{"id":26309,"date":"2021-12-14T11:00:00","date_gmt":"2021-12-14T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=26309"},"modified":"2021-12-13T11:23:37","modified_gmt":"2021-12-13T04:23:37","slug":"hari-ibu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/","title":{"rendered":"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Ibu adalah peringatan universal yang dirayakan semua orang di dunia. Bedanya ada pada tanggal, nih. Di Indonesia, Hari Ibu Nasional ditetapkan pada 22 Desember tiap tahunnya. Beda dengan mayoritas negara lain yang merayakannya pada bulan Mei atau bahkan Februari di negara-negara Skandinavia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski berbeda-beda, esensi perayaannya sama, kok. Menghargai jasa dan pengorbanan seorang ibu. Di beberapa negara, Hari Ibu dijadikan satu dengan Hari Perempuan dengan alasan ibu atau tidak, perempuan punya tempat spesial di masyarakat dan patut dapat penghargaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagaimana sih sejarah penetapan tanggal ini? Yuk, langsung cari tahu sejarah Hari Ibu di Indonesia. Biar di hari-H nanti Sedulur tak hanya sekedar ikut seru-seruan, tetapi makin mengena perayaannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pahlawan-nasional\/\">18 Tokoh Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangannya<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Sejarah Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia I<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_26311\" aria-describedby=\"caption-attachment-26311\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26311 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/first-womens-congress-in-yogyakarta-december-22-1928-repro-570x468.jpg\" alt=\"hari ibu\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26311\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.indoleft.org\/news\/2018-12-22\/marking-1928-womens-congress-activists-highlight-protection-for-women-workers.html\">indoleft.org<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari liputan<\/span><a href=\"https:\/\/tirto.id\/kongres-perempuan-indonesia-menginspirasi-lahirnya-hari-ibu-caDT\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Tirto<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Pesertanya ada sekitar 600 orang merujuk pada laporan yang ditulis Rangkajo Chairoel Sjamsoe Datok Toemenggoeng, istri Datoek Toemenggoeng. Dari laporan acara tersebut terlihat bahwa para pesertanya kebanyakan adalah istri tokoh-tokoh perjuangan yang juga aktif dalam organisasi dan serikat nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kongres tersebut menyinggung nilai-nilai emansipasi dan feminisme, termasuk penolakan pada perkawinan anak hingga kritik pada sistem masyarakat patriarki yang sering mengesampingkan serta meremehkan perempuan. Dibahas pula tuntutan dan gagasan agar anak perempuan bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak laki-laki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada situs<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> indonesia.go.id<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, ada tiga hal penting yang menjadi mosi atau tuntutan di Kongres Perempuan pertama ini. Pertama, akses pendidikan yang lebih luas untuk perempuan, dilanjut aturan baru tentang pernikahan agar tidak merugikan pihak perempuan, serta yang terakhir bantuan sosial untuk ibu tunggal dan anaknya yang membutuhkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal menarik lainnya di kongres ini adalah nilai sekularisme yang sengaja dihadirkan agar kongres berjalan netral dan minim konflik. Tidak ada nilai agama yang dibawa, bahkan anggota yang merupakan bagian dari organisasi keagamaan tidak diperkenankan menjadi ketua. Semua orang dianggap sama dan punya nilai yang sejalan yaitu memperjuangkan keadilan untuk kaum perempuan tak peduli latar ras dan agamanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Kongres Perempuan Indonesia bukan gertakan semata\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_26313\" aria-describedby=\"caption-attachment-26313\" style=\"width: 470px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26313 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/3-Figure1-1.png\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"310\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26313\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/www.semanticscholar.org\/paper\/International-Feminism-from-an-Asian-Center%3A-The-as-Nijhawan\/c0f758b3a2f1f033f4e4820dc0f9c3faa174d377\">semanticscholar.org<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kongres tersebut tak hanya diadakan sekali tanpa gerakan lanjutan. Justru dari situ terbentuklah himpunan perempuan yang awalnya bernama Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI), tetapi kemudian diganti dengan Perserikatan Perhimpunan Isteri Indonesia (PPII). PPII ini yang menjadi perwakilan Indonesia di All-Asian Women\u2019s Conference (AAWC) 1931 yang diselenggarakan di Lahore yang saat itu masih menjadi teritori India.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip tulisan <\/span><a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/full\/10.1080\/09612025.2016.1163924\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumita Mukherjee<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Women\u2019s History Review, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">AAWC merupakan konferensi idealis yang berusaha mengangkat isu feminisme dari sudut pandang perempuan Asia. Selama ini feminisme selalu berakar pada budaya Barat yang diusung perempuan kulit putih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak berapa lama dari konferensi tersebut, Kongres Perempuan Indonesia II diadakan di Jakarta pada Agustus 1935. Disusul kongres ketiga pada Juli 1938. Isu yang disinggung masih sama, seputar pendidikan serta keadilan dalam pernikahan. Ditambah isu perburuhan yang menunjukkan bahwa makin banyak perempuan yang bekerja di sektor publik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kedua