{"id":21659,"date":"2021-11-19T17:00:26","date_gmt":"2021-11-19T10:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=21659"},"modified":"2021-11-19T14:13:40","modified_gmt":"2021-11-19T07:13:40","slug":"phobia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/","title":{"rendered":"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Phobia adalah bentuk ketakutan berlebih pada benda, binatang, tempat, hingga kondisi tertentu Ini merupakan sebuah fenomena psikologi yang cukup umum di dunia.<\/span><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/mental-health\/conditions\/phobias\/overview\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> National Health Service Inggris<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengkategorikan phobia sebagai bagian dari<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> anxiety disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau gangguan kecemasan. Kadang phobia ini tidak disadari sampai seseorang berhadapan langsung dengan sumber ketakutannya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Phobia bukan sesuatu yang sepele. Orang bisa mengalami beberapa gejala sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pusing<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kaku, tidak bisa bergerak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehilangan konsentrasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mual\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berkeringat\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jantung berdebar\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Napas pendek hingga tersengal\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bergetar hebat\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perut terasa tak nyaman\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Phobia sendiri terdiri dari dua kategori, sederhana dan kompleks. Phobia sederhana tidak akan membawa masalah besar dan tidak akan kambuh selama pengidapnya tidak berhadapan langsung dengan sumber ketakutan. Beda dengan phobia kompleks yang bisa mengganggu kehidupan pengidapnya. Mari mengenal fenomena ini\u00a0 lebih jauh lewat macam-macam phobia di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/overthinking\/\">Kenali Tanda-tanda Overthinking yang Harus Kamu Hindari<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Phobia pada binatang tertentu\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21670\" aria-describedby=\"caption-attachment-21670\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21670 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/ed-van-duijn-UUdJ-0LQs0M-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21670\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/UUdJ-0LQs0M\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu jenis phobia paling umum adalah ketakutan berlebih pada binatang tertentu. Istilahnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">zoophobia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Paling sering adalah laba-laba, anjing, ular, tikus, dan lain sebagainya. Phobia pada binatang merupakan bentuk phobia sederhana yang mudah diatasi dengan cara menghindari sumbernya. Penyebab phobia tipe ini adalah trauma masa lalu yang berkaitan dengan satu binatang yang spesifik, ketakutan berlebih yang tidak bisa diatasi, atau bahkan menular dari anggota keluarga terdekat.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Takut ketinggian\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21671\" aria-describedby=\"caption-attachment-21671\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21671 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/tim-trad-AIwlyvpQJ18-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21671\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/AIwlyvpQJ18\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe ini masuk pula dalam kategori phobia sederhana dan dikenal dengan istilah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> acrophobia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya pengidapnya akan merasakan rasa tak nyaman berlebih saat berada di ketinggian tertentu, misalnya di gedung tinggi atau naik ke atas tangga. Sebenarnya semua orang memiliki rasa khawatir saat bersinggungan dengan ketinggian, tetapi pengidap acrophobia memiliki level kekhawatiran lebih dari orang biasa. Gejalanya biasa muncul sejak kanak-kanak, tetapi akan makin jelas saat mereka tumbuh dewasa. Phobia ketinggian bisa disembuhkan dengan terapi eksposur yaitu mendorong pengidap untuk merasakan ketakutan mereka dan membantunya menghadapi ketakutan tersebut. Agar lebih aman, biasanya digunakan bantuan teknologi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> virtual reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (VR).