{"id":123702,"date":"2024-07-16T17:47:55","date_gmt":"2024-07-16T10:47:55","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=123702"},"modified":"2024-07-17T10:42:49","modified_gmt":"2024-07-17T03:42:49","slug":"pecel-pitik-jt-16-7-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/","title":{"rendered":"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyuwangi terkenal dengan kekayaan budayanya. Berbagai upacara adatnya masih terus dilestarikan sampai sekarang. Setiap menu upacara adat di Banyuwangi tidak lepas dari masakan khasnya. Salah satunya adalah Pecel Pitik. Kuliner Banyuwangi ini tak pernah ketinggalan dari upacara adat. Saking sakralnya kuliner ini, kerap dijadikan sebagai makanan wajib dalam segala upacara adat suku Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun pecel di sini berbeda dengan pecel yang umumnya dikenal orang Jawa Timur, yaitu berbahan dasar bumbu kacang. Pecel di sini berbahan dasar ayam kampung muda yang kemudian dipanggang utuh di perapian. Setelah ayam matang, suwir-suwir. Lalu bumbui dengan aneka rempah. Kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda yang sudah dibumbui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pecel Pitik disajikan dengan nasi putih berbentuk tumpeng. Dalam proses produksinya, pembuatnya tidak boleh banyak bicara. Namun s<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">eiring berjalannya waktu, tidak mudah menemukan pecel ini. Jika Sedulur penasaran dengan kelezatan dan sejarah singkat pecel pitik, maka ulasan di bawah akan menjadi jawaban dari rasa penasaran Sedulur.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/nasi-punel-jt-11-7-24\/\">Nasi Punel, Kuliner Legendaris dari Pasuruan yang Wajib Dicoba!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sekilas Tentang Pecel Pitik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_119623\" aria-describedby=\"caption-attachment-119623\" style=\"width: 1910px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-119623 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg\" alt=\"ati ampela ayam ungkep pecel pitik\" width=\"1920\" height=\"1280\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-119623\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Unsplash\/Mufid Majnun<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kuliner khas Banyuwangi ini merupakan yang sangat istimewa bagi Suku Osing. Awalnya, pecel pitik tidak disajikan dalam menu sehari-hari. Tapi itu hanya muncul untuk acara-acara penting. Seperti bersih-bersih desa, syukuran, selamatan, dan hajatan. Pecel pitik juga selalu ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, dalam tradisi ritual tertentu, dan doa untuk dikirimkan ke leluhur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kuliner yang satu ini juga sangat enak, karena bahan dan cara pengolahannya pun tidak main-main. Ya, Pecel Pitik merupakan masakan dengan ayam pilihan, yakni ayam kampung yang masih muda, berumur sekitar 7-8 bulan. Dimasak dengan cara khusus dan disajikan dengan cara khusus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nama Pecel Pitik berasal dari ungkapan &#8220;kang diucel-ucel saben dinane ingkang apik&#8221;. Artinya, apa yang dilakukan warganya akan membawa kebaikan. Sementara pitik adalah sebutan untuk ayam dalam bahasa Osing atau Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Makna Filosofi Pecel Pitik<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dianggap sebagai kekayaan daerah yang patut dilestarikan, Pecel Pitik kini menjadi semakin populer. Banyak kafe dan warung makan menjualnya di Banyuwangi. Kuliner ini tentu mudah ditemui oleh wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi untuk refreshing, terutama di Desa Kemiren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasanya mungkin hampir mirip dengan pecel pada umumnya, namun perbedaan antara pecel biasa dan Pecel Pitik terletak pada proses memasaknya. Dilihat dari arti asal usul namanya, Pecel Pitik filosofinya mengandung harapan agar masyarakat selalu dekat dengan kebaikan. Jadi pada proses pembuatannya, siapa pun yang menyiapkan makanan ini harus menenangkan hatinya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam proses memasak, ada baiknya si juru masak diam dan berdoa dalam hati. Bahkan ada aturan tidak tertulis bahwa wanita yang memasak Pecel Pitik harus dalam keadaan bersih dan tidak sedang menstruasi. Ini menegaskan fakta bahwa &#8220;makanan yang baik, suasana hati baik&#8221;. Makanan yang baik membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental orang yang memakannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebaliknya, suasana hati yang baik makanan juga enak. Bila si juru masak sudah tenang hati dan jiwanya, tidak gelisah, maka makanan enak pun tersaji. Sayur rebus dan tumpeng biasanya menemani Pecel Pitik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nasi putih berbentuk tumpeng sendiri mempunyai arti meninggikan derajat seseorang. Kalau sudah lengkap, dalam penyajiannya Pecel Pitik dapat mewakili harapan agar kebaikan dan kehormatan menjadi milik masyarakat sekitar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Masakan