{"id":115244,"date":"2024-01-08T13:00:39","date_gmt":"2024-01-08T06:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=115244"},"modified":"2024-01-05T13:40:28","modified_gmt":"2024-01-05T06:40:28","slug":"cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/","title":{"rendered":"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara yang bagus untuk mengantar anak tidur di malam hari adalah dengan membacakan dongeng hewan. Dimana, Sedulur bisa mencoba cerita tentang domba dan serigala yang sudah sangat terkenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya menarik dijadikan dongeng untuk menghibur, cerita tentang domba dan serigala juga baik untuk memberikan nilai serta pesan moral untuk si kecil. Jika Sedulur sedang mencari cerita dongeng tersebut, maka kamu berada di tempat yang tepat. Karena kami sudah menyiapkan cerita dongeng domba dan serigala yang seru berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/dongeng-kucing-dan-tikus-19-12-23\/\">Dongeng Anak Kucing dan Tikus untuk Cerita Sebelum Tidur<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Dongeng Serigala dan Tujuh Anak Domba<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-115190\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-lina-kivaka-1741231.jpg\" alt=\"dongeng semut dan merpati\" width=\"1920\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-lina-kivaka-1741231.jpg 1920w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-lina-kivaka-1741231-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-lina-kivaka-1741231-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-lina-kivaka-1741231-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita tentang domba dan serigala yang pertama adalah mengangkat kisah Serigala dan Tujuh Anak Domba dari negara Jerman. Cerita ini diterbitkan pada tahun 1812 oleh Brothers Grimm dan menjadi salah satu dongeng paling terkenal di dunia. Berikut ini ceritanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Hiduplah tujuh anak domba di hutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, sang ibu ingin pergi ke pasar untuk menjual mentega yang dia buat, tapi dia harus meninggalkan anak-anaknya di rumah sendirian. Dia kemudian akan mencoba mengajari mereka pelajaran tentang pengalaman hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSayangku, aku akan pergi ke pasar. Jangan bukakan pintu untuk orang asing. Berhati-hatilah. Serigala memiliki suara yang dalam dan kaki yang berwarna abu-abu. Oh anakku sayang, serigala bisa memakan kalian semua!\u201d ujar sang ibu domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik, Ma. Saat kau pulang, perlihatkan kakimu. Jika kami yakin itu adalah kakimu, kami akan membuka pintunya\u201d jawab anak-anak domba.ibu domba kemudian berangkat setelah mencium semua anak-anaknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Muncul serigala serigala jahat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, ada seekor serigala jahat sedang berjalan-jalan di hutan, mencari mangsa. Serigala itu bersembunyi di balik pohon, dengan sabar dia menunggu ibu domba pergi meninggalkan rumah.Begitu ibu domba pergi, serigala jahat mengetuk pintu rumah. Dia ingin memanfaatkan kesempatan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKnock&#8230; Knock&#8230;\u201d bunyi serigala yang mengetuk pintu.\u201cSiapa itu?\u201d tanya anak-anak domba di dalam rumah.\u201cAnak-anakku sayang, ini aku, ibumu. Aku membawakan buah-buahan yang sangat enak untuk kalian. Bukakan pintunya!&#8221; kata serigala yang berbohong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHei tunggu, aku tahu suara itu! Itu suara si serigala. Ingat apa yang Mama bilang!&#8221; ucap salah satu anak domba.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Taktik serigala menyamar jadi ibu domba<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena serigala tidak bisa masuk , dia mengetuk pintu untuk mencoba kesempatannya lagi.\u201cKnock&#8230; Knock&#8230;\u201d dombaku sayang, aku terjebak di luar. Ayo, bukakan pintunya. Aku sangat lelah. Aku membawakan banyak makanan untukmu. Kenapa kau membuat ibumu menunggu di luar?\u201d ujar serigala yang kali ini meninggikan suaranya agar terdengar seperti ibu domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu terdengar seperti suara Mama, tapi kita harus yakin. Ma, tolong julurkan kakimu ke bawah pintu. Ingat apa yang sudah kita bicarakan? Perlihatkan kakimu.\u201d minta salah satu anak domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala kemudian menjulurkan kakinya. Tentu saja, setelah melihat kaki yang gelap, domba-domba menyadari kalau itu adalah kaki serigala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPergi kau! Kau bukan Mama kami. Kaki Mama berwarna putih, putih seperti salju. Kami tidak akan membuka pintu ini! Tidak akan!\u201d teriak domba yang tertua.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Kelicikan serigala dilawan kecerdikan para domba<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">domba-domba kecil berkumpul dan saling membisikan rencana satu sama lain. Mereka semua memiliki tugas yang berbeda-beda. Dengan semangat, serigala mengetuk pintu lagi dengan kaki putihnya yang dilumuri tepung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKnock&#8230; Knock&#8230;\u201dKali ini serigala yakin bisa menipu domba-domba itu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak-anak, ayo! Aku ibu kalian! Lihat apa yang kubawa untukmu. Jika kau buka pintunya, aku punya hadiah untuk kalian semua, ini kakiku yang seputih salju. Lihat dari bawah pintu. Kau lihat itu? Kau bisa lihat kakiku yang seputih salju ini?