\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Phobia laut\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21673\" aria-describedby=\"caption-attachment-21673\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21673 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/giga-khurtsilava-5kwVYW8ZIHo-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21673\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/5kwVYW8ZIHo\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu phobia laut? Sesungguhnya ini adalah kondisi di mana seseorang merasa tak nyaman saat melihat laut yang luas dan dalam beserta isinya. Phobia ini dikenal pula dengan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">thalassophobia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan bisa disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang menyeramkan, menyaksikan suatu kejadian tak mengenakan berkaitan dengan laut, atau bahkan karena pengaruh film yang membekas di benak seseorang. Kadang orang tidak menyadari apa yang sebenarnya menyebabkan phobia dan umumnya ketakutan ini terbentuk sejak kecil.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Germaphobia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21674\" aria-describedby=\"caption-attachment-21674\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21674 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kelly-sikkema-iHYs3h94MNE-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21674\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/iHYs3h94MNE\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><em>Germaphobia<\/em> adalah ketakutan terekspos kuman dari permukaan benda atau apapun. Pengidapnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari sentuhan atau interaksi yang menurutnya akan mendorong transmisi kuman. Hal ini bisa mengganggu karena membuat orang lain tak nyaman, serta bisa membatasi gerak-gerik si penderita. Meskipun tentunya dengan kondisi pandemik sekarang, germaphobia mungkin lebih bisa ditoleransi, ya Sedulur.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Phobia darah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21677\" aria-describedby=\"caption-attachment-21677\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21677 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pawel-czerwinski-wZHDa7cD7Ps-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21677\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/wZHDa7cD7Ps\">unsplash <\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan kecemasan ini dikenal juga dengan nama hemophobia. Sesuai namanya, orang yang menderitanya akan merasakan gejala-gejala panik dan tak nyaman saat melihat darah. Seseorang dengan kondisi ini akan mengalami respon vasovagal, yaitu turunnya tekanan darah dan detak jantung. Saat itu terjadi, ia akan merasakan lemah dan pusing, hingga pingsan. Faktor risikonya beragam, bisa karena genetik hingga perlakuan terlalu protektif dari kedua orangtua atau pengasuh di masa kecil. Khawatir pada keselamatan si kecil boleh, tetapi pastikan masih dalam batas wajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/body-shaming\/\">Kenali Apa Itu Body Shaming: Definisi &amp; Dampak bagi Kesehatan<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Phobia jarum suntik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21675\" aria-describedby=\"caption-attachment-21675\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21675 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/hush-naidoo-jade-photography-Zp7ebyti3MU-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21675\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/Zp7ebyti3MU\">Unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dapat t<span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">erbentuk sejak kecil karena anak-anak cenderung merasa tak nyaman saat ada benda tajam menembus kulitnya. Walau umumnya bisa diatasi seiring bertambahnya usia, ada beberapa orang dewasa yang masih menyimpan ketakutan berlebih tersebut. Bisa saja karena memiliki pengalaman buruk dengan jarum, sering ditakut-takuti oleh orang di sekitarnya, atau bahkan tertular dari kerabat yang memiliki phobia serupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Tyrophobia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21679\" aria-describedby=\"caption-attachment-21679\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21679 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/will-porada-uy5ZEqUOscs-unsplash-570x438.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"438\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21679\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/uy5ZEqUOscs\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah kondisi phobia pada benda bolong-bolong. Kondisi ini dipicu oleh pengalaman atau persepsi seseorang pada lubang. Lubang-lubang atau pori-pori banyak ditemukan pada hewan-hewan berbahaya seperti ular atau katak beracun, bahkan pori-pori juga identik dengan penyakit-penyakit seperti cacar air hingga ruam di kulit. Orang yang mengidap kondisi ini akan merasakan ketidaknyamanan saat melihat pori-pori pada bunga tertentu, kulit yang terluka, rongga pada roti, hingga lubang pada kepala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shower.