{"id":103640,"date":"2023-07-13T16:00:25","date_gmt":"2023-07-13T09:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=103640"},"modified":"2023-07-14T08:44:31","modified_gmt":"2023-07-14T01:44:31","slug":"cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/","title":{"rendered":"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, memiliki anak yang keras kepala tentu menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan cara mendidik anak yang keras kepala dengan tepat. Alih-alih anak menjadi lebih baik, memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">treatment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pendidikan yang salah bisa berdampak buruk pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, Sedulur yang memiliki kondisi anak semacam ini perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi anak keras kepala. Dilansir dari Loveology, seorang pediatri dan ahli parenting beranam Dr. Meg Meeker, MD memberikan beberapa tips dan trik untuk mengatasi keras kepala anak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/tips-mendidik-anak-laki-laki-26-6-23-azm\/\">Berikut Tips Mendidik Anak Laki-Laki yang Harus Orang Tua Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab anak keras kepala<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_103642\" aria-describedby=\"caption-attachment-103642\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-103642\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-800x450.jpeg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-800x450.jpeg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-720x405.jpeg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-444x250.jpeg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-600x337.jpeg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Baby-Chick-285x160.jpeg 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-103642\" class=\"wp-caption-text\">Baby Chick<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memulai topik tentang cara mendidik anak yang keras kepala, Sedulur perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab masalah ini. Meeker menjelaskan bahwa penyebab dasar dari sifat keras kepala anak berasal dari pola asuh orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ahli yang sudah mengeluarkan banyak buku tentang parenting tersebut, membagi penyebab keras kepala anak menjadi tiga faktor yaitu:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Pola asuh otoriter<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua umumnya memiliki gaya asuh yang berbeda-beda. Namun, tanpa disadari, terkadang orang tua memiliki gaya asuh otoriter yang diterapkan pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentu memiliki dampak besar pada sifat yang terbangun pada si kecil lantaran pola asuh ini dirasa kurang tepat. Anak dipaksa untuk mengikuti perkataan orang tua tanpa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, pemikiran anak menjadi terbatas dan kolot. Dampaknya anak menjadi keras kepala, tapi tak hanya itu saja karena anak bisa menjadi lebih berani untuk melawan orang tuanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Terbiasa berteriak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara pada anak akan lebih baik jika dilakukan dengan kata-kata sederhana dan nada bicara yang ceria. Jika suara yang Sedulur keluarkan selalu keras ketika berbicara, secara tidak langsung hal ini bisa membuat anak jadi merasa dimarahi dan mengira bahwa apa yang ia lakukan itu adalah sesuatu yang negatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini bisa semakin buruk ketika Sedulur juga terbiasa untuk berteriak. Apabila, suara keras saja sudah bisa membuat anak takut, bentakan dan teriakan akan membuat anak menjadi mudah sakit hati dan marah. Selain merasa tidak bebas, ia juga akan jadi sulit untuk menyampaikan kemauannya hingga nekat untuk melakukannya seorang diri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Inkonsistensi orang tua<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Si Kecil menginginkan sesuatu tapi tidak dituruti, ia mungkin akan menangis hingga mengalami tantrum. Jika sudah begini, orang tua sebenarnya tidak perlu selalu memenuhi keinginan anak setiap saat. Yang perlu Sedulur lakukan adalah menenangkan anak dengan mengajaknya bicara baik-baik. Lakukan hal ini dengan konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Sedulur tidak konsisten dan mengubah sikap terlalu sering, hal ini akan membuat anak jadi keras kepala dan sulit dinasihati. Tak hanya itu, mengiyakan segala keinginan anak juga bisa membuatnya jadi egois dan akhirnya selalu mementingkan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/nama-anak-perempuan-lahir-bulan-juli-9-6-23-azm\/\">100+ Inspirasi Nama Anak Perempuan Lahir Bulan Juli<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi keras kepala anak<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_103641\" aria-describedby=\"caption-attachment-103641\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-103641\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-800x450.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-768x432.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-1536x864.webp 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-2048x1152.webp 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/The-Asian-Parent-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-103641\" class=\"wp-caption-text\">The Asian Parent<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar masalah sifat negatif pada anak ini bisa di atasi, Sedulur wajib mengetahui cara mendidik anak yang keras kepala dengan benar. Berikut ini beberapa trik agar bisa meredam dan menghilangkan sifat keras kepala si kecil agar bisa menjadi lebih penurut pada orang tuanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Jangan memaksa<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Sedulur terbiasa memaksa anak untuk melakukan sesuatu, maka akan meningkatkan kemungkinan si kecil menjadi lebih pemberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini termasuk dalam bentuk pertentangan, salah satu ciri umum dari anak keras kepala. Ambil contoh, Sedulur memaksa anak untuk berhenti main gadget dan beranjak tidur karena anak sudah terlanjur kecanduan gadget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik anak yang keras kepala dengan cara melarang tidak akan banyak membantu, malah memicu perlawanan dari si kecil. Sebaliknya, saat Sedulur