{"id":27106,"date":"2021-12-30T15:00:56","date_gmt":"2021-12-30T08:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=27106"},"modified":"2021-12-15T20:01:12","modified_gmt":"2021-12-15T13:01:12","slug":"gunung-slamet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/","title":{"rendered":"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus &#038; Terbelahnya Pulau Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang sering menjadi destinasi bagi para pendaki. Hal ini karena gunung tersebut adalah gunung tertinggi kedua di pulau Jawa. Selain itu, pemandangan indah dan menarik di sepanjang jalur pendakian yang dilalui tidak pernah bisa lepas dari penglihatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, sama seperti gunung yang lainnya, Gunung Slamet juga tidak lepas dari mitos yang beredar di masyarakat. Bahkan mitos yang paling terkenal adalah jika gunung ini meletus, maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Apakah mitos itu benar? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gunung-tertinggi-di-dunia\/\">10+ Gunung Tertinggi di Dunia &amp; Asalnya yang Jarang Orang Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengenal Gunung Slamet<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_27138\" aria-describedby=\"caption-attachment-27138\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-27138\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/jalur-pendakian-gunung-slamet-570x468.jpg\" alt=\"jalur pendakian gunung slamet\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-27138\" class=\"wp-caption-text\">kompas.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mungkin Sedulur ada yang tau Gunung Slamet dimana? Ya, gunung ini membentang di antara 5 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Brebes, Pemalang, Banyumas, Purbalingga, dan juga Cilacap.\u00a0Dilansir dari artikel berjudul \u2018Studi Perbandingan Aktivitas Gunung Slamet: Periode Krisis 2019 dengan Erupsi 2014\u2019, Slamet termasuk gunung api tipe strato.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, gunung ini juga menjadi gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru. Adapun puncak Gunung Slamet berada di 3.432 meter di atas permukaan laut.\u00a0 Gunung ini mempunyai bentuk lereng yang cukup teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun belum pernah mengalami erupsi, baik itu kecil, sedang, maupun besar, akan tetapi Gunung Slamet pernah menunjukkan peningkatan aktivitasnya beberapa kali. Misalnya saja seperti yang terjadi pada tahun 2014 dan 2019 lalu.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cuaca-indonesia\/\">Kenali 6 Jenis &amp; Kondisi Cuaca di Indonesia yang Beriklim Tropis<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jalur pendakian Gunung Slamet<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1762px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static.gatra.com\/foldershared\/images\/2019\/shi\/06-Jun\/pendakian.jpg\" alt=\"gunung slamet dimana\" width=\"1772\" height=\"1182\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.gatra.com\/detail\/news\/421639\/gaya%20hidup\/pemkab-purbalingga-lepas-pengelolaan-pendakian-gunung-slamet-#\">gatra<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, bagi Sedulur yang berkeinginan mendaki Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa ini, sebenarnya ada banyak jalur pendakian yang bisa dilalui. Namun bagi Sedulur yang masih pemula, maka lebih disarankan untuk melalui jalur pendakian berikut ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Jalur pendakian via Bambangan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yang pertama ada jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Banyak yang mengatakan ini adalah jalur yang paling disarankan karena telah dikelola dengan baik. Karena kepopulerannya, membuat jalur ini selalu ramai terutama di akhir pekan juga hari libur nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jalur ini mempunyai durasi pendakian paling singkat dari jalur yang lainnya. Hanya dengan durasi 7 sampai 8 jam melewati 9 pos, kamu sudah sampai puncaknya. Di jalur ini, Sedulur juga bisa menemukan jasa pemandu atau porter dengan mudah.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Jalur via Bambangan ini lokasinya ada di Jalan Raya Gunung, Bambangan, Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Jalur pendakian via Gunung Malang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gunung Malang sendiri ada di bagian selatan dari Gunung Slamet. Ini adalah salah satu jalur pendakian yang sangat cocok bagi para pendaki pemula. Jalur ini terletak tidak jauh dari jalur via Bambangan juga sudah diresmikan oleh perhutani dan PA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Medan yang harus dilalui cukup ringan sampai dengan Pos 3, kemudian baru menanjak hingga ke Pos 5 alias puncak gunung. Setelah itu, trek pendakian akan menurun sampai akhirnya tiba di pos puncak.