{"id":123006,"date":"2024-06-26T18:21:44","date_gmt":"2024-06-26T11:21:44","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=123006"},"modified":"2024-07-03T09:44:12","modified_gmt":"2024-07-03T02:44:12","slug":"pecel-tumpang-jt-26-6-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/","title":{"rendered":"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pernahkah Sedulur mendengar nama hidangan pecel tumpang? Kuliner dengan nama unik karena seolah menggabungkan dua hidangan khas Jawa ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Menariknya, pecel tumpang ternyata memang memadukan sayuran yang biasa disajikan dalam hidangan pecel dengan bumbu tumpang yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lantas, seperti apa cita rasa pecel tumpang khas Kediri? Yuk, simak rangkuman informasi sekaligus ulasan singkatnya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tempat-makan\/pecel-surabaya-jt-19-6-24\/\">10 Rekomendasi Nasi Pecel Surabaya yang Paling Enak<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Mengenal Pecel Tumpang Khas Kediri<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_123250\" aria-describedby=\"caption-attachment-123250\" style=\"width: 2281px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-123250\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526.jpg\" alt=\"pecel tumpang\" width=\"2291\" height=\"1286\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526.jpg 2291w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-768x431.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-1536x862.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-2048x1150.jpg 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9218770-scaled-e1719974606526-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 2291px) 100vw, 2291px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-123250\" class=\"wp-caption-text\">Pexels\/Loren Castillo<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur tentu sudah tidak asing dengan pecel, makanan yang terdiri atas sayuran rebus, seperti kacang panjang, bayam, serta taoge yang disiram dengan kuah sambal kacang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, sambal tumpang adalah bumbu khas Jawa yang terbuat dari tempe busuk atau tempe hampir busuk yang dicampur dengan aneka rempah. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa rempah yang biasanya digunakan untuk campuran tumpang adalah bawang merah, bawang putih, dan cabai serta santan yang membuatnya memiliki cita rasa gurih sekaligus pedas yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menariknya, ada kuliner yang menggabungkan kedua hidangan tersebut, yakni pecel tumpang. Ya, sesuai dengan namanya, pecel tumpang memang memadukan hidangan pecel dan tumpang sehingga membuatnya terlihat unik terutama bagi mereka yang berasal dari luar Kediri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti namanya, pecel tumpang terdiri atas beragam sayuran rebus, umumnya berupa sayuran yang biasa digunakan dalam hidangan pecel, seperti bayam, kacang panjang, dan tauge. Akan tetapi jika pecel biasanya diguyur dengan bumbu kacang saja, pada pecel tumpang juga akan ditambahkan dengan bumbu sambal tumpang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Sejarah Pecel Tumpang<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak diketahui secara pasti kapan hidangan pecel tumpang pertama kali muncul hingga menjadi kuliner legendari di Kediri. Hanya saja, sambal tumpang diketahui sudah ada sejak zaman kerajaan Nusantara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahkan beberapa sumber menyebut hidangan ini tertera dalam Serat Centhini dari tahun 1814 hingga 1823. Hal ini sekaligus menandakan bahkan sambal tumpang sudah ada sejak 2 abad silam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi lain, sambal tumpang juga menyimpan makna filosofi yang dalam. Sambal tumpang yang biasa disajikan dalam acara siraman pada pernikahan adat Jawa disebut mengandung harapan agar kedua mempelai selalu berada di atas alias mendapatkan kesuksesan, kesejahteraan, serta hal-hal baik dalam kehidupan rumah tangganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, pecel tumpang khas Kediri sudah memiliki makna terkait tradisi masyarakat sekitar. Dikatakan bahwa kehadiran pecel tumpang menjadi bukti adanya teknologi pangan di masyarakat dalam rangka mengurangi makanan yang terbuang atau food waste.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Rekomendasi Pecel Tumpang Di Kediri<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak warung pecel tumpang yang bisa Sedulur kunjungi saat sedang berwisata ke Kota Kediri. Akan tetapi ada satu daerah yang terkenal akan kuliner pecel tumpangnya, yaitu di Jalan Dhoho, Kediri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sepanjang jalan tersebut, Sedulur akan menjumpai penjual pecel tumpang yang berjajar di trotoar. Umumnya, para penjual mulai menjajakan pecel tumpang setelah maghrib hingga larut malam. Oleh karena itu, pecel tumpang bisa menjadi pilihan kuliner malam bagi Sedulur saat berkunjung ke Kediri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi lain, ada beberapa warung pecel tumpang di Kediri yang terbilang cukup legendaris. Berikut beberapa rekomendasinya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Pecel Tumpang Bu Beny<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah makan satu ini sudah berdiri sejak tahun 2000 atau lebih dari 20 tahun silam. Meski begitu, tempat ini masih ramai didatangi pembeli dan menjadi salah satu pecel tumpang favorit warga setempat maupun wisatawan. Rumah makan ini ada di Jalan Letjend Suparman Nomor 25, Pakunden, Pesantren, Kediri.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Warung Pecel Mbah Mursinem<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Warung yang kini dikelola oleh generasi ke-2 terkenal akan cita rasa legendaris yang selalu membuat rindu. Tak hanya itu, pecel tumpang di sini juga dilengkapi dengan lauk peyek yang tipis, renyah, dan gurih. Sedulur bisa berkunjung ke Dusun Sumber Asri, Sonorejo, Grogol, Kediri jika tertarik mencicipi pecel tumpang di Warung Pecel Mbah Mursinem.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Nasi Pecel Tumpang Bu Tin<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tempat ini bisa jadi pilihan untuk mencicipi pecel tumpang di tengah kota. Tak hanya mudah dijangkau, tempat makan ini juga menawarkan hidangan pecel tumpang dengan bumbu melimpah yang pastinya akan memanjakan lidah Sedulur. Tempat ini berada di Jalan Pattimura, Setono Pande, Kediri.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tempat-makan\/pecel-gudeg-khas-jember-jt-7-5-24\/\">Pecel Gudeg Khas Jember, Sajian Legendaris yang Wajib Dicoba<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Resep Pecel Tumpang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_123251\" aria-describedby=\"caption-attachment-123251\" style=\"width: 2134px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-123251\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg\" alt=\"Pecel Tumpang\" width=\"2144\" height=\"1203\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg 2144w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-768x431.