{"id":124997,"date":"2024-08-20T11:00:00","date_gmt":"2024-08-20T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=124997"},"modified":"2024-08-20T12:32:31","modified_gmt":"2024-08-20T05:32:31","slug":"wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/","title":{"rendered":"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ponorogo mempunyai banyak kesenian daerah, salah satu yang paling terkenal adalah reog. Kesenian reog merupakan rangkaian tari yang terdiri dari tari pembuka dan tarian inti. Kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Ponorogo juga dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat masyarakat Jawa Tengah. Kebudayaan masyarakat Ponorogo antara lain adalah Grebeg Suro, Larung Risalah Doa, dan Kirab Pusaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun kota ini tidak hanya terkenal dengan tradisi Reog dan budayanya yang kental, namun juga sebagai memiliki tempat wisata religi yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual. Beberapa di antaranya adalah situs bersejarah seperti makam bersejarah dan masjid kuno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ke Ponorogo tidak hanya ke destinasi wisata alam yang indah dan sejuk. Sedulur juga bisa datang ke wisata religi Ponorogo yang bisa menambah wawasan keagamaan. Sedulur bisa memperluas pengalaman spiritual dan pengetahuan dengan mengikuti wisata religi ini. Berikut ini beberapa destinasi wisata religi Ponorogo yang perlu Sedulur sambangi.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/museum-sunan-giri-jt-14-8-24\/\">Fakta dan Sejarah Menarik Museum Sunan Giri Sidoarjo<\/a><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Masjid Tegalsari<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_125245\" aria-describedby=\"caption-attachment-125245\" style=\"width: 2390px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-125245\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543.jpg\" alt=\"wisata religi ponorogo\" width=\"2400\" height=\"1352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543.jpg 2400w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-768x433.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-2048x1154.jpg 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash-e1724131581543-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 2400px) 100vw, 2400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-125245\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Unsplash\/Juan Camilo<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masjid kuno peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari ini terletak di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Masjid ini dibangun sekitar abad ke-17 oleh Ki Ageng Hasan Besari. Ada kitab berusia 400 tahun dalam masjid ini. Kyai Ageng Muhammad Besari merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari Siti Fatimah putra Baginda Kusen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masjid kuno ini terletak 12 kilometer tenggara kota Ponorogo. Luas masjid dan pesantrennya kurang lebih 4.500 meter persegi. Tembok yang mengelilingi kompleks masjid menjulang tinggi di sekelilingnya. Ketinggian tembok kurang lebih 11 meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masjid ini terdaftar sebagai cagar budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Republik Indonesia Tahun 1992. Kyai Ageng Muhammad Besari adalah seorang ulama kharismatik yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Ponorogo dan sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Arsitektur Masjid Tegalsari juga unik. Di dalam masjid terdapat 36 tiang penyangga jati kokoh tanpa paku. Semua kayu jati diperkuat dengan pasak kayu. Selain itu, kubah masjid terbuat dari tanah liat (sejenis gerabah) dan masih mempertahankan keasliannya hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bangunan masjid beratap tiga di sebelah barat. Terdapat 4 saka guru, 12 saka rawa, dan 24 saka pinggir sebagai penyangga atap tajug yang akan dipasang menggunakan sistem ceblokan. Saat ini kayu penyangga masih dalam kondisi baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mimbarnya mulai rusak karena termakan usia. Sekarang terdapat mimbar kayu berukir yang merupakan replika dari mimbar aslinya. Kemudian di sebelah timur terdapat pendopo beratap limas khas Jawa. Berbeda dengan bangunan baru di sisi timur yang beratap kubah metal. Dan di depan masjid terdapat rumah Kyai Ageng Besari. Rumah ini masih terawat baik dan digunakan sebagai tempat wisata religi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 24 jam<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Makam Bathoro Katong<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagi masyarakat Ponorogo, nama Raden Katong yang saat itu biasa dikenal dengan Bathoro Katong lebih dari sekadar tokoh sejarah. Hal ini terjadi terutama di kalangan pelajar yang meyakini bahwa Bathoro Katong adalah penguasa pertama Ponorogo dan pelopor penyebaran Islam di Ponorogo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk memasuki makam Bathoro Katong harus melewati tujuh pintu gapura. Sebelumnya, banyak orang yang harus keluar dari mobilnya di gapura 1 jika ingin melewatinya. Namun hal ini tidak lagi terjadi dan semua kendaraan berhenti atau turun begitu saja ketika mencapai gerbang 3 dari depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gapura 1 dan 2 jaraknya kurang lebih 400 meter. Begitu pula dari gapura nomor 2 ke nomor 3. Gapura 3 dan 4 berjarak kurang lebih 50 meter. Panjang dari gapura 4 ke 5 kurang lebih 20 meter, dari gapura 5 ke 6 kurang lebih 25 meter, dan dari gapura 6 ke 7 kurang lebih 25 meter. Terdapat tujuh gapura masuk yang melambangkan lapisan langit yang digambarkan dalam kisah Isra\u2019 Mi\u2019raj.