{"id":124797,"date":"2024-08-13T11:00:03","date_gmt":"2024-08-13T04:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=124797"},"modified":"2024-08-13T11:06:44","modified_gmt":"2024-08-13T04:06:44","slug":"candi-brahu-jt-13-8-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/","title":{"rendered":"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sejarah dengan banyaknya situs kuno dan prasasti yang ditinggalkan dari masa lalu. Menurut Kemendikbudristek, diperkirakan terdapat lebih dari 2.000 candi yang tersebar di Indonesia.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Salah satu candi yang cukup unik dan berbeda dari candi lainnya adalah Candi Brahu di Mojokerto, Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu merupakan salah satu candi yang terletak di kawasan arkeologi Trowulan, yang diyakini sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit. Candi ini menarik perhatian karena ada yang meyakini usianya lebih tua dibandingkan candi-candi lain di sekitar Trowulan, bahkan lebih tua dari Kerajaan Majapahit itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nama &#8220;Brahu&#8221; yang dikaitkan dengan candi ini kemungkinan besar berasal dari kata &#8220;wanaru&#8221; atau &#8220;warahu&#8221;, yaitu nama bangunan suci dalam prasasti Alasantan, yang juga letaknya tidak jauh dari candi Brahu. Oleh karena itu, \u201cBrahu\u201d berarti bangunan suci. Lalu seperti apa cerita candi ini dan apa saja hal menarik yang bisa ditemukan? Kalau Sedulur ingin berkunjung, simak informasinya berikut.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/museum-trowulan-jt-12-8-24\/\">Museum Trowulan Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, dan HTM<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sekilas Tentang Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_124881\" aria-describedby=\"caption-attachment-124881\" style=\"width: 1910px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-124881\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502.jpg\" alt=\"candi brahu\" width=\"1920\" height=\"1081\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502.jpg 1920w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/septianur-aji-hariyanto-fRJe4YZ3-X8-unsplash-scaled-e1723521862502-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-124881\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash\/Septianur Aji<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu diyakini pernah digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah raja-raja pada zaman Mataram kuno, karena adanya lubang di tengah candi. Namun, tidak demikian halnya dengan cerita rakyat lain. Jenazah raja tidak dikremasi di Candi Brahu, melainkan di lokasi lain. Setelah kremasi, abu jenazah dibawa ke Candi Brahu untuk disucikan dan akhirnya dilarung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sayangnya, setelah diselidiki lebih lanjut, tidak ditemukan bukti bahwa Candi Brahu digunakan sebagai tempat kremasi jenazah. Asumsi itu mungkin muncul karena Candi Brahu berasal dari kata \u201cBra\u201d yang berarti brawijaya atau raja dan \u201cHu\u201d yang berarti abu. Oleh karena itu, Candi Brahu diartikan sebagai \u201cabu raja\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun ada teori lain yang menyebutkan bahwa candi tersebut ditemukan bersamaan dengan prasasti tembaga Alasantan yang dibuat oleh Raja Mpu Sindok dari Kahuripan sekitar tahun 861 Saka atau tanggal 9 September 939 M. Pada prasasti disebutkan bahwa nama tempat tersebut adalah &#8220;waharu&#8221; yang artinya tempat suci. Dari sinilah nama Brahu berasal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi ini juga dipastikan sebagai candi Budha dengan ditemukannya arca Budha pada penggalian awal. Candi Brahu berbeda dengan candi lainnya. Candi ini terbuat dari batu bata dan tidak terdapat relief seperti Candi Borobudur, karena sulitnya membuat relief dengan batu bata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keunikan lainnya adalah bentuk bangunannya. Candi menghadap ke barat, mempunyai alas berbentuk persegi panjang berukuran 18 x 22,5 meter, dan tinggi kurang lebih 20 meter.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sejarah Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berbeda dengan candi kerajaan lain di Jawa Timur seperti Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Tikus di Malang, yang dibangun sebagai makam raja-raja zaman dulu, Candi Brahu hanya digunakan sebagai tempat sembahyang. Candi ini merupakan salah satu candi yang diyakini dibangun sebelum masa pemerintahan Kerajaan Majapahit dan terletak di reruntuhan Trowulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu sudah ada pada masa Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk, dan candi ini juga sudah ada pada masa pemerintahan Brawijaya I. Oleh karena itu, sejarah Candi Brahu diperkirakan bahwa ini adalah candi pertama yang dibangun di situs bersejarah Trowulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi ini didirikan oleh Empu Sendok yang merupakan raja sejarah kerajaan Mataram kuno, dan Candi Brahu diperkirakan merupakan salah satu reruntuhan kerajaan Mataram kuno. Hal itu disimpulkan dari sebuah prasasti yang ditemukan 45 meter sebelah barat candi. Dalam prasasti tembaga Alasantan menjelaskan \u201cwarahu\u201d atau \u201cwanaru\u201d, adalah bangunan suci untuk upacara keagamaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Prasasti tersebut juga menjelaskan bahwa pembangunan Candi Brahu ini atas perintah dari Empu Sendok, yakni raja dari Kahuripan. Berdasarkan penemuan prasasti yang berasal dari tahun 939 M, sejarah Candi Brahu lebih tua dibandingkan dengan Kerajaan Majapahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam sejarah Majapahit, Candi Brahu sebagai bangunan suci untuk tempat peribadatan maupun sembahyang. Hal ini didasarkan pada ditemukannya beberapa barang berbahan logam yang biasa digunakan dalam upacara keagamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dilihat dari struktur bangunannya, sejarah Candi Brahu merupakan candi kerajaan Budha, dan candi ini mempunyai pagoda yang merupakan ciri khas candi Budha. Tapi bentuk candinya sangat berbeda dengan candi lain di Trowulan. Itulah kenapa Candi Brahu dianggap cukup unik karena punya kekhasan tersendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Arsitektur Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu mempunyai struktur dasar, alas candi, tubuh, dan atap. Ukuran asli Candi Brahu kurang lebih 17 x 17 meter dan kemudian diperluas pada bagian dasar candi. Candi ini juga mempunyai relief yang menggambarkan sekretisme agama Hindu dan Budha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun pada dasarnya struktur utama Candi Brahu hampir sama dengan candi-candi yang ada di Jawa Timur yang mana ciri-cirinya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bangunan candi berbentuk ramping<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Atapnya terdiri dari gabungan tingkat-tingkat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian atas atap berbentuk kubus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pintu dan relungnya hanya dipahat pada bagian atas, dan tidak ditemukan makara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Reliefnya tidak terlalu timbul dan menggambarkan sosok-sosok yang mengingatkan pada wayang kulit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ditemukan di belakang halaman.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kebanyakan menghadap ke barat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kebanyakan terbuat dari batu bata merah. Sebab, batu andesit yang digunakan dalam pembangunan candi seperti candi-candi di Jawa Tengah tidak ada.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk detail penjelasan bagian arsitektur dari candi megah ini, Sedulur bisa menyimaknya berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Bagian Kaki Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang telah dijelaskan di atas, pondasi candi diperkirakan hanya berukuran 17 x 17 meter. Pasalnya, ditemukan susunan batu bata lain di kaki candi. Bagian dasar candi terdiri dari rangka bawah dan rangka atas, dan badan candi berdiri di atas rangka atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rangkanya terdiri dari sisi genta setengah lingkaran dengan pelipit rata. Bagian dasar candi terdiri dari dua tingkat, di mana tangga memberikan akses ke bagian dalam candi. Selasar tangga sudah runtuh. Candi ini menghadap ke barat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Bagian Tubuh Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagian besar batu di Candi Brahu merupakan hasil pemugaran pemerintah Belanda. Bagian utama candi ini mempunyai banyak sudut, tekukan, dan tumpul. Bagian tengah badan candi sedikit lebih kecil, dan bentuk candi memberikan kesan seperti pinggang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fasad candi sendiri memiliki garis lengkung yang dipertegas dengan pola batunya. Ukuran tubuh utama candi adalah 10 x 10,5 meter dan tinggi candi kurang lebih 9,6 meter. Terdapat ruangan berukuran 4&#215;4 meter di dalam candi. Lantai ruangan Candi Brahu rusak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sisa-sisa arang juga ditemukan di sebuah ruangan dan dibawa ke BATAN, Badan Pusat Penelitian Tenaga Atom Nasional untuk dianalisis. Dari hasil analisis penanggalan karbon menunjukkan bahwa arang tersebut tercipta antara tahun 1410 hingga 1646 Masehi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Bagian Atap Candi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Atap candi ini berbeda dengan candi lain di Trowulan yang umumnya berbentuk prisma atau segi empat bersusun. Candi Brahu bersudut lebih banyak dan bagian atap paling atas bentuknya datar. Cara membangun candi ini dengan merekatkan batu-batu tersebut sehingga berbentuk candi yang presisi dan indah. Atap candi memeiliki tinggi sekitar 6 meter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di bagain sudut tenggara dari atap candi, terdapat hiasan yang sudah rusak yang berbentuk lingkaran yang diperkirakan sebagai sisa\u2013sisa stupa. Dari situlah beberapa ahli menyimpulkan bahwa Candi Brahu merupakan candi yang bercorak Budha.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/kampung-kemasan-gresik-jt-12-8-24\/\">Menilik Kampung Kemasan Gresik, Wisata Kota Tua Bersejarah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penemuan di Sekitar Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_124880\" aria-describedby=\"caption-attachment-124880\" style=\"width: 1351px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-124880\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg\" alt=\"candi brahu\" width=\"1361\" height=\"765\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg 1361w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1361px) 100vw, 1361px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-124880\" class=\"wp-caption-text\">Kemenparekraf\/Candi Brahu<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu ini dipugar antara tahun 1990 dan 1995. Candi ini juga mempunyai relief yang menggambarkan sinkretisme antara agama Hindu dan Budha. Mewakili kedua agama tersebut, Candi Brahu secara tradisional dipelihara oleh umat Buddha dan Hindu. Candi ini masih digunakan sampai sekarang sebagai