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-1536x862.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-2048x1149.jpg 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 2144px) 100vw, 2144px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-123251\" class=\"wp-caption-text\">Pexels\/Loren Castillo<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur yang belum berkesempatan untuk mencicipi pecel tumpang secara langsung di Kediri tidak perlu bersedih. Sebab, Sedulur juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan mengikuti resep berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan yang Dibutuhkan<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk membuat hidangan ini, pertama-tama Sedulur perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan terlebih dahulu. Berikut aneka bahan yang diperlukan untuk membuat hidangan pecel tumpang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan sambal pecel:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">500 gram kacang tanah, goreng lalu tiriskan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">250 gram gula merah, sisir<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">6 siung bawang putih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">6 buah cabai merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">4 buah cabai rawit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 sdm garam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">6 lembar daun jeruk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Asam secukupnya, buang bijinya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gula pasir secukupnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan untuk sambal tumpang:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">500 gram tempe<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">500 gram tempe busuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">10 siung bawang merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">8 siung bawang putih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">8 buah cabai rawit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">5 buah cabai merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">2 lembar daun salam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 ruas lengkuas, memarkan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">200 ml santan kental<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">500 ml air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Garam secukupnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gula pasir secukupnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Bahan sayuran rebus:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1 ikat bayam, cuci bersih<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kacang panjang secukupnya, potong korek api<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">(bisa ditambahkan aneka sayuran yang Sedulur sukai)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara Membuat<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa tahapan dalam membuat pecel tumpang. Agar tidak bingung, berikut cara membuat pecel tumpang yang bisa Sedulur ikuti.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pertama, haluskan semua bahan untuk sambal pecel. Kemudian, sisihkan. Bahan sambal pecel yang sudah dihaluskan ini bisa disimpan di dalam freezer agar awet sebagai stok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selanjutnya, buat sambal tumpang dengan cara potong dan haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit. Tambahkan garam dan gula.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rebus tempe selama 15 menit hingga setengah matang atau teksturnya mulai embuk. Kemudian, tumbuk kasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masukkan bumbu halus dan tempe yang sudah ditumbuk ke dalam panci berisi air sisa rebusan tempe.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tuangkan santan kental ke dalam panci berisi campuran bumbu dan tempe. Aduk sampai tercampur rata lalu masak. Jangan lupa tambahkan juga daun salam dan lengkuas agar makin harum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sembari menunggu sambal tumpang matang, rebus sayuran yang sudah disiapkan. Kemudian tiriskan dan sisihkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk penyajiannya, tata sayuran rebus di atas piring. Kemudian, tuangkan tuangkan sambal pecel yang sudah diberi air dan sambal tumpang di atasnya. Pecel tumpang siap disajikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itu dia rangkuman informasi seputar pecel tumpang khas Kediri yang unik tapi dijamin menggugah selera. Pada artikel ini juga sudah dipaparkan resep pecel tumpang yang bisa Sedulur coba di rumah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":123251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1043],"tags":[19305,938,19606],"class_list":["post-123006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-resep","tag-kuliner-madiun","tag-makanan-khas-madiun","tag-pecel-tumpang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-26T11:21:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-03T02:44:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2144\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1203\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg\",\"width\":2144,\"height\":1203,\"caption\":\"Pexels\/Loren Castillo\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/\",\"name\":\"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-06-26T11:21:44+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-03T02:44:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita","description":"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita","og_description":"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-06-26T11:21:44+00:00","article_modified_time":"2024-07-03T02:44:12+00:00","og_image":[{"width":2144,"height":1203,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/pexels-lorencastillo-9213909-scaled-e1719974557247.jpg","width":2144,"height":1203,"caption":"Pexels\/Loren Castillo"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/","name":"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-06-26T11:21:44+00:00","dateModified":"2024-07-03T02:44:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Berbeda dengan bumbu pecel lainnya yang berbahan dasar kacang tanah, Pecel Tumpang menggunakan tempe busuk. Penasaran rasanya? Simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/pecel-tumpang-jt-26-6-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Serba-Serbi Pecel Tumpang, Kuliner Kediri yang Penuh Cerita"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123006"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123006"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123252,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123006\/revisions\/123252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}