Tips Super untuk Toko Kelontong Hadapi New Normal

Berbagi tips bagi Sedulur Super sebagai pemilik toko kelontong untuk menghadapi new normal. Baca sampai habis, ya!

Saat ini sebagian masyarakat Indonesia menjalani new normal. Sudahkah Sedulur Super tahu, apa itu new normal? New normal atau tatanan hidup baru adalah sebuah perubahan perilaku Sedulur Super untuk beraktivitas secara normal, namun Sedulur Super tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi corona. Di Kota Surabaya sendiri, saat ini masyarakat sudah mulai menjalani new normal, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Beberapa sektor industri juga mulai beroperasi dan menata perekonomian secara perlahan. Tidak terkecuali toko kelontong. Beberapa toko kelontong memang tetap beroperasi sebelum new normal dilaksanakan. Namun tetap saja, sebagai pemilik toko kelontong, Sedulur Super tetap harus bersiap diri menuju new normal. Keadaan memang tidak akan sama seperti dulu, tetapi paling tidak, Sedulur Super tetap bisa menjalani aktivitas dan kulak sembako di toko kelontong dengan aman asalkan mematuhi protokol kesehatan. Nah, kali ini Super akan membagikan beberapa tips bagi toko kelontong untuk menghadapi new normal. Yuk Sedulur Super, baca sampai habis, ya!

1. Jangan lupa pakai masker saat melayani pelanggan

super agen

Tips toko kelontong menghadapi new normal yang pertama yaitu jangan lupa selalu menggunakan masker saat sedang melayani pelanggan. Seperti yang Sedulur Super ketahui, menggunakan masker juga merupakan saran dari WHO untuk mencegah penyebaran virus corona dari satu orang ke orang yang lainnya, lho. Jangan lupa untuk selalu menyediakan masker di toko kelontong ya, Sedulur Super. Karena pada situasi seperti saat ini, masker adalah barang wajib untuk dipakai oleh semua orang saat bepergian ke mana pun. Sedulur Super juga bisa menyetok berbagai merk masker berkualitas di toko kelontong melalui Aplikasi Super. Pesan masker untuk toko kelontong jadi mudah dan dapat harga termurah!

2. Jaga jarak dengan pelanggan minimal 1 meter

toko kelontong surabaya

Tips toko kelontong menghadapi new normal yang kedua yaitu tetap menjaga jarak saat melayani pelanggan. Pastikan Sedulur Super menjaga jarak dengan pelanggan minimal satu meter. Hal ini penting untuk dilakukan. Meski sudah memasuki new normal, bukan berarti Sedulur Super tidak lagi mematuhi protokol kesehatan, bukan? Apalagi saat ini masih berada pada masa transisi, yang mana Sedulur Super harus tetap waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan, karena belum ditemukannya vaksin dari virus corona ini. Meskipun harus menjaga jarak dengan pelanggan, bukan berarti Sedulur Super tidak boleh ramah saat melayani pelanggan yang datang. Sedulur Super bisa melayani pelanggan dengan senyuman dan meminta pengertian pada pelanggan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Yakin deh, mereka akan mengerti!

3. Sediakan tempat khusus bagi pelanggan untuk mencuci tangan dan semprotkan cairan disinfektan

photo by freepik

Tips toko kelontong menghadapi new normal yang ketiga yaitu menyediakan tempat khusus bagi pelanggan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum berbelanja. Hal ini bertujuan agar pelanggan tetap aman dan bersih dari bakteri maupun virus. Selain itu, toko kelontong milik Sedulur Super juga akan bersih dan terhindar dari penyebaran virus tersebut. Jika memang diperlukan, Sedulur Super juga bisa menyediakan cairan desinfektan untuk disemprotkan pada benda mati yang ada di sekitar toko kelontong. Cairan disinfektan ini bermanfaat untuk mencegah penularan bakteri maupun virus pada manusia. Tidak perlu beli, Sedulur Super pun bisa membuat cairan desinfektan sendiri di rumah. Cara membuatnya pun ada di internet. Selamat mencoba!

4. Sediakan hand sanitizer untuk Sedulur Super dan pelanggan

sembako surabaya
photo by freepik

Tips toko kelontong menghadapi new normal yang keempat yaitu selalu menyiapkan hand sanitizer di toko kelontong milik Sedulur Super. Selain cuci tangan pakai sabun, memakai hand sanitizer juga sangat penting lho, Sedulur Super. Apalagi jika setiap hari Sedulur Super harus bertemu dengan pelanggan dan tidak sengaja menyentuh benda-benda. Hand sanitizer ini nantinya akan digunakan oleh Sedulur Super dan pelanggan sebelum melakukan transaksi jual beli. Maka dari itu, Sedulur Super dan pelanggan wajib melindungi diri masing-masing dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer. Tahukah Sedulur Super? Dengan menyiapkan hand sanitizer, Sedulur Super sudah memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan yang datang, lho! Jadi, tetap sediakan hand sanitizer di toko kelontongmu, ya! Sedulur Super juga bisa menyetok hand sanitizer yang tersedia di Aplikasi Super.

5. Jangan lupa untuk selalu perbarui sembako di toko kelontong

sembako super

Tips toko kelontong menghadapi new normal yang kelima yaitu selalu memperbarui beberapa jenis sembako yang ada di toko kelontong. Yap, meski new normal sedang berjalan Sedulur Super tetap harus mematuhi protokol kesehatan agar Sedulur Super aman dari virus corona ini. Melakukan aktivitas di rumah adalah sesuatu yang perlu