{"id":26585,"date":"2021-12-14T20:45:16","date_gmt":"2021-12-14T13:45:16","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=26585"},"modified":"2021-12-14T13:52:04","modified_gmt":"2021-12-14T06:52:04","slug":"ayam-kampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/","title":{"rendered":"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Ayam kampung terkenal karena memiliki tekstur daging yang berbeda dari pada daging ayam pada umumnya. Ayam jenis kampung mempunyai daging yang sedikit alot namun cukup nikmat ketika dimasak secara benar. Biasanya, ayam jenis ini diolah untuk keperluan hajatan besar atau untuk campuran\u00a0 makanan.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, harga ayam kampung ternyata sangat tinggi di pasaran. Harga pasaran di tingkat peternak yang berlokasi di wilayah Jabodetabek, harga ayam kampung lokal hidup bisa dibanderol dengan harga sekitar Rp 35.000 sampai dengan Rp 40.000 per ekor\/kg. Sementara itu, ayam joper berada dalam kisaran Rp 28.000 s\/d Rp 30.000. Jadi perbedaan harganya selisih Rp 7.000- Rp 10.000.<\/p>\n<p>Ayam joper merupakan persilangan dengan indukan dari ayam petelur atau dikenal dengan ayam merah. Ayam betina ini lalu kemudian, dikawinkan dengan\u00a0 ayam kampung jantan, dan biasanya ayam bangkok, untuk menghasilkan bibit ayam joper.<\/p>\n<p>Tahukah Sedulur,\u00a0 apabila kamu lihat dari kacamata kesehatan, ayam jenis ini lebih aman untuk dikonsumsi. Terlebih jika Sedulur mencoba untuk membesarkannya sendiri dengan cara budidaya ayam kampung berikut ini.<\/p>\n<p>Berbicara mengenai budidaya jenis ayam ini, tim Aplikasi Super sudah memberikan pandangannya mengenai cara budidaya yang baik dan benar buat Sedulur yang berminat menangkarkannya. Yuk simak ulasannya di bawah ini<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0 :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/plastisin-terbuat-dari\/\">Plastisin Terbuat dari Tepung, Jadi Kerajinan Unik &amp; Bermanfaat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>1. Sistem umbaran<\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sinauternak.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/ternak-ayam-kampung-semi-intensif-1024x576.jpg\" alt=\"Ladang Uang Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Untung Besar\" width=\"1024\" height=\"576\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/sinauternak.com\/3-macam-sistem-beternak-ayam-kampung\/\">sinauternak<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Pertama yang harus kamu ketahui, adalah menggunakan sistem umbaran. Dalam sistem ini, kamu membiarkan ayam berkeliaran secara bebas di pekarangan rumah tanpa perlu repot-repot dimasukkan ke kandang ayam. Namun, meski demikian Sedulur harus tetap mempersiapkan sebuah kandang yang layak untuk ayam-ayam Sedulur.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan sistem ini, setidaknya Sedulur tidak terlalu banyak mengeluarkan\u00a0 uang. Sebab, sistem ini bisa menekan biaya pakan\u00a0 yang saat ini tidaklah murah. Ayam pun juga akan berkeliaran sendiri hanya untuk mencari makan. Meski demikian, cara seperti ini ternyata tidak efektif. Sebab, pertumbuhan ayam jadi tidak terlalu intensif dan sifat ayam pun akan\u00a0 menjadi lebih liar.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/kerajinan-dari-botol\/\">12 Kerajinan dari Botol Bekas, Jadi Peluang Usaha &amp; Bisa Cuan!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>2. Sistem semi intensif<\/h2>\n<figure style=\"width: 748px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hewan.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Ternak-Ayam-Kampung-Semi-Intensif-758x426.jpg\" alt=\"Ladang Uang Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Untung Besar\" width=\"758\" height=\"426\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/hewan.id\/ternak\/ayam-kampung-semi-intensif.html\">semiintensif<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya menggunakan sistem semi intensif. Ya sistem ini mirip dengan penjelasan sistem sebelumnya. Di mana dalam budidaya ayam kampung membatasi ruang gerak ayamnya. Tentu saja ayam yang tidak bergerak bisa menghasilkan sebuah daging yang lebih banyak. Selain itu, kamu juga sebaiknya\u00a0 harus membuat kandang yang diisi satu ayam jantan, dan beberapa ayam betina dalam mempercepat proses perkembang biakan.<\/p>\n<p>Ketika dalam proses bertelur, Sedulur juga bisa memisahkan telor ayam kampung dan selanjutnya menetaskannya menggunakan sebuah inkubator. Meski demikian, Sedulur pasti akan mengeluarkan biaya pakan ayaam yang mungkin saja menjadi lebih, sebab ruang geraak untuk ayam jenis ini akan semakin dibatasi.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/parcel-buah\/\">Jadi Peluang Usaha, Ini 8 Kreasi Parcel Buah yang Cantik<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>3. Persiapan kandang<\/h2>\n<figure style=\"width: 597px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.pertanianku.