tempat sesaji. Biasanya sesaji ditaruh hanya di depan pintu candi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi-candi lain seperti Candi Gentong, Candi Gedong, dan Candi Tengah juga ditemukan di sekitar Candi Brahu. Candi Gentong hanya berjarak kurang lebih 360 meter dari Candi Brahu. Sedangkan Candi Gedong dan Candi Tengah sudah tidak ada lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain prasasti dan candi-candi di atas, beberapa benda yang berasal dari masa Majapahit atau bahkan lebih awal juga ditemukan di sekitar bangunan candi. Berikut beberapa di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Empat lempengan prasasti yang diduga dari masa Empu Sendok<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Enam arca bercorak agama Budha<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Piring perak dengan tulisan kuno di bagian bawah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perhiasan terbuat dari emas dan perak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi dan Rute Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu lokasinya beradi di Trowulan, yang diyakini merupakan ibu kota kerajaan Majapahit pada masa lalu. Letaknya di Dusun Bejijong, Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Trowulan, Jawa Timur. Namun candi ini diyakini sudah ada sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk rute menuju Candi Brahu tidaklah sulit. Sedulur bisa melalui Jalan Raya Mojokerto \u2013 Jombang. Lalu ada jalan yang tidak terlalu lebar menuju ke utara tepat sebelum Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jawa Timur. lalu ikuti saja jalan tersebut sekitar 1,8 km. Candi Brahu terletak di sisi kanan jalan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jam Operasional dan Harga Tiket<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk masuk ke area Candi Brahu Sedulur perlu membayar tiket yang murah. Jadi, jangan khawatir karena gak bakal bikin kantong Sedulur jebol. Berikut informasinya sekaligus jam operasionalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07.00 WIB\u201316.00 WIB.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Harga Tiket: Rp3.000 per orang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Parkir Motor: Rp2.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Parkir Mobil: Rp5.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tapi perlu dicatat bahwa harga ini bisa saja berubah sewaktu-waktu, tergantung dari kebijakan pengelola setempat. Tapi informasi ini bisa menjadi rujukan untuk kamu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Fasilitas di Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Candi Brahu memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang kegiatan wisatamu. Jadi, akan membuat Sedulur betah dan nyaman selama di sini. Berikut ini beberapa fasilitas yang tersedia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Area parkir luas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pusat informasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Toilet umum<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pujasera\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Toko oleh-oleh<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Daya Tarik Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Desa-desa di sekitar Candi Brahu tersebar di pegunungan dan lembah sungai. Wilayah ini masih sangat jarang penduduknya, dan sebagian besar penduduk yang tinggal di sini adalah bangsawan atau pemuka agama. Bisa dibilang keadaan masyarakat sekitar Candi Brahu kurang lebih sama dengan keadaan ketika Kerajaan Majapahit masih berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di Trowulan sendiri, Sedulur bisa berjalan-jalan dan mempelajari sejarah candi-candi yang ada di sini, termasuk sejarah Candi Bajang Ratu dan sejarah patung Budha terbesar di Indonesia. Masyarakat di sekitar Candi Brahu juga sangat religius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sistem masyarakat sekitar juga masih mewarisi budaya peninggalan Majapahit dahulu, dan biasanya mempunyai lingkungan keagamaan yang masyarakatnya hidup berkelompok seperti Mandala, Sima, dan Dharama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bangunan Candi Brahu terletak di kawasan berumput hijau yang luas dan bersih. Di kawasan ini juga banyak terdapat pepohonan yang memberikan kesejukan udara. Wisatawan dapat duduk bersantai di bangku-bangku yang berada di bawah pepohonan sekitar sambil mengagumi kemegahan candi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kegiatan di objek wisata ini sangat menyenangkan Sedulur mulai dari pagi hari. Namun, beberapa wisatawan rela datang ke sini saat fajar untuk menyaksikan matahari terbit. Mereka biasanya duduk di belakang pagar dan menikmati pemandangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, wisata di tempat ini terutama terfokus pada wisata sejarah. Oleh karena itu, kegiatan utamanya adalah mengamati sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan masa lalu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tips Berwisata ke Candi Brahu<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebelum Sedulur berangkat ke Candi Brahu, ada beberapa hal yang perlu Sedulur perhatikan. Dengan begitu Sedulur bisa berwisata dengan lancar dan nyaman. Berikut ini beberapa tips yang perlu Sedulur tahu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Waktu terbaik ketika datang ke sini adalah pagi dan sore. Saat pagi udara masih terasa sangat sejuk, dan sore tidak terlalu panas dan nyaman buat bersantai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan lupa membawa topi dan tabir surya, terutama ketika Sedulur datang saat siang hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan membawa kamera untuk mengabadikan momen Sedulur selama berkeliling di sini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perhatikan tata krama di sekitar candi karena tempat ini disakralkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan membuang sampah sembarangan untuk menjaga kebersihan lingkungan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah tadi informasi lengkap mengenai Candi Brahu Mojokerto. Kalau Sedulur suka dengan wisata sejarah, lokasi ini sangat cocok untuk menjadi pilihan terbaikmu. Pasalnya, banyak banget informasi tentang kerajaan dan kehidupan pada zaman terdahulu.