menunjukkan hal negatif dengan perhatian, maka si kecil akan memberikan respon yang lebih baik dan bersahabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak juga akan merasa bahwa orang tuanya sedang memberikannya perhatian. Membangun hubungan dengan anak keras kepala diharapkan dapat meluluhkan hati si kecil sehingga menjadi lebih penurut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Dengarkan keinginan anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mendidik anak yang keras kepala selanjutnya adalah dengan membuat jalur komunikasi yang baik. Para ahli parenting pun setuju jika komunikasi dengan anak merupakan kunci utama untuk membangun sifat baik pada anak sejak kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, komunikasi antara anak dan orangtua tentu harus berjalan dua arah. Jika ingin si kecil mendengarkan Sedulur, maka orang tua juga harus mau mendengarkan anak terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai, Sedulur sudah memberikan larangan pada anak padahal belum mengkomunikasikan alasannya. Jika larangan tersebut sering dilakukan dan tidak ada komunikasi, anak akan cenderung keras kepala dan ingin selalu berdebat agar keinginannya terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya hal ini menjadi salah satu ciri anak menjadi sosok yang\u00a0 keras kepala. Jadi, Sedulur bisa mencoba untuk mendekati si kecil dan dengarkan apa yang ia mau. Hal ini akan membuatnya merasa penting dan menjadi lebih tenang tanpa melawan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Hadapi anak dengan tenang<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunci utama dalam mendidik dan menghadapi anak yang keras kepala adalah dengan cara bersikap tenang dan sabar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Sedulur cenderung marah-marah atau membentak, sikap Sedulur justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si kecil semakin melawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Sedulur menjadi lebih tenang, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Sedulur suka menyetel musik di rumah, hal ini juga bisa memengaruhi suasana hati si kecil untuk lebih tenang dan jauh dari tantrum.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">4. Berikan anak pilihan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil contoh, Sedulur menyuruh si kecil untuk tidur saat ia sedang asyik menonton TV. Jawaban yang mungkin didengar adalah kata \u201ctidak\u201d dari anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sama halnya bila Sedulur memberikan mainan yang tak disukai oleh si kecil, maka jawabannya mungkin akan sama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mendidik anak yang keras kepala ini bisa dengan menggunakan trik-trik khusus dengan memberikannya pilihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, saat Sedulur menginginkan si kecil tidur dan melepaskannya dari TV, coba berikan si kecil pilihan buku cerita mana yang akan ia pilih untuk didongengkan sebelum tidur. Alihkan perhatian si kecil dengan cerita menarik si kancil atau timun mas yang bisa ia pilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau si kecil masih menolak, tetaplah bersikap tenang sembari mengulangi hal yang sama sebanyak mungkin. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ingat, Sedulur harus tetap tenang dan tidak menunjukkan emosi. Lama kelamaan, si kecil mungkin saja akan luluh dan mengikuti kemauan orang tuanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5. Ajak anak untuk bekerja sama<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimbang menyuruh-nyuruh si kecil untuk melakukan suatu hal, alangkah lebih baik jika Sedulur mengajak si kecil untuk bekerja sama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan kata-kata, \u201cayo kita lakukan bersama,\u201d atau \u201cbagaimana kalau kita mencobanya bersama-sama?\u201d daripada kalimat yang terkesan menyuruh. Jadi, berusahalah untuk menjadi teman anak agar mereka merasa nyaman.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/makanan-pengganti-nasi-untuk-anak-susah-makan-8-6-23-azm\/\">8 Makanan Pengganti Nasi Untuk Anak dan Cara Mengolahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">6. Berikan ruang untuk anak belajar dari pengalaman<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak memang sering kali susah untuk diatur. Melarang anak melalui kata-kata kadang tidak cukup berhasil. Cara mendidik anak yang keras kepala bisa dilakukan dengan memberinya sedikit kebebasan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya agar mereka bisa memahami apa ingin Sedulur sampaikan melalui pengalaman, melansir dari laman New Kids Center.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini akan memberikan pelajaran penting dalam mendidik anak yang keras kepala sehingga ia tidak mengulangi hal yang sama. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh peraturan agar bisa menerapkan cara mendisiplinkan anak guna mengajarinya konsekuensi dari perilaku baik atau buruk yang dilakukannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, Sedulur tidak memperbolehkan anak main air karena akan terpeleset, tapi anak mungkin sulit mendengarkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Sedulur sudah berkali-kali memberi tahu tapi anak tetap keras kepala, ia akan menyadari alasan Sedulur melarangnya saat ia sudah mengalami ganjarannya mungkin karena terjatuh atau terpeleset.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">7. Diskusikan banyak hal<\/span><\/h2>\n<p>Komunikasi yang baik jadi salah satu cara mendidik anak yang keras kepala. Sedulur sebagai orang tua bisa memulai dengan mendiskusikan banyak hal agar anak menjadi lebih lembut dan penurut. Jika Sedulur bingung ingin memulai diskusi dari mana, bisa dengan membicarakan tentang kesukaan anak, kegiatan apa yang sedang mereka senangi, hingga makanan yang mereka inginkan.<\/p>\n<p>Mengajak anak untuk berdiskusi, bisa membangun <em>bonding<\/em> dan hubungan dengan anak menjadi lebih erat. Anak juga menjadi apa saja yang Sedulur inginkan dari mereka, begitu juga sebaliknya.<\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">8. Berikan suasana damai di rumah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak adalah pembelajar yang baik sekaligus peniru yang ulung. Jadi, usahakan mendidik anak yang keras kepala dengan cara menciptakan lingkungan yang menyenangkan serta memberi contoh yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka belajar melalui apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Jika mereka sering melihat orangtuanya bertengkar, kemungkinan ia akan menirunya saat beranjak dewasa apalagi bila terjadi kekerasan pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, ciptakan lingkungan yang menyenangkan di dalam rumah agar si kecil merasa lebih tenang dan nyaman. