt=\"cara mencegah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29719\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/photo\/young-woman-in-bathrobe-applying-cosmetic-mask-on-face-5927879\/\">Pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Berikut kiat agar milia tak lagi datang mengganggumu.\u00a0<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Bersihkan wajah dengan lebih teliti<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tak ada lagi residu yang berisiko memicu munculnya milia dan jerawat pada umumnya. Bila perlu lakukan pembersihan dua kali dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water-based cleanser<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menghindari penyumbatan pada pori karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skincare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berbahan dasar minyak.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Rajin eksfoliasi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dengan toner seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Tambah dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrub <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">setidaknya seminggu sekali atau bila sangat sibuk, dua minggu sekali.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Selalu pakai tabir surya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> saat beraktivitas di pagi dan siang hari. Terutama di bagian wajah yang rawan terpapar dan rusak. Selain mencegah milia, tabir surya bisa melindungi kita dari risiko melasma dan hiperpigmentasi, serta masalah kulit lainnya. Sepele, tapi penting.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tidur dan minum yang cukup. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Seberapa sibuknya kita sempatkan untuk tetap istirahat. Begitu pula dengan kebiasaan minum air putih yang terbukti bisa membantu tubuh membuang racun dan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Tambah dengan gaya hidup sehat, makan cukup serat dan olahraga. Kebiasaan sehat ini secara tak langsung membuat kulit tampak lebih bening bersinar. Buktikan, deh.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu beberapa hal tentang milia yang sudah Sedulur ketahui. Tentu ini hanya pengantar semata. Silakan dijadikan sebagai referensi untuk solusi masalah wajahmu. Jika belum berhasil, mungkin masalah milia adalah hal yang harus dikonsultasikan dengan sang ahli.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":29712,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[2086,3275,3576],"class_list":["post-29711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-jerawat","tag-masalah-kulit","tag-milia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-05T08:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-01-04T15:47:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"milia adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/\",\"name\":\"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-01-05T08:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2022-01-04T15:47:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya","description":"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya","og_description":"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-01-05T08:00:29+00:00","article_modified_time":"2022-01-04T15:47:13+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/1-1.jpg","width":682,"height":536,"caption":"milia adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/","name":"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-01-05T08:00:29+00:00","dateModified":"2022-01-04T15:47:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Milia adalah gumpalan keratin yang berada di bawah permukaan kulit. Beda dengan jerawat, ia lebih bandel. Cari tahu seluk beluknya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/milia-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit Milia: Gejala, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29711"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29779,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29711\/revisions\/29779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}