\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Coulrophobia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21680\" aria-describedby=\"caption-attachment-21680\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21680 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/wesley-tingey-a1COFApU5sA-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21680\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/a1COFApU5sA\">unsplash <\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><em>Coulrophobia<\/em> juga sangat umum ditemukan. Kebanyakan ketakutan pada badut dipicu banyaknya skenario menyeramkan tentang badut yang diekspos lewat karakter-karakter populer di film. Misalnya badut jahat di film \u201cIt\u201d hingga pembunuh berantai yang berkostum badut dan mengejar korbannya. Selain karena film, pengalaman buruk dengan badut saat kita kecil hingga warisan ketakutan dari orang tua juga bisa memicu phobia jenis ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Phobia balon<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21681\" aria-describedby=\"caption-attachment-21681\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21681 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/amy-shamblen-pJ_DCj9KswI-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21681\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/pJ_DCj9KswI\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis phobia juga sangat awam. Banyak orang yang merasakan ketakutan berlebih pada balon yang pecah hingga akhirnya terpupuk dan menjadi gangguan psikologi kronis. Phobia kaget pada balon pecah ini banyak dipicu pengalaman masa lalu yang tidak mengenakan terkait balon. Seseorang dengan ketakutan pada balon akan cenderung menghindari acara-acara yang dekorasinya menyertakan balon.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>10. Takut pada selai kacang\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21683\" aria-describedby=\"caption-attachment-21683\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21683 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/corleto-peanut-butter-u256GzFi7Gw-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21683\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/u256GzFi7Gw\">unsplash.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa sih yang ditakutkan dari selai kacang? Mungkin itu yang muncul di benakmu sebagai manusia tanpa phobia. Namun, buat pengidapnya selai kacang adalah sesuatu yang sangat mengganggu. Penyebabnya bisa karena orang tersebut memiliki alergi pada kacang hingga ia akan merasakan rasa sangat tak enak hingga tenggorokan tersumbat setelah mengonsumsinya. Sebagian pernah kesulitan menelan selai kacang hingga susah bernapas dan tersedak, sehingga trauma untuk memakannya lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>11. Cherophobia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21684\" aria-describedby=\"caption-attachment-21684\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21684 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/samantha-gades-fIHozNWfcvs-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21684\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/fIHozNWfcvs\">unsplash.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Termasuk tak umum dan bisa dikategorikan kompleks, kondisi ini membuat seseorang tidak suka berada di situasi yang ceria dan meriah. Ia menjadi orang yang selalu menghindari kegiatan dan acara yang berlabelkan keceriaan dan kesenangan. Orang dengan gangguan tersebut memiliki kepercayaan bahwa setelah kebahagiaan, sesuatu yang buruk akan datang padanya. Ia juga menganggap menunjukkan kebahagiaan sebagai sesuatu yang tak sopan dan membuatnya terlihat buruk dan selalu ada konsekuensi di baliknya. Bahagia berlebih memang tidak baik, tetapi jika takut berbahagia bisa jadi ada masalah dengan mental seseorang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>12. Phobia angka\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21686\" aria-describedby=\"caption-attachment-21686\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21686 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/zhen-hu-Xlxyx-OD7nQ-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21686\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/Xlxyx-OD7nQ\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ketakutan berlebih yang langka ini berjuluk<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0aritmophobia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Penderitanya merasakan tak nyaman saat melihat angka tertentu. Misalnya yang paling sering adalah takut pada angka 13 karena dianggap membawa sial. Angka 666 juga banyak dihindari, begitu pula dengan angka 4 yang dianggap buruk di negara-negara Asia. Meski terlihat sepele, kehidupan seseorang bisa terganggu dengan phobia ini.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/toxic-relationship\/\">Kenali Apa Itu Toxic Relationship Serta Tanda &amp; Cara Atasinya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>13. Phobia cermin<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21688\" aria-describedby=\"caption-attachment-21688\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21688 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/vince-fleming-Vmr8bGURExo-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21688\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/Vmr8bGURExo\">unsplash <\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Phobia yang tak umum lainnya adalah ketakutan pada cermin atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eisoptrophobia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Cara tes phobia ini adalah dengan melihat apakah orang itu nyaman saat berada di depan kaca. Pengidapnya biasanya memiliki trauma atau keyakinan negatif pada cermin. Bisa karena terlalu banyak terekspos film yang mengangkat sisi supranatural cermin atau bisa juga ada masalah pada self-esteem si penderita. Tak hanya cermin, phobia ini bisa muncul saat si penderita melihat bayangan refleksi dirinya di genangan air atau kaca gelas.