<\/span><\/p>\n<p>Oia, biar suasana jalan-jalan serta menikmati peninggalan sejarah di Candi Brahu makin <em>krezi<\/em>\u00a0dan seru, Sedulur bisa menjadikan\u00a0<a href=\"https:\/\/yumikrez.id\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click&amp;utm_content=hyperlink&amp;utm_campaign=BAUartikel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>YumiKrez<\/strong><\/a>\u00a0sebagai perbekalan lho. Cemilan berbentuk net yang\u00a0<strong>Yumi Rasanya Krezi Isinya\u00a0<\/strong>ini cocok banget jadi teman berwisata bersama keluarga, apalagi dengan isi yang banyak nggak habis-habis.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-120565 lazyloaded\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1.png\" sizes=\"(max-width: 3334px) 100vw, 3334px\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1.png 3334w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-720x405.png 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-800x450.png 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-444x250.png 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-768x432.png 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-1536x864.png 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-2048x1152.png 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-600x337.png 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-285x160.png 285w\" alt=\"YumiKrez\" width=\"3334\" height=\"1875\" data-srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1.png 3334w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-720x405.png 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-800x450.png 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-444x250.png 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-768x432.png 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-1536x864.png 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-2048x1152.png 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-600x337.png 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1-285x160.png 285w\" data-src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/7.-Yumikrez-Net-Blog_Launch_Listicle-1-800x450-1.png\" data-sizes=\"(max-width: 3334px) 100vw, 3334px\" \/><\/p>\n<p>Sedulur bisa menemukan Yumikrez dengan mudah karena tersedia di toko kelontong dan juga di\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp-id.onelink.me\/rvXb\/ug9dei36\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>SuperApp<\/strong><\/a>\u00a0lho. SuperApp adalah aplikasi yang membantu kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok untuk toko atau kebutuhan sehari-hari di rumah jadi mudah. Untuk informasi lebih banyak, Sedulur bisa mengikuti\u00a0<a href=\"https:\/\/cutt.ly\/dwZkLLfs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Instagram SuperApp<\/strong><\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":124880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18487],"tags":[20024,20008,1134],"class_list":["post-124797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-candi-brahu","tag-tempat-wisata-gresik","tag-wisata-jawa-timur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-13T04:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-13T04:06:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1361\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"765\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg\",\"width\":1361,\"height\":765,\"caption\":\"Kemenparekraf\/Candi Brahu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/\",\"name\":\"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-08-13T04:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-13T04:06:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM","description":"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM","og_description":"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-08-13T04:00:03+00:00","article_modified_time":"2024-08-13T04:06:44+00:00","og_image":[{"width":1361,"height":765,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Kemenparekraf-Candi-Brahu-e1723521898337.jpg","width":1361,"height":765,"caption":"Kemenparekraf\/Candi Brahu"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/","name":"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-08-13T04:00:03+00:00","dateModified":"2024-08-13T04:06:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Mojokerto yang dulunya berupa kerajaan Majapahit menyimpan segudang peninggalan bersejarah, salah satunya Candi Brahu. Simak infonya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wisata\/candi-brahu-jt-13-8-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Candi Brahu Mojokerto: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi, dan HTM"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124797"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124797"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124882,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124797\/revisions\/124882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}