{"id":124440,"date":"2024-08-05T11:40:50","date_gmt":"2024-08-05T04:40:50","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=124440"},"modified":"2024-08-02T20:03:57","modified_gmt":"2024-08-02T13:03:57","slug":"sejarah-klepon-jt-5-8-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/","title":{"rendered":"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kali ini kita akan mengupas asal-usul dan sejarah Klepon, kue tradisional khas Jawa yang mungil namun penuh kenikmatan. Dengan bentuknya yang bulat dan ukurannya yang kecil, Klepon telah menjadi favorit banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam artikel ini, kita akan menelusuri jejak sejarah Klepon, memahami bagaimana kue ini pertama kali dibuat, hingga bagaimana ia menjadi bagian penting dari warisan kuliner Jawa. Bagi Sedulur yang suka akan kuliner tradisional, tentu saja penasaran, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk itu, mari bersama-sama mengenal lebih dalam tentang kue yang tidak hanya lezat tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan tradisi ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/oleh-oleh\/pusat-oleh-oleh-pasuruan-jt-10-7-24\/\">8 Pusat Oleh-Oleh Pasuruan Terpopuler dan Paling Legendaris<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Mengenal Klepon Lebih Dekat<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_124537\" aria-describedby=\"caption-attachment-124537\" style=\"width: 1990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-124537\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235.jpg\" alt=\"sejarah klepon\" width=\"2000\" height=\"1125\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235.jpg 2000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Freepik-Chandlervid85-e1722603792235-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-124537\" class=\"wp-caption-text\">Freepik\/Chandlervid85<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kue klepon adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang sangat terkenal. Terbuat dari tepung ketan, kue ini dibentuk menjadi bulatan kecil yang kemudian diisi dengan gula merah cair. Setelah itu, klepon digulingkan dalam parutan kelapa, memberikan tekstur lembut dan cita rasa yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kue klepon biasanya disajikan sebagai camilan atau makanan ringan dalam berbagai acara, baik di pasar tradisional maupun pada perayaan khusus. Dengan rasa manis yang khas dan tekstur kenyal, kue ini telah menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Popularitasnya pun telah melampaui batas negara, membuat kue klepon dikenal di berbagai belahan dunia sebagai salah satu hidangan Indonesia yang unik dan lezat. Baik dinikmati sendiri atau bersama keluarga dan teman, kue klepon selalu menghadirkan kenikmatan yang tidak terlupakan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sejarah dan Asal Usul Klepon<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam buku yang berjudul &#8220;Indisch leven in Nederland,&#8221; J. M. Meulenhoff mencatat bahwa kue yang satu ini diperkenalkan pertama kali di Negeri Kincir Angin, oleh seorang imigran Indonesia yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Di Malaysia atau Singapura nama klepon disebut sebagai buah Melaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di Sumatera, Sulawesi dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, nama klepon disebut sebagai onde-onde. Klepon, yang namanya berasal dari bahasa Jawa dan berarti &#8220;indung telur hewan,&#8221; merujuk pada bentuknya yang bulat dan kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut kitab pusaka Keraton Surakarta, klepon telah lama menjadi bagian dari jamuan makan kerajaan. Selain disajikan dalam jamuan, klepon juga menjadi hidangan penting dalam berbagai ritual adat seperti selamatan dan pesta syukuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tradisi menyajikan klepon bersama dengan makanan atau kudapan tradisional lainnya dalam satu wadah menambah kekayaan budaya kuliner Indonesia. Keunikan rasa manis dari klepon yang berpadu dengan taburan kelapa parut menjadikannya favorit di berbagai acara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Citarasa Klepon<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain sejarah klepon, kue klepon satu ini juga memiliki citarasa unik. Setiap gigitan menyuguhkan perpaduan antara manisnya gula merah cair di dalam bola-bola ketan yang kenyal dan lembut. Saat digigit, gula merah tersebut meleleh di mulut, menciptakan sensasi rasa manis yang langsung meresap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelapa parut yang membalut klepon memberikan tekstur tambahan serta aroma khas yang segar dan gurih. Kombinasi ini menjadikan klepon bukan hanya sekadar makanan penutup, tetapi juga pengalaman rasa yang autentik dan tak terlupakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Citarasa klepon yang khas dan memikat ini menjadikannya salah satu kue tradisional Indonesia yang sangat digemari di berbagai kalangan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Resep Klepon<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_124536\" aria-describedby=\"caption-attachment-124536\" style=\"width: 2390px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-124536\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg\" alt=\"sejarah klepon\" width=\"2400\" height=\"1350\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg 2400w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 2400px) 100vw, 2400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-124536\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash\/Louis Hansel<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang telah diketahui, bahan yang dibutuhkan untuk membuat klepon adalah bahan-bahan tradisional. Bahkan untuk isiannya juga begitu. Bagi Sedulur yang ingin membuatnya sendiri di rumah, berikut ini bahan-bahan yang perlu untuk dipersiapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan Utama:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">200 gram tepung ketan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1\/4 