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>14. Agoraphobia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21689\" aria-describedby=\"caption-attachment-21689\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21689 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/alex-iby-NAtR6-ck7As-unsplash-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21689\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/NAtR6-ck7As\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain jenis-jenis sederhana di atas, ada pula yang dinamakan phobia kompleks. Salah satunya agoraphobia. Fenomena ini sering disederhanakan sebagai kondisi takut pada ruang terbuka yang luas. Namun, agoraphobia lebih dari itu. Pengidapnya juga merasakan takut saat sendirian, tetapi juga tak nyaman saat berada di tengah kerumunan yang ramai, bahkan tak suka bepergian dengan kendaraan umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bahkan cukup parah sampai tak mau meninggalkan rumah sendirian. Saat pergi ia harus ditemani setidaknya satu orang yang ia percaya. Agoraphobia berkaitan erat dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> panic disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau gangguan kepanikan bukan hanya kecemasan berlebih. Dalam kasus <em>panic disorder,<\/em> orang akan merasakan serangan panik yang bisa membuatnya tak bisa melakukan apa-apa, benar-benar tak nyaman, hingga menggigil dan napas tercekat. Kebanyakan penderitanya memiliki ketakutan pada kejahatan, teror, atau kecelakaan yang bisa menimpanya jika ia keluar dari zona amannya.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>15. Phobia sosial\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_21691\" aria-describedby=\"caption-attachment-21691\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-21691 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/kelsey-chance-tAH2cA_BL5g-unsplash-570x427.jpg\" alt=\"phobia\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21691\" class=\"wp-caption-text\"><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/tAH2cA_BL5g\">unsplash<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tipe kecemasan berlebih yang kompleks lainnya adalah phobia sosial yaitu kecemasan jangka panjang yang dirasakan seseorang saat harus melakukan interaksi sosial. Ini bakal mengganggu karena kehidupan kita tak lepas dari interaksi dengan orang lain. Setiap orang pasti pernah merasakannya, tetapi buat si pengidap berbicara lewat telepon saja bisa jadi mimpi buruk. Dampak yang dirasakan antara lain seseorang jadi menghindari banyak aktivitas sosial yang bisa saja menutup peluang atau rezekinya. Orang dengan <em>disorder<\/em> tersebut selalu merasa diawasi, dikritisi, dan memiliki <em>self-esteem<\/em> yang rendah. Jika sudah mengganggu kehidupan, pengidapnya pun perlu melakukan terapi pemulihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">JIka ditanya jenis phobia paling berbahaya, sebenarnya tidak ada jawaban pasti. Pengidap macam-macam phobia yang terus terekspos pada sumber ketakutannya tanpa kawalan ahli bisa saja menempatkan dirinya dalam bahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk itu, mulai sekarang jangan meremehkannya apalagi membuatnya sebagai bahan gurauan untuk si pengidap. Kamu boleh kok membantu rekan atau kerabat Sedulur yang memiliki phobia tertentu. Pada dasarnya gangguan kecemasan macam ini bisa disembuhkan, tetapi tetap harus dari dorongan si pengidap itu sendiri.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":21668,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[2421,1366,2420],"class_list":["post-21659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-jenis-phobia","tag-kesehatan-mental","tag-phobia-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-19T10:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-19T07:13:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/\",\"name\":\"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-11-19T10:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-19T07:13:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi","description":"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi","og_description":"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2021-11-19T10:00:26+00:00","article_modified_time":"2021-11-19T07:13:40+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/4-7.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/","name":"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-11-19T10:00:26+00:00","dateModified":"2021-11-19T07:13:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Phobia adalah salah satu bentuk anxiety disorder. Berikut beberapa jenis phobia paling umum sampai yang langka.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phobia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Jenis Phobia, Penyebab, dan Gejalanya yang Umum Terjadi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21659"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21659"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21951,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21659\/revisions\/21951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}