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Makam Bathoro Katong mempunyai arsitektur yang menarik sebagai campuran atau hasil akulturasi budaya Hindu-Budha, Jawa, dan Islam. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya sebuah masjid di kompleks makam Bathoro Katong. Selain itu juga terlihat dari segi bangunan makam dengan gaya arsitektur Joglo, bentuk makam menyerupai punden berundak, terdapat ukiran aksara Arab, dan di sekitar makam terdapat sesaji dupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, hiasan luar makam di Bathoro Katong meliputi dua bentuk ornamen. Bagian atas berisi lambang kebesaran Majapahit yang pada masa itu masih menganut agama Hindu dan Budha, dan bagian bawah merupakan ornamen Islam. Hal ini akibat dari akulturasi budaya, karena masa ini dapat dikatakan sebagai masa peralihan dari Hindu Budha ke Islam di Ponorogo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, arsitektur makam yang menyerupai pendopo yang dalamnya ada makam Bathoro Katong sangat rendah. Hal ini juga memiliki makna filosofis, karena siapa pun yang masuk ke dalam makam harus menundukkan kepala dan makam Bathoro Katong yang ada di dalamnya Sedulur harus menghormati. Objek wisata religi ini terletak di bagian timur pusat kota Ponorogo. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 15 menit.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 24 jam<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/kampung-peneleh-jt-13-8-24\/\">7+ Fakta Kampung Peneleh, Tempat Bersejarah Kota Pahlawan<\/a><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Sendang Tirto Waluyojati<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_121016\" aria-describedby=\"caption-attachment-121016\" style=\"width: 1910px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-121016\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/grant-whitty-6uCJVAHysg0-unsplash-e1714701671752.jpg\" alt=\"gua maria kediri\" width=\"1920\" height=\"1280\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-121016\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Unsplash\/Grant Whitty<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sendang Tirto Waluyojati terletak kurang lebih 30 km dari pusat kota Ponorogo, tepat di Desa Klepu. Jika Sedulur ingin mengunjungi tempat ini bisa menuju ke kecamatan Pulung kemudian melalui kecamatan Sooko untuk mencapai Desa Klepu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sendang Tirto Waluyojati merupakan salah satu tempat ziarah umat Katolik di Pulau Jawa untuk menghormati Bunda Maria. Tempat ini diresmikan oleh Mgr. A. J. Dibjakarna pada tanggal 27 Mei 1988 dengan nama Sendang Waluyojatiningsih. Ia merupakan uskup Surabaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat ini tempat religi ini dikenal dengan nama Goa Maria Fatima. Sebagai tempat ziarah dan berdoa, Gua Maria Fatima atau Sendang Tirto Waluyojati dilengkapi dengan area berdoa. Jalur jalan salib yang mengelilingi jalur menuju tempat ziarah ini meliputi Gereja Stasi, Gereja Sakramen Maha Kudus, dan patung Bunda Maria Fatima. Tempat ini juga memiliki hutan pinus dan mata air yang masih asli.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 07.00 &#8211; 18.00 WIB<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Makam Astana Srandil<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Makam Astana Srandil terletak di Desa Srandil, Ponorogo. Untuk mencapai lokasi makam ini sangatlah mudah. Makam ini terletak tidak jauh dari jalan utama antara kabupaten Ponorogo dan kecamatan Badegan, sekitar 15 km dari pusat kota Ponorogo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Komplek pemakaman Astana Srandil terdapat sekitar 60 makam, termasuk makam Raden Mertokusumo, pengikut Pangeran Diponegoro dari Polorejo. Raden Mertokusumo merupakan cikal bakal berdirinya makam Astana Srandil di Ponorogo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara arsitektural, makam Astana Srandil bercirikan gerbang berbentuk candi dan arsitektur kuno khas pasarean bernuansa Jawa, Hindu, dan Islam. Astana Srandil merupakan pemakaman Islam yang tergolong baru dibandingkan pemakaman Islam lainnya di nusantara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Makam ini dibangun pada abad ke-19. Karakter pemakaman khas Islam Indonesia sangat kental dalam bentuk bangunan Astana Srandil. Hal ini terlihat dari adanya kori agung, atau gapura berpintu dan beratap, sebagai pintu masuk makam dari halaman pertama hingga halaman kedua dan ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gapura makam Astana Srandil mempunyai atap berbentuk limasan sebagai bukti pengaruh budaya daerah Ponorogo. Untuk datang ke sini, pastikan Sedulur dalam kondisi fisik yang baik. Karena untuk mencapainya memerlukan usaha lebih karena lokasinya berada di daerah perbukitan dengan jalan terjal sehingga aksesnya tidak mudah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Di kaki bukit Gunung Srandil, Jalan Astana, Desa Srandil, Kecamatan Badegan, Ponorogo<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 07.00 &#8211; 18.00 WIB<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Makam Kyai Donopuro<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kyai Donopuro merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Ponorogo. Misi tersebut ia jalankan bersama kedua adiknya, Kyai Noyopuro dan Nyai Wongsopuro. Jika ingin ke sini Sedulur bisa datang langsung ke Kabupaten Ponorogo, Kecamatan Jetis, Desa Tegalsari, Dukuh Setono. Lokasinya berada di sisi barat desa, dekat Sungai Keyang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kyai Kyai Donopuro konon meninggalkan &#8220;warisan&#8221; berupa masjid kecil yang dibangun 423 tahun lalu. Faktanya, masjid tersebut masih digunakan sampai sekarang. Kondisinya juga terawat dengan baik dan masih terus dijaga.