sendok teh garam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">150 ml air hangat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa tetes pewarna makanan sesuai selera<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan Isian:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">100 gram gula merah, disisir halus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan Pelengkap:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1\/2 butir kelapa parut kasar, kukus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejumput garam untuk kelapa parut<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara Membuat Klepon<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Sedulur sudah menyiapkan bahan-bahan seperti yang sudah disebutkan di atas, maka kini saatnya untuk segera mengolahnya. Tidak perlu khawatir, cara untuk membuat kue klepon cukup mudah. Jadi, langsung saja simak dan ikuti langkah-langkah yang ada di bawah ini!<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Campurkan kelapa parut dengan sejumput garam, aduk sampai rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kukus kelapa parut selama kurang lebih 10 menit. Angkat dan sisihkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Campurkan tepung ketan dan garam dalam sebuah mangkuk besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan dapat dipulung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ingin warna hijau, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan hijau atau pasta pandan ke dalam adonan dan uleni hingga rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ambil sejumput adonan, kemudian bentuk bulat sebesar kelereng.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pipihkan adonan dan letakkan sedikit gula merah di tengahnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tutup dan bulatkan kembali adonan hingga gula merah tertutup rapat di dalamnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Didihkan air di dalam panci besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masukkan bola-bola klepon ke dalam air mendidih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Klepon akan mengapung setelah matang, angkat dan tiriskan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gulingkan klepon yang sudah ditiriskan ke dalam kelapa parut yang telah dikukus hingga seluruh permukaan klepon tertutup kelapa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Susun klepon di piring saji, dan sajikan!<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tips Membuat Klepon:<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan khawatir jika Sedulur baru pertama kali membuat kue klepon. Untuk bisa membuat klepon yang baik dan benar, Sedulur perlu mengikuti beberapa tips berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan tepung ketan yang berkualitas baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pilih gula merah yang murni dan berkualitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat mencampurkan tepung ketan dengan air, pastikan air hangat dan tambahkan sedikit demi sedikit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Uleni adonan hingga kalis dan dapat dipulung, jangan terlalu lembek atau terlalu keras.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ambil adonan secukupnya, jangan terlalu besar agar gula merah tidak bocor saat direbus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan kelapa parut yang masih segar untuk pelapis klepon.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tambahkan sedikit garam dan kukus kelapa parut sebentar untuk mempertahankan kesegarannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat klepon masih hangat, gulingkan segera dalam kelapa parut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Klepon sebaiknya disajikan segera setelah selesai dibuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah beragam informasi mengenai resep hingga sejarah klepon yang perlu Sedulur ketahui. Secara tidak langsung, membuat klepon juga turut melestarikan budaya melalui makanan tradisional.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":124536,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1043],"tags":[19928,9904,19927],"class_list":["post-124440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-resep","tag-klepon-pasuruan","tag-makanan-khas-pasuruan","tag-sejarah-klepon"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-05T04:40:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-02T13:03:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg\",\"width\":2400,\"height\":1350,\"caption\":\"Unsplash\/Louis Hansel\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/\",\"name\":\"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-08-05T04:40:50+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-02T13:03:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal","description":"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal","og_description":"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-08-05T04:40:50+00:00","article_modified_time":"2024-08-02T13:03:57+00:00","og_image":[{"width":2400,"height":1350,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/louis-hansel-YQPpX-EUGBY-unsplash-e1722603816435.jpg","width":2400,"height":1350,"caption":"Unsplash\/Louis Hansel"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/","name":"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-08-05T04:40:50+00:00","dateModified":"2024-08-02T13:03:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Sejarah klepon konon katanya dikenalkan oleh orang Pasuruan, Jawa Timur. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Simak di sini, yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sejarah-klepon-jt-5-8-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Klepon Pasuruan, Ledakan Gula di Balik Adonan Kenyal"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124440"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124440"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124538,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124440\/revisions\/124538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}