Suku Osing<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pecel Pitik kerap menimbulkan perdebatan, terutama di kalangan masyarakat Jawa. Karena biasanya pecel adalah sejenis sambal yang terbuat dari kacang tanah dan biasa dipadukan dengan sayuran sebagai menu sarapan khas Jawa. Namun pecel di Pecel Pitik di Banyuwangi bukan berarti demikian, sehingga banyak yang salah mengartikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hidangan khas Banyuwangi ini juga sangat dekat dengan suku Osing. Bagi yang belum tahu, suku Osing merupakan suku asli Banyuwangi yang mempunyai bahasa sendiri dari bahasa Jawa dan Madura. Beberapa kata atau ungkapan Suku Osing mirip dengan bahasa Jawa dan Bali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun budaya dan adat istiadat masyarakat suku Osing mempunyai ciri khas tersendiri. Orang luar juga beranggapan bahwa terkadang makanan suku Osing cenderung lebih pedas dan asin dibandingkan makanan lainnya. Tingkat lidah suku Osing juga dinilai punya standar tinggi dan sangat sensitif terhadap rasa. Dan tentu salah satu masakan Suku Osing yang paling terkenal adalah Pecel Pitik.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Rekomendasi Warung Pecel Pitik di Banyuwangi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di Banyuwangi sebenarnya tidak semua tempat menjajakan kuliner khas ini. Namun ada salah satu warung legendaris yang wajib Sedulur coba, yaitu di Desa Kemireni, Dusun Krajan, Kecamatan Kemireni Glagah, Kabupaten Kemireni, Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Warung ini menyiapkan menu Pecel Pitik untuk melestarikan atau sebagai tradisi desa secara turun temurun. Sambil menikmati sajian lezat ini, Sedulur bisa sambil bertanya langsung kepada masyarakat tentang cara memasak dan filosofi kuliner tersebut. Masakan ini dapat dinikmati dengan harga Rp25.000.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/ayam-panggang-gandu-jt-12-7-24\/\">Mencicipi Ayam Panggang Gandu, Kuliner Maknyus dari Magetan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Resep Pecel Pitik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_121259\" aria-describedby=\"caption-attachment-121259\" style=\"width: 1910px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-121259 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620.jpg\" alt=\"pecel gudeg khas jember pecel pitik\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620.jpg 1920w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/mufid-majnun-s0knaockTqE-unsplash-e1715065696620-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-121259\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Unsplash\/Mufid Majnun<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pecel Pitik bahan utamanya adalah kelapa dan ayam. Pada umumnya yang digunakan adalah daging ayam kampung yang dagingnya lebih berserat. Kuliner ini diolah dengan cara memanggang ayam terlebih dahulu dengan berbagai bumbu hingga ayam matang sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah itu ayam dibalut dengan kelapa parut yang sudah dibumbui. Kelapa parut ini ibarat \u201curap-urap\u201d bagi masyarakat pada umumnya. Ayam bakarnya dibalut sempurna dengan kelapa, lalu disajikan dengan hidangan lainnya. Bagi Sedulur yang penasaran, tentu bisa membuat Pecel Pitik sendiri di rumah dengan resep berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan Pecel Pitik<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan disangka Pecel Pitik sama dengan nasi pecel pada umumnya. Pecel Pitik tidak menggunakan sambal kacang. Bahan baku utamanya adalah daging ayam kampung muda dengan bumbu rempah yang khas. Berikut ini beberapa bahan yang dibutuhkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 ekor ayam kampung muda ukuran sedang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1\/2 butir kelapa sedang (tidak terlalu tua)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 genggam kacang tanah goreng<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">4 siung bawang putih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">4-5 siung bawang merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">6 buah cabe rawit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 ruas jari kencur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">2 lembar daun jeruk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terasi secukupnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gula dan garam secukupnya<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/cutt.ly\/XwNmdmeI\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Minyak Goreng Perirasa<\/strong><\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara Membuat Pecel Pitik<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membuat Pecel Pitik dalam budaya Suku Osing merupakan hal yang sangat istimewa. Utamakan proses dengan cara memasak yang mulia. Oleh karena itu makanan ini hanya tersedia pada acara-acara penting saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun kini Pecel Pitik bisa dengan mudah ditemukan saat ini di Banyuwangi, bahkan banyak masyarakat yang membuatnya di rumah. Meskipun persiapannya tidak seperti dari warisan leluhur, dan melalui proses panjang yang penuh syarat serta penghayatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah jika Sedulur tidak mengikuti semua persyaratan ini saat membuat Pecel Pitik di rumah. Tambahkan keheningan, doa dan kesabaran dalam menyiapkan sajian khas Banyuwangi ini. Berikut cara membuat Pecel Pitik.