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Perhatikan-Jumlah-Ayam-untuk-Peremajaan-Sesuai-dengan-Kandang-yang-Tersedia.jpg\" alt=\"Ladang Uang Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Untung Besar\" width=\"607\" height=\"414\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.pertanianku.com\/persiapan-kandang-ayam\/\">bidangpertanian<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika Sedulur tertarik dalam menekuni ternak ayam kampung,\u00a0 maka hal yang wajib dipersiapkan selanjutnya adalah, siapkan kandang untuk ayam-ayammu. Supaya fungsi kandang bisa lebih maksimal, Sedulur wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li>Posisi letak kandang, harus berdekatan dengan rumah, supaya pengawasannya lebih mudah<\/li>\n<li>Dalam membangun kandang, Sedulur bisa menggunakan bahan bambu, kayu atau sebuah sel khusus ayam kampung untuk bertelur. Dan pastikan buat dengan rapat, supaya tidak ada hewan yang masuk.<\/li>\n<li>Pastikan pula tinggi kandang minimal 3 meter<\/li>\n<li>Lalu sekat kandang menjadi dua area, untuk ayam dewasa dan untuk anakan ayam<\/li>\n<li>Jangan lupa, seminggu sebelum ditempati oleh ayam, semprot dulu kandang dengan menggunakan cairan pestisida organik yang berguna untuk menghilangkan parasit-parasit pengganggu<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/jualan-nasi-goreng\/\">Lirik Usaha Nasi Goreng, Modal Awal &amp; Keuntungannya, Tertarik?<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>4. Memilih induk ayam kampung<\/h2>\n<figure style=\"width: 869px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/hijauku.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ayam-kampung.png?fit=879%2C564\" alt=\"Ladang Uang Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Untung Besar\" width=\"879\" height=\"564\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"http:\/\/hijauku.net\/cara-ternak-ayam-kampung\/\">generasihijau<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Langkah selanjutnya yang wajib Sedulur perhatikan sebelum menekuni ternak ayam petelur adalah, memilih indukan ayam kampung yang bagus. Dalam budidaya ayam kampung yang sukses biasanya akan dimulai dari pemilihan induk yang unggul.<\/p>\n<p>Berikut perhatikan ketentuan indukan yang baik dan layak untuk diternakan<\/p>\n<ul>\n<li>Indukan jantan, harus bisa berkokok dengan suara yang lantang, lalu memiliki bulu yang mengkilap, aktif dalam bergerak, sehat dan juga tidak ada kecacatan.<\/li>\n<li>Sementara itu, untuk indukan betina harus memiliki warna yang menarik, bulunya mengkilap, ukuran tubuh besar, siap kawin, aktif dalam bergerak, sehat dan terakhir tidak mengalami kecacatan.<\/li>\n<li>Ketiga, tidak ada patokan perbandingan antara jantan dan betina, meski demikian, Sedulur bisa mengisi satu kandang dengan 1 jantan dan juga 10 betina.<\/li>\n<li>Terakhir, setelah indukan dipilih, lalu tempatkan ke dalam kandang.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA :\u00a0<\/strong><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/bisnis-modal-kecil\/\">12 Jenis Bisnis Modal Kecil yang Untung Besar, Patut Dicoba!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>5. Mengawinkan indukan<\/h2>\n<figure style=\"width: 635px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.agronet.co.id\/files\/media\/news\/images\/645x372\/-_201214113908-401.jpg\" alt=\"Ladang Uang Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Untung Besar\" width=\"645\" height=\"372\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.agronet.co.id\/detail\/indeks\/tips\/6067-Memilih-Induk-dan-Mengawinkan-Ayam-Kampung\">agronet<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya dalam ilmu ternak ayam, jika sudah mendapatkan indukkan dan menempatkannyta di kandang biarkan si indukkan ini beradaptasi terlebih dahulu. Dan jangan lupa, selama\u00a0 proses adaptasi, berikan asupan makanan yang bergizi.<\/p>\n<p>Proses perkawinan tidak akan bisa kamu percepat. Sebab, seluruh prosesnya terjadi secara alamiah saat indukkan memang sudah benar-benar siap untuk kawin. Untuk indikator keberhasilan dalam perkawinan,\u00a0 Sedulur bisa melihat perilaku ayam betina yang akan menjadi lebih rewel dan terus berkokok. Jika sudah seperti itu, yang bisa kamu lakukan adalah memisahkannya.<\/p>\n<p>Kamu harus memisahkan ayam betina dan menempatkannya pada suatu tempat yang khusus untuk proses bertelur. Rata-rata, telur yang dihasilkan dari ayam petelur bisa mencapai 5-14 butir dalam sekali bertelur.<\/p>\n<p>Banyak sekali keuntungan bilamana Sedulur mengonsumsi telur ayam kampung. Manfaat telor ayam kampung yaitu, untuk menyehatkan mata, menekat resiko sakit jantung bahkan menstabilkan kadar kolesterol dalam tubuh.<\/p>\n<h2>6. Menetaskan telur<\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.kuli.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mesin-Penetas-1280x640.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"640\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.kuli.co.id\/kuli\/cara-menetaskan-yang-baik-benar\/\">kelompokusahalestaritanisumbawa<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bilamana Sedulur sudah mengumpulkan telur ayam, maka selanjutnya adalah proses penetasan. Cara paling cepat dan sangat dianjurkan adalah menggunakan inkubator. Sebab, telur bisa menetas dalam kurun waktu 14-20 hari.