\u201d ujar serigala sambil memasukkan kakinya ke lubang pintu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat para domba melihat kaki itu dengan hati-hati, mereka menyadari kakinya terlalu besar untuk kaki ibu mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBenar, kakinya berwarna putih tapi sangat besar! Saudara-saudaraku, itu si serigala, bukan Mama kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo kita laksanakan rencana kita.\u201d bisik salah satu domba.\u201cBaik, Ma. Aku akan membukakan pintunya sekarang.\u201d ujar domba kecil yang menunggu di dekat pintu.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Serigala terjebak dalam siraman saus cabai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah direncanakan, mereka semua bersembunyi di tempat yang beda-beda. Ada yang bersembunyi di bawah selimut, di bawah tempat tidur, di dalam lemari, di dalam oven, ada yang sembunyi di balik gorden, dan ada yang pergi ke atap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, si domba kecil yang tahu ini sudah waktunya, perlahan menarik tali yang diikatkan ke pintu, dari dalam jam besar di ruang tengah tempat dia bersembunyi dan pintunya pun terbuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPintunya sudah dibuka! Kau boleh masuk.\u201d\u201cngeeek&#8221; bunyi suara pintu yang menandakan serigala sudah masuk ke dalam rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun serigala kaget menemukan rumah itu kosong. Dia tidak melihat satu domba pun! Tiba-tiba, serigala melihat ada yang bergerak di bawah selimut. Serigala perlahan maju ke sana, menjulurkan tangannya. Dia mengangkat selimut itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kena kau! Kau pikir kau bisa menipuku? Tidak ada yang bisa melarikan diri dariku.\u201d ujar serigala yang berusaha mencengkram anak domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNih rasakan!&#8221; ujar domba tertua yang bersembunyi di bawah selimut. Di tangannya ada botol cabai pedas.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Mengalami luka parah, serigala pun menyesal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAaaarghhhh&#8230;..!!! Aaaaaghhh&#8230;.!!!\u201d teriak serigala yang kesakitan karena matanya terkena cabai.Dan domba di bawah tempat tidur menuang sebotol minyak di kaki serigala. Tumpahan minyak ada di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAaaaaaghhhh&#8230;. Aaaiiii&#8230;.. Aarghh!\u201d teriak serigala dengan wajah yang terbakar, jadi ia tidak bisa berdiri di lantai yang licin dan jatuh di lantai.Karena berlumur minyak, serigala itu berguling ke arah pintu mencoba untuk kabur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTolong! Tolong! Aku terbakar, aku terbakar! Apa tidak ada yang bisa menolongku? Mataku, mataku terbakar, aku tidak bisa melihat apa-apa.\u201d mohon serigala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTangkap serigala jahat itu dan hukum dia! Dia harus tahu apa akibatnya jika dia mencoba menipu kita!\u201d ujar anak domba yang bersembunyi di dalam jam besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar suara itu, yang lain mulai melempari serigala dengan tomat yang mereka simpan di ruang tengah dari dalam lemari pendingin dan juga kelereng yang mereka mainkan ke arah serigala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini dilakukan agar serigala tidak bisa lari di lantai yang licin. Domba yang berada di atap menuang seember air dingin di atas kepala serigala yang kesulitan mencoba keluar. Serigala itu berusaha menyelamatkan dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tidak akan pernah lagi datang ke rumah itu. Aku terbakar karena cabai yang mereka lempar ke wajahku, aku kedinginan karena air dingin dan berlumuran tomat. Aku adalah tomat yang beku!&#8221; kata serigala yang mengeluh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aku tidak pernah membayangkan domba-domba kecil akan bisa menipuku. Apakah aku sudah terlalu tua atau domba-domba itu sudah jadi sangat pintar!\u201d ujar serigala yang berbicara dengan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Ibu domba pulang dan kaget melihat rumahnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang malam, ibu domba kembali dari pasar. Dia membawakan buah-buahan dan sayuran untuk anak-anak domba agar mereka sehat. Masing-masing mendapat buah yang berbeda. ibunya tidak melupakan satupun dan memilihnya dengan hati-hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat dia tiba di depan pintu, dia melihat jalan masuknya basah. Dia melihat ke atas dan tidak ada awan di langit dan tadi tidak hujan. Dia mengetuk pintu dan memanggil ketujuh anak dombanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak-anakku, aku pulang, buka pintunya. Aku sangat lelah dan ada banyak tas di tanganku, aku juga punya kejutan untukmu.\u201d ujar ibu domba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerlihatkan kakimu!\u201d ucap salah satu anak domba.ibu domba menjulurkan kakinya di bawah pintu. Dan domba-domba kecil langsung bisa mengenali suara dan kaki ibunya. Mereka langsung membuka pintu.Sang ibu domba pun berteriak karena kaget saat dia masuk ke dalam rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah itu sangat berantakan. Cabai dan tomat bertebaran di lantai dan perabotan berantakan. ibu domba sangat ketakutan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAstaga, apa yang terjadi dengan rumah ini? Apa ini? Ada cabai dan tomat di mana-mana! Apa kalian baik-baik saja?