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dukuh Setono, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 24 jam<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Masjid Agung Ponorogo<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masjid Agung Ponorogo atau Masjid Agung R.M.A.A Tjokronegoro merupakan salah satu tempat wisata religi yang banyak dikunjungi orang ketika ke Ponorogo. Masjid ini didirikan pada tahun 1858 oleh Raden Mas Adipati Aryo Tjokronegoro. Daya tarik masjid ini adalah sembilan kubah kecil berwarna hijau yang melambangkan sembilan wali atau dikenal dengan Wali Songo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dulunya pembangunan masjid ini hanya diperuntukkan sebagai musala. Namun kemudian dibangun kembali oleh Adipati Tjokronegoro dengan 16 tiang kayu jati sebagai pilar utama. Konon pembangunannya dilakukan dalam kondisi sakral oleh tukang kayu khusus Kerajaan Solo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Diketahui, pemugaran Masjid Agung Ponorogo dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama oleh Bupati Soemadi pada tahun 1975 dan kemudian pada tahun 1984 oleh Bupati Soebarkah. Akhirnya dipugar pada tahun 1995 oleh Bupati Markum Singodimedjo.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jalan K.H. Hasyim Asy&#8217;ari, Sukun, Kauman, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Harga tiket masuk<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Gratis<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 24 jam<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah tadi beberapa destinasi wisata religi Ponorogo yang bisa Sedulur sambangi. Sedulur di sini bisa wisata sejarah hingga agama dan tentunya menambah wawasan kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oia, apabila Sedulur ingin beribadah dan berwisata religi dalam waktu yang cukup lama. Jangan lupa juga untuk persiapkan perbekalan ringan seperti air mineral. Sedulur bisa membawa <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/pirlo.id\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click&amp;utm_content=hyperlink&amp;utm_campaign=BAUartikel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Air Minum Pirlo<\/strong><\/a>\u00a0yang dapat memberikan kesegaran dalam setiap aktivitas tanpa perlu khawatir dehidrasi dan kekurangan cairan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-118690 lazy loaded\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article.jpg\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-285x160.jpg 285w\" alt=\"Air Mineral Pirlo\" width=\"800\" height=\"450\" data-src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article.jpg\" data-srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/01-Cover-Article-285x160.jpg 285w\" data-sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan kemasan yang praktis dan mudah dibawa kemanapun, Pirlo juga menjadi solusi untuk menemani Sedulur bepergian. Belum lagi, harganya yang terjangkau dan tersedia di toko kelontong serta\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp-id.onelink.me\/rvXb\/ug9dei36\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b data-wpmeteor-mouseover=\"true\" data-wpmeteor-mouseout=\"true\">SuperApp<\/b><\/a>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Unsplash\/Yoga Sukma<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":125244,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18487],"tags":[2347,20070,20069],"class_list":["post-124997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-jawa-timur","tag-tempat-religi","tag-wisata-religi-ponorogo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-20T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-20T05:32:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg\",\"width\":2400,\"height\":1352,\"caption\":\"Unsplash\/Yoga Sukma\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/\",\"name\":\"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-08-20T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-20T05:32:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo","description":"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo","og_description":"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-08-20T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-08-20T05:32:31+00:00","og_image":[{"width":2400,"height":1352,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/yoga-sukma-h4xWsKltqJM-unsplash-e1724131731616.jpg","width":2400,"height":1352,"caption":"Unsplash\/Yoga Sukma"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/","name":"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-08-20T04:00:00+00:00","dateModified":"2024-08-20T05:32:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Tak hanya terkenal dengan reognya, Kabupaten Ponorogo juga memiliki beberapa wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Inilah daftar wisata religinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/wisata-religi-ponorogo-jt-20-8-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Tempat Wisata Religi yang Patut Dikunjungi di Ponorogo"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124997"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":125246,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124997\/revisions\/125246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}