{"id":116513,"date":"2024-02-13T15:00:37","date_gmt":"2024-02-13T08:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=116513"},"modified":"2024-02-13T08:07:52","modified_gmt":"2024-02-13T01:07:52","slug":"beda-kukus-dan-rebus-31-1-24","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/","title":{"rendered":"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dibandingkan dengan goreng ataupun panggang, mengolah makanan dengan cara kukus dan rebus diketahui lebih aman untuk kesehatan. Namun, ternyata masih banyak yang belum mengetahui perbedaannya. Lantas, apa beda kukus dan rebus?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara singkat, kukus (<em>steam<\/em>) adalah proses pematangan makan dengan menggunakan uap yang dihasilkan dari air rebusan. Proses ini memasak dilakukan di dalam wadah berisi bahan makanan yang diletakkan di atas air mendidih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara untuk merebus, adalah cara memasak yang mana proses pematangan bahan makanannya dilakukan dimasukkan ke dalam air mendidih secara langsung. Apakah dari penjelasan tersebut, Sedulur sudah paham beda kukus dan rebus? Jika belum, simak penjelasan lengkap di bawah ini ya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-memasak-kacang-merah-3-11-23-azm\/\">7 Cara Memasak Kacang Merah agar Empuk dan Tidak Beracun<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Beda Kukus dan Rebus<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_117334\" aria-describedby=\"caption-attachment-117334\" style=\"width: 1698px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-117334\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg\" alt=\"beda kukus dan rebus\" width=\"1708\" height=\"966\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg 1708w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457-768x434.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457-1536x869.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1708px) 100vw, 1708px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-117334\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash\/Anton Nazaretian<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, bagi yang masih belum jelas dengan penjelasan di atas, langsung saja simak informasi beda kukus dan rebus berikut ini!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Metode memasak<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perbedaan antara kukus dan rebus yang pertama, ada pada metode memasak yang digunakan. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, proses memasak dengan cara kukus adalah menggunakan uap panas dari air yang mendidih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nantinya, makanan akan ditaruh di atas alat pengukus khusus atau di dalam wadah tertutup. Kemudian wadah tersebut diletakkan di atas air mendidih, sehingga makanan akan dimasak dan matang karena terkena uap panas dari air yang mendidih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan untuk rebus, proses memasaknya dilakukan dengan merendam makanan dalam air yang mendidih. Makanan berada akan dimasukkan langsung ke dalamnya dan matang oleh panas air tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Waktu memasak<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain dari proses pematangan bahan makanan, beda kukus dan rebus juga ada pada waktu memasak yang dibutuhkan. Untuk teknik memasak kukus, umumnya proses memasak membutuhkan waktu relatif lebih lama. Hal ini karena panas uap butuh waktu untuk menembus makanan untuk memasaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lain halnya dengan rebus, dimana proses memasak dengan menggunakan teknik yang satu ini biasanya lebih cepat. Panas yang dihasilkan oleh air mendidih, bisa langsung segera meresap ke dalam bahan makanan yang dimasak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Konservasi nutrisi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Proses memasak dengan cara dikukus, cenderung lebih baik dalam hal menjaga nutrisi makanan. Hal ini karena makanan tidak terendam secara langsung di dalam air yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa nutrisi yang dapat larut oleh air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian untuk teknik perebusan, dimana ada beberapa nutrisi yang dapat larut oleh air dan hilang selama proses merebus. Jadi dalam hal konservasi alias penjagaan nutrisi, bisa dibilang teknik kukus lebih baik dibandingkan rebus.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Tekstur dan rasa<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang telah kita ketahui, jika teknik memaksa akan berpengaruh pada tekstur dan rasa yang dihasilkan pada suatu bahan makanan. Nah, untuk bahan makanan yang dikukus, cenderung lebih kering dan tetap mempertahankan kelembutan serta rasa aslinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara untuk bahan makanan yang direbus, biasanya akan memiliki tekstur yang lebih lunak dari aslinya, terutama jika direbus dalam waktu yang lama. Dan kadang-kadang bisa juga rasa yang dihasilkan berubah-ubah sesuai dengan lama waktu perebusan.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/ukuran-air-masak-nasi-17-1-23\/\">Takaran Air yang Pas Saat Memasak Nasi, Cukup Pakai Jari!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tips Memasak dengan Kukus dan Rebus yang Benar<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_117333\" aria-describedby=\"caption-attachment-117333\" style=\"width: 1746px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-117333\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982.jpg\" alt=\"beda kukus dan rebus\" width=\"1756\" height=\"988\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982.jpg 1756w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/thom-milkovic-DdyCmQVmfI0-unsplash-e1707786322982-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1756px) 100vw, 1756px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-117333\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash\/Thom Milkovic<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memilih teknik rebus dan kukus dalam mengolah bahan makanan, memang lebih tepat jika dibandingkan dengan metode panggang atau goreng. Kendati demikian, Sedulur tetap harus melakukannya dengan teknik memasak yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk itu, ikuti tips memasak dengan kukus dan rebus yang ada di bawah ini, agar makanan yang kualitas dimasak tetap terjaga dan nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak hilang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cuci tangan dan semua bahan makanan terlebih dahulu sebelum proses memasak dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tetap batasi jumlah garam yang ditambahkan ke dalam bahan makanan yang dimasak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan merebus dan mengukus makanan dalam waktu yang terlalu lama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bila bahan makanan yang direbus adalah ikan, daging, atau seafood, air bekas rebusan tersebut dapat digunakan kembali sebagai kaldu yang nikmat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ingin merebus sayuran, alangkah baik untuk menggunakan air sedikit, dan jangan masak di dalam air yang terlalu mendidih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan bahan makanan yang akan diolah masih dalam keadaan segar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pilihlah bahan makanan dengan gizi yang seimbang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan dapur dan alat-alat masak yang digunakan bersih, agar bahan makanan tersebut tidak terkontaminasi oleh bakteri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebisa mungkin, hindari penggunaan mentega atau minyak ke dalam makanan yang dikukus atau direbus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika memang harus menambahkan minyak atau mentega ke dalam masakan, pilihlah minyak yang sehat. Misalnya saja seperti minyak zaitun atau minyak kanola.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, mungkin hanya itu penjelasan mengenai beda kukus dan rebus, serta tips untuk merebus atau mengukus bahan makanan yang bisa dibagikan pada kesempatan kali ini. Sedulur bisa menggunakan teknik kukus ataupun rebus, sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":117334,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1856],"tags":[18003,18004,10086],"class_list":["post-116513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-beda-kukus-dan-rebus","tag-steam-and-boil","tag-tips-memasak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-13T08:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-13T01:07:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"966\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg\",\"width\":1708,\"height\":966,\"caption\":\"Unsplash\/Anton Nazaretian\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/\",\"name\":\"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-02-13T08:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-13T01:07:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!","description":"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!","og_description":"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-02-13T08:00:37+00:00","article_modified_time":"2024-02-13T01:07:52+00:00","og_image":[{"width":1708,"height":966,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/anton-nazaretian-klhEkmkhA7E-unsplash-scaled-e1707786276457.jpg","width":1708,"height":966,"caption":"Unsplash\/Anton Nazaretian"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/","name":"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-02-13T08:00:37+00:00","dateModified":"2024-02-13T01:07:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Makanan yang diolah dengan dikukus atau direbus akan lebih terjaga nutrisinya. Tapi apa beda kukus dan rebus dalam memasak? Simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/beda-kukus-dan-rebus-31-1-24\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sering Tertukar, Ini Dia Beda Kukus dan Rebus dalam Memasak!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116513"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116513"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117335,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116513\/revisions\/117335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}