\u201d tanya ibu domba yang panik.domba-domba kecil kemudian menceritakan apa yang terjadi pada mereka satu persatu. Sang ibu sangat sedih tapi juga sangat bangga pada anak-anaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, sang ibu menyadari betapa pintarnya mereka.Kemudian, bersama-sama mereka membersihkan rumah dan makan malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak-anak yang pintar. Aku sangat menyayangi kalian. Hari ini kalian sangat hebat. Kalian bekerja sama dan mengalahkan serigala jahat. Aku sangat bangga pada kalian! Ini sangat membuatku bahagia bisa menjadi ibu dari domba-domba yang pintar!\u201d ujar ibu domba sambil mencium dan memeluk mereka satu persatu.<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Polisi hutan akhirnya menangkap serigala<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya mereka pergi ke polisi untuk melaporkan serigala itu. Mereka memberitahu polisi hutan tentang apa yang terjadi. Polisi hutan memberi selamat kepada para domba kecil atas keberanian dan kepintaran mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia bahkan memberitahu bahwa mereka bisa jadi polisi hutan saat besar nanti.Para domba sangat senang mendengar itu!Serigala itu ditangkap dan dibuang ke tempat yang jauh, dia dihukum untuk tidak pernah kembali lagi. Ketujuh domba kecil hidup bahagia, saling melindungi seperti yang selama ini diajarkan oleh ibu mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/kancil-dan-merak-3-11-23-azm\/\">Dongeng Kancil dan Merak, Ajarkan Anak Agar Tak Sombong<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Dongeng Serigala dan Anak Gembala Domba<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_115147\" aria-describedby=\"caption-attachment-115147\" style=\"width: 1910px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-115147\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218.jpg\" alt=\"dongeng monyet dan kura-kura\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218.jpg 1920w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash-e1704332682218-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-115147\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash\/Picsea<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain cerita tentang serigala dan domba. Sedulur juga bisa memberikan dongeng lain seperti serigala dan anak gembala domba yang dibuat oleh John Hookham Frere. Cerita ini dijamin tidak kalah seru dengan cerita sebelumnya lho.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Hiduplah penggemabala domba di hutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah desa, yang dekat dengan hutan lebat hidup seorang anak laki-laki. Ia sering menggembala domba-domba milik majikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia lebih memilih menggembala di hutan ketimbang di desa, karena lebih banyak daun-daun yang jadi makanan domba-domba di sana. Padahal hutan tersebut cukup lebat dan gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang hari menunggu domba-dombanya makan, ia menjadi bosan. Untuk mengusir rasa bosan, ia sengaja membawa seruling dan seekor anjing peliharaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sambil mengawasi domba ia akan menghibur diri dengan meniup seruling atau bermain-main dengan anjing peliharaannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Berandai-andai serigala muncul<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, sambil mengawasi domba-dombanya makan, ia membayangkan sesuatu. Dalam pikirannya, ia berandai-andai jika ada serigala yang muncul dari dalam hutan dan memangsa domba-domba yang dijaganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikiran ini awalnya membuat takut, tapi si penggembala kecil kemudian teringat dengan pesan majikannya. Kalau ada serigala yang datang, ia harus berteriak sekencang-kencangnya untuk memanggil bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga kampung di sekitar pasti akan datang berbondong-bondong menolong ia dan mengusir serigala. Namun sampai hari ini, hal yang dibayangkannya tidak pernah terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama menggembala domba di hutan, belum ada seekor serigala pun yang mengincar domba-dombanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Berbohong untuk menjahili warga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si gembala kecil mulai membayangkan ide jahil. Menurutnya, pasti lucu kalau dia berpura-pura melihat serigala, kemudian menjerit memanggil orang sekampung untuk datang menolong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, dia pun membuka mulut lebar-lebar dan berteriak, \u201cSerigala! Serigala!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sekejap, warga desa pun datang berduyun-duyun, siap melakukan apa pun untuk mengusir serigala jahat. Mereka meninggalkan berbagai pekerjaan penting demi membantu si penggembala. Berbagai alat juga dibawa untuk mengusir serigala sekaligus untuk melindungi diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sesampainya di sana, warga desa hanya menemukan anak gembala yang sedang tertawa terbahak-bahak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, si penggembala menipu mereka dan merasa senang karena ide jahilnya berhasil. Si gembala kecil sangat senang melihat ekspresi\u00a0 warga yang kaget mendengar ada serigala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sadar dibohongi, warga desa pun membubarkan diri dan kembali ke desa melanjutkan aktivitas mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku hanya mengetes, apakah bila serigala nanti datang mengejar domba, kalian mau membantuku mengusir serigala atau tidak,\u201d ujar penggembala kecil, tanpa merasa bersalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia yang merasa puas kejahilannya berhasil, kembali mengawasi domba.