<\/p>\n<p>Nah, sebelum benar-benar menetaskannya,\u00a0 berikut hal-hal yang mesti Sedulur jalankan atau ketahui sebelumnya.<\/p>\n<ul>\n<li>Sesuaikan ukuran kotak penetasan<\/li>\n<li>Gunakan juga lampu dengan kapasitas cahaya 10 watt, bohlam atau menggunakan neon<\/li>\n<\/ul>\n<h2>7. Memelihara anakan<\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arenahewan.com\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/Anak-Ayam-1280x720.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/arenahewan.com\/cara-memelihara-anak-ayam-dengan-baik\">arenahewan<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Sedulur wajib tahu juga, penempatan anakan yang sudah menetas harus diletakan di bagian kandang khusus anakan. Anakan ini pun juga sangat memerlukan sebuah perawatan yang intensif dan dengan pemberian makan khusus berupa jagung yang sudah digiling atau sudah dihaluskan.<\/p>\n<p>Sedulur harus memberikan pakan tersebut sampai anakan sudah berusia kurang lebih dua bulan. Selanjutnya, jika sudah lewat dari dua bulan, pindahkan anakan ke bagian kandang dewasa<\/p>\n<h2>8. Pengendalian hama penyakit ayam kampung<\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-eafnjYPi6zg\/VC-I7SnwYHI\/AAAAAAAAA6c\/YdZ8T1Wztfc\/s1600\/DSCI0206.JPG\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><a href=\"http:\/\/www.agrotekno.net\/2014\/10\/mengenal-hama-dan-penyakit-hewan-unggas.html\">mitraagrobisnis<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Terakhir yang wajib Sedulur pahami adalah, bagaimana dalam mengendalikan hama ayam kampung. Pengendalian hama penyakit sangat penting karena ini menyangkut kesehatan ayam Sedulur. Serangan hama seperti tikus\/hewan liar dan macam-macam penyakit akibat bakteri, jamur atau virus yang pada dasarnya tidak jauh berbeda. Nah, berikut ini adalah cara mencegah serangan hama-penyakit pada ayam kampung<\/p>\n<ul>\n<li>Sedulur wajib menjaga sanitasi kandang, peralatan dan anak kandang\/peternak<\/li>\n<li>Berikan pakan atau semacam suplemen yang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ayam kampung.<\/li>\n<li>Lakukan semacam vaksinasi secara teratur, untuk hewan ternak ayam Sedulur.<\/li>\n<li>Langkah keempat yang tidak boleh dilewatkan adalah, pembersihan (biosecurity) supaya penyakit tidak mudah menyerang ayam kampung Sedulur.<\/li>\n<li>Jangan lupa melakukan kontrol terhadap hama atau binatang lain yang bisa berpotensi mengganggu hewan ternak.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Demikian\u00a0 ulasan mengenai tata cara merawat ayam kampung yang bisa Sedulur coba di rumah Apabila Sedulur berminat menekuni ternak ayam ini, pastikan selalu mengikuti langkah-langkah agar sesuai dengan prosedur dan Sedulur bisa menikmati hasilnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":18,"featured_media":26718,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[2780,3184,3185],"class_list":["post-26585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","tag-budidaya","tag-budidaya-hewan","tag-ternak-ayam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-14T13:45:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-14T06:52:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\",\"name\":\"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-12-14T13:45:16+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-14T06:52:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\"},\"description\":\"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\",\"name\":\"Bayu Chandra Kumara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Chandra Kumara\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula","description":"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula","og_description":"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2021-12-14T13:45:16+00:00","article_modified_time":"2021-12-14T06:52:04+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bayu Chandra Kumara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bayu Chandra Kumara","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/25-1-1.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/","name":"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-12-14T13:45:16+00:00","dateModified":"2021-12-14T06:52:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d"},"description":"Buat Sedulur yang tertarik ingin menekuni ternak ayam kampung, pastikan pahami beberapa syarat penting berikut ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, Untuk Pemula"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d","name":"Bayu Chandra Kumara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Chandra Kumara"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26585"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26585"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26585\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26719,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26585\/revisions\/26719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}