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bersihkan ayamnya lalu yang belah bagian dada, pastikan tidak bulu atau kotoran yang tertinggal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kalau ingin daging yang lebih empuk, kukus ayamnya. Atau melaburi daging dengan parutan nanas lalu diamkan sebentar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bakar ayam dengan batu bara akan lebih nikmat. Sebelumnya tusuk ayam di kedua sisi daging menggunakan kayu atau bambu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Goreng atau bakar cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kencur, terasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian hancurkan kacang, bumbu yang sudah digoreng, daun jeruk, garam, dan gula. Lalu campur dengan kelapa parut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tambah air secukupnya lalu aduk sampai rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Suwir daging ayam yang sudah dibakar lalu campur dengan bumbu halusnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sajikan dengan nasi dan sayur rebus plus kemangi atau mentimun yang segar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pecel pitik siap untuk dinikmati.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedulur juga tidak perlu khawatir karena bahan-bahan resep di atas mulai dari Minyak Goreng Perirasa, gula, garam dan penyedap bisa ditemukan dengan mudah di toko kelontong dan di <a href=\"https:\/\/superapp-id.onelink.me\/rvXb\/ug9dei36\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b data-wpmeteor-mouseover=\"true\" data-wpmeteor-mouseout=\"true\">SuperApp<\/b><\/a>. Jadi dijamin tidak akan kerepotan saat membuatnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-121912\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719.jpg\" alt=\"perirasa\" width=\"1080\" height=\"607\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719.jpg 1080w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Instagram-Perirasa.idn_-e1719809400719-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>SuperApp sendiri adalah aplikasi yang membantu kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok untuk toko atau kebutuhan sehari-hari di rumah jadi mudah. Kalau kamu tertarik menggunakan SuperApp, bisa cari tahu lebih banyak informasinya lewat media sosial\u00a0<a href=\"https:\/\/cutt.ly\/dwZkLLfs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Instagram SuperApp<\/b><\/a>. Selamat mencoba!<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah kuliner Pecel Pitik khas Banyuwangi. Kuliner yang satu ini cukup terkenal di sana. Saat ini belum banyak warung menjual makanan dengan menu Pecel Pitik. Beberapa warung yang menjualnya menjadi ramai pengunjung karena orang ingin merasakan sendiri rasanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":119623,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1043],"tags":[18980,15907,19764],"class_list":["post-123702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-resep","tag-kuliner-banyuwangi","tag-makanan-khas-banyuwangi","tag-pecel-pitik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-16T10:47:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-17T03:42:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280,\"caption\":\"Unsplash\/Mufid Majnun\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/\",\"name\":\"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-07-16T10:47:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-17T03:42:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi","description":"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi","og_description":"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-07-16T10:47:55+00:00","article_modified_time":"2024-07-17T03:42:49+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/mufid-majnun-MspHokhLFbM-unsplash-e1711892872335.jpg","width":1920,"height":1280,"caption":"Unsplash\/Mufid Majnun"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/","name":"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-07-16T10:47:55+00:00","dateModified":"2024-07-17T03:42:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Berbeda dengan pecel yang lain, Pecel Pitik tidak menggunakan bumbu kacang. Kuliner ini dulu hanya untuk upacara adat di Banyuwangi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-pitik-jt-16-7-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Pecel Pitik, Kuliner Wajib di Upacara Adat Banyuwangi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123702"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123702"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123830,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123702\/revisions\/123830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}