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Kebohongan gembala berulang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari kemudian, si gembala kecil mengulangi kejadian itu. Anak penggembala menjerit keras dengan nada panik, \u201cSerigala! Serigala!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan lagi-lagi warga sekampung yang baik hati pun segera datang. Mereka berlari sekencang mungkin agar tidak terlambat memberikan bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, sekali lagi, yang mereka temukan bukan serigala sedang menyerang domba-domba. Mereka malah mendapati seorang anak penggembala jahil sedang tertawa puas terbahak-bahak sambil memegang perutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian ini persis sama seperti sebelumnya. \u201cOh, kamu mengelabui kami!,&#8221; geram seorang petani. Petani ini meninggalkan ladangnya begitu mendengar teriakan minta tolong tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan lakukan itu lagi,\u201d pesan seorang ibu pembuat roti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAtau kami tidak akan mempercayaimu lagi,\u201d ancam warga lainnya. Warga desa pun bubar sambil bergumam kesal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak gembala hanya tertawa puas melihat kemarahan mereka.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Untuk ketiga kalinya si gembala berbohong lagi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teguran warga ternyata tidak dipedulikan oleh anak gembala. Besoknya, ia kembali berulang dan berteriak \u201cSerigala! Serigala!\u201d saat tidak ada satu pun serigala yang mendekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski awalnya warga desa ragu apakah ini benar atau hanya permainan, warga kembali memutuskan datang untuk membantunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya sama seperti sebelumnya, mereka hanya dijahili oleh si anak gembala. Warga pun bergegas pulang dengan marah karena bosan dipermainkan si penggembala cilik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak gembala masih tidak merasa bersalah, walaupun ia sudah berkali-kali menjahili warga.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Hingga akhirnya serigala benar-benar muncul dan buat menyesal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu sore, saat matahari mulai tenggelam, tak disangka seekor serigala benar-benar muncul di pinggiran hutan. Serigala buas itu tampak lapar dan mulai menyambar domba-domba. Anak penggembala yang melihat kejadian tersebut sangat panik dan ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si penggembala lalu berlari terbirit-birit mencari bantuan. \u201cSerigala! Serigala!\u201d teriaknya. Ia berharap ada yang segera datang untuk menolong. Warga desa mendengar teriakan anak gembala. Namun, tidak ada satu pun yang mau datang menghampiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDia tidak akan bisa menipu kita lagi,\u201d kata salah satu warga, yakin teriakan itu hanya omong kosong si penggembala, seperti sebelum-sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala itu pun berhasil menerkam banyak daging domba sampai kenyang. Anak gembala tidak berdaya mengusirnya sendirian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini dia menyesal, sadar warga desa tidak datang bukan karena tak ingin membantu. Mereka hanya tidak mau dibohongi lagi oleh kejahilannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si anak gembala pun pulang dengan tangan kosong tanpa domba-domba milik majikannya.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian tadi beberapa dongeng tentang domba dan serigala yang bisa Sedulur ceritakan untuk si kecil. Tak hanya menghibur dan seru, cerita tentang domba dan serigala di atas juga penuh pesan moral. Semoga artikel ini bisa membantumu ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":115191,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1485],"tags":[1475,17623,1636],"class_list":["post-115244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cerita-fabel","tag-cerita-tentang-domba-dan-serigala","tag-dongeng-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-08T06:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-05T06:40:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Pexels\/Mael Balland\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/\",\"name\":\"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-01-08T06:00:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-05T06:40:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala","description":"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala","og_description":"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2024-01-08T06:00:39+00:00","article_modified_time":"2024-01-05T06:40:28+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/pexels-mael-balland-3457273-e1704357677777.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Pexels\/Mael Balland"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/","name":"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-01-08T06:00:39+00:00","dateModified":"2024-01-05T06:40:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Membacakan dongeng bisa jadi solusi jitu ketika si kecil masih belum mengantuk. Coba bacakan cerita tentang domba dan serigala berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cerita-tentang-domba-dan-serigala-19-12-23\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dongeng Anak: Cerita Tentang Domba dan Serigala"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115244"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":115245,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115244\/revisions\/115245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}