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ketenangan di dalam rumah juga dapat membuat suasana hati anak menjadi lebih stabil sehingga mengurangi sikap keras kepala pada anak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">9. Kenali anak lebih dalam<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menghadapi anak yang keras kepala yakni cobalah untuk memahami sudut pandang dan cara berpikir si kecil. Apakah Sedulur tahu apa yang anak rasakan? Apakah anak sedang stres, takut, atau sedih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak Sedulur mengenal anak, semakin baik pula cara Sedulur menghadapi si kecil termasuk mendidik sifatnya yang keras kepala. Misalnya, bila si kecil tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, jangan langsung membentak dan memarahi anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak mungkin menemukan kesulitan untuk menyelesaikan tugasnya. Alhasil, si kecil akan menjadi uring-uringan dan semakin enggan mengerjakan tugasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimbang marah-marah, bantulah si kecil menyelesaikan tugasnya bersama Sedulur. Selipkan waktu istirahat selama 1 sampai 2 menit agar si kecil tidak terlalu stres dalam mengerjakan tugas.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">10. Ajarkan banyak kebaikan pada anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sesekali mendidik anak yang keras kepala dengan cara mencubit atau bertindak kasar. Sebab kembali lagi, hal ini akan diserap dalam ingatannya dan mungkin saja akan dilakukannya di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, tunjukkan perilaku baik di depan si kecil agar ia ikut bersikap baik kepada Sedulur. Mengutip dari Healthy Children, berikan pujian-pujian saat si kecil berhasil menyelesaikan perintah Sedulur dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya buatlah grafik dan tempelkan satu bintang di atasnya ketika si kecil berhasil menyelesaikan tugas. Selain itu, Sedulur juga bisa memberikannya hadiah tertentu untuk memperkuat perilaku positif si kecil.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">11. Posisikan dirimu dengan tepat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali anak meminta sesuatu dan jika tidak dituruti akan langsung marah-marah, bukan? Namun, sebagai orang tua tak seharusnya langsung mengabulkan permintaannya, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mendidik anak keras kepala perlu pendekatan yang begitu sabar dan lama terhadap Si Kecil. Jangan langsung menuruti keinginannya, karena dapat membuat anak semakin keras kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Sedulur juga harus menempatkan posisi yang tepat dengan tidak mudah mengalah. Diketahui sering mengalah pada anak dapat membuatnya semakin sesuka hati berbuat sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendidik anak keras kepala perlu dengan tindakan yang tegas, salah satunya tak selalu mengalah. Jadi posisikan dirimu dengan tepat saat menghadapi anak keras kepala.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">12. Hargai keputusan anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua tak selalu benar saat menentukan keputusan untuk Si Kecil, lho. Menjelaskan sesuatu pada anak bisa jadi membutuhkan banyak pengulangan dengan cerita atau analogi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, anak tak selalu setuju terhadap keputusan yang dibuat. Untuk itu, hargai keputusan anak yang telah dibuat berdasarkan kesepakatan. Menghargai perilaku anak adalah salah satu cara mendidik anak keras kepala Sedulur.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian cara mendidik anak yang keras kepala agar bisa lebih baik. Tips dan trik parenting di atas bisa Sedulur terapkan ketika melihat potensi anak menjadi sosok yang keras kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kesabaran dan selalu bersikap positif jadi hal yang tidak boleh Sedulur lewatkan selama mendidik anak. Hal ini lantaran untuk bisa menghilangkan sifat negatif tentu diperlukan waktu dan tidak bisa secara instan. Semoga tips dan trik di atas bisa membantumu ya Sedulur!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":103643,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1485],"tags":[14814,1381],"class_list":["post-103640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cara-mendidik-anak","tag-tips-parenting"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-13T09:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-14T01:44:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"cara mendidik anak yang keras kepala\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/\",\"name\":\"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-07-13T09:00:25+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-14T01:44:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh","description":"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh","og_description":"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2023-07-13T09:00:25+00:00","article_modified_time":"2023-07-14T01:44:31+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/012-1.webp","width":850,"height":450,"caption":"cara mendidik anak yang keras kepala"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/","name":"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-07-13T09:00:25+00:00","dateModified":"2023-07-14T01:44:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Marah bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala? Yuk, simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala-3-7-23-azm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala Agar Patuh"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103640"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=103640"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":103644,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103640\/revisions\/103644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=103640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=103640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=103640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}