kongres ini juga muncul kesadaran bahwa perempuan pun punya andil dalam perjuangan kemerdekaan, sama dengan tokoh-tokoh laki-laki. Ini terlihat dari kemunculan tokoh-tokoh perempuan nasionalis yang berani menyuarakan penolakannya pada kolonialisme, seperti Rasuna Said misalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kongres Perempuan terakhir terlaksana pada tahun Juli 1941 sebelum kedatangan Jepang ke nusantara. Di konferensi ini, peran perempuan dalam penyelenggaraan pemerintah makin nyata. Isu-isu yang diangkat mengarah pada penambahan kuota tokoh perempuan dalam pemerintah daerah, peran organisasi perempuan dalam menolak militerisasi, serta pengajuan sistem pemerintahan parlementer. Tak lupa kesadaran bahwa perempuan punya peran penting dalam membesarkan generasi-generasi baru yang berwawasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <\/strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sejarah-hari-pahlawan\/\">Sejarah Hari Pahlawan dan Makna Perjuangan 10 November<\/a><\/p>\n<h2><b>3. Dekrit Presiden Tahun 1959 menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_26312\" aria-describedby=\"caption-attachment-26312\" style=\"width: 502px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26312 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/unnamed.jpg\" alt=\"hari ibu\" width=\"512\" height=\"381\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26312\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"http:\/\/www.ipsnews.net\/2018\/03\/indonesias-women-activism-beyond-suffrage\/\">ipsnews.net<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan perempuan Indonesia akhirnya diakui oleh pemerintah lewat Dekrit Presiden Nomor 316 pada 1959. Presiden saat itu, Soekarno menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional. Tanggal tersebut diambil dari waktu penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia pertama yang menjadi awal mula persatuan pergerakan tokoh-tokoh perempuan di tanah air untuk memperjuangkan hak-hak dasar perempuan yang selama ini terabaikan, dimulai dari akses pendidikan dan keadilan dalam pernikahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari liputan <\/span><a href=\"https:\/\/aptisi.or.id\/2020\/12\/20\/tanggal-22-desember-ditetapkan-sebagai-hari-ibu-nasional-inilah-alasannya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Hari Ibu ditetapkan untuk melengkapi Hari Kartini yang menurut sebagian orang kurang bisa mewakili perjuangan perempuan di luar Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Makna Hari Ibu\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_26316\" aria-describedby=\"caption-attachment-26316\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26316 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/177094-web-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26316\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/artblart.com\/2014\/06\/15\/exhibition-garden-of-the-east-photography-in-indonesia-1850s-1940s-at-the-national-gallery-of-australia-canberra\/\">artblart.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjelasan tentang Hari Ibu tanggal berapa di atas juga bisa jadi wawasan baru untuk para Sedulur dalam memaknai 22 Desember. Ternyata ada perjuangan panjang yang dilakukan leluhur di balik kemudahan akses pendidikan dan hak-hak dasar lain yang bisa kita nikmati sekarang. Tentu keadilan yang ideal untuk perempuan belum tercipta di Indonesia, apalagi keamanan dan kenyamanan di tempat umum masih jadi problem di negeri ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Ibu juga hari di mana Sedulur baik laki-laki maupun perempuan sadar akan pentingnya peran ibu dan perempuan pada umumnya dalam menyuarakan hal-hal yang mungkin tak pernah dipikirkan oleh negarawan laki-laki. Tanpanya, tatanan masyarakat seperti yang bisa kita nikmati sekarang mungkin belum\u00a0 terwujud.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang Sedulur tak hanya tahu kapan Hari Ibu diperingati, tetapi juga paham makna dan sejarahnya yang panjang. Semoga kita bisa merayakannya dengan lebih khidmat dan penuh syukur tahun ini. Diiringi dengan semangat emansipasi yang sama dengan para leluhur yang sudah memperjuangkannya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":26362,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3137,3139,3138],"class_list":["post-26309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-hari-ibu","tag-hari-nasional","tag-sejarah-hari-ibu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-14T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-12-13T04:23:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"hari ibu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/\",\"name\":\"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-12-14T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2021-12-13T04:23:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia","description":"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia","og_description":"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2021-12-14T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2021-12-13T04:23:37+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/hari-ibu.jpg","width":682,"height":536,"caption":"hari ibu"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/","name":"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-12-14T04:00:00+00:00","dateModified":"2021-12-13T04:23:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Hari Ibu bukan cuma perayaan di ranah privat. Sejarahnya ternyata berkaitan dengan gerakan para tokoh nasionalis perempuan di masa kolonial.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-ibu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Perjuangan Pahlawan Wanita Indonesia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26309"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26309"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26360,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26309\/revisions\/26360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}