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Kamu bisa mencapai semua pos dalam jangka waktu 8-9 jam. <em>Basecamp\u00a0<\/em>dari pendakian via Gunung Malang tini ada di di Clekatakan, Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Jalur pendakian via Dipajaya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian yang ketiga ada jalur pendakian via Dipajaya. Jalur ini bisa dijadikan sebgaai alternatif lain di jalur via Bambangan. Kamu akan melewati Pos 1 dan Pos 2 yang berbeda dari jalur Bambangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, dilanjutkan dengan Pos 3 hingga ke puncak dengan rute yang sama seperti jalur Bambangan. Jika dibandingkan dengan jalur tersebut, jalur ini akan memangkas waktu dua jam. Walaupun begitu,\u00a0 medan yang terjal membuat kamu harus ekstra berhati-hati ketika melewatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, panorama yang disuguhkan sangatlah memukau. Selain pemandangan pegunungan, Sedulur juga bisa melihat hamparan pantai utara Jawa. Alamat dari\u00a0basecamp\u00a0Dipajaya ada di Clekatakan, Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mistos Gunung Slamet<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/inibaru.id\/uploads\/2018\/pendaki-gunung-slamet-harus-dibekali-surat-dokter-ZqQwJJk2qG.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/inibaru.id\/uploads\/2018\/pendaki-gunung-slamet-harus-dibekali-surat-dokter-ZqQwJJk2qG.jpg\">inibaru<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika Gunung Slamet juga tidak lepas dari keberadaan mitos layaknya gunung yang lain. Ada satu hal menarik terkait jika kelak gunung ini mengalami erupsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari jurnal ilmiah kependidikan yang bertajuk \u2018<em>uru Kunci Gunung Slamet: Biografi Warsito<\/em>, letusan gunung yang satu ini akan membuat Pulau Jawa terbelah menjadi 2 bagian jika meletus. Kemungkinan hal ini dipicu oleh munculnya rekahan besar yang berada dari sisi utara hingga sampai ke sisi selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan begitu, air laut akan mengalir masuk dan kemudian menjadi satu arus. Mitos tersebut terus menjadi buah bibir masyarakat yang tinggal di sekitarnya, terlebih lagi di kalangan para pendaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, kepercayaan itu juga sering dikaitkan dengan peristiwa lamaran salah seorang Raja Kediri, Jayabaya. Dikatakan jika suatu saat Pulau Jawa ini akan terbelah menjadi dua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, dengan tujuan untuk menghormati penguasa di gunung ini, biasanya masyarakat setempat melakukan sebuah tradisi yang bernama Ruwat Bumi. Hal ini sering dan rutin dilakukan oleh warga Karang Reja, Kabupaten Purbalingga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, warga akan memberikan semacam sesajen berisikan wedang teh, hasil bumi, wedang kopi, dan wedang jembawuk. Hal ini merupakan bentuk harapan dari mereka agar terhindar dari letusan gunung dan juga mendapatkan ketentraman, keselamatan, serta keberkahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah sedikit informasi mengenai Gunung Slamet yang bisa dijelaskan untuk saat ini. Ya, sebenarnya soal mitos, itu kembali pada diri kita masing-masing. Memang ada orang yang benar-benar memegang teguh kepercayaan dan mitos tertentu. Kita juga harus menghormatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terlepas dari itu semua, kemegahan panorama yang ditampilkan dalam jalur pendakian Gunung Slamet memang sangat menakjubkan. Bahkan pemandangan seperti ini, mungkin tidak akan bisa Sedulur temukan di gunung-gunung lainnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":27020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3256,3255],"class_list":["post-27106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung","tag-gunung-slamet"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mitos Gunung Slamet Jika Meletus &amp; Terbelahnya Pulau Jawa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus &amp; Terbelahnya Pulau Jawa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-30T08:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-15T13:01:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"gunung slamet\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/\",\"name\":\"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus & Terbelahnya Pulau Jawa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-12-30T08:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-15T13:01:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus &#038; Terbelahnya Pulau Jawa\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus & Terbelahnya Pulau Jawa","description":"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus & Terbelahnya Pulau Jawa","og_description":"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2021-12-30T08:00:56+00:00","article_modified_time":"2021-12-15T13:01:12+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/27-5.jpg","width":682,"height":536,"caption":"gunung slamet"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/","name":"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus & Terbelahnya Pulau Jawa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-12-30T08:00:56+00:00","dateModified":"2021-12-15T13:01:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Mengenal tentang Gunung Slamet mulai dari jalur pendakian dan mitos yang beredar mengenai terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gunung-slamet\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mitos Gunung Slamet Jika Meletus &#038; Terbelahnya Pulau Jawa"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27106"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27106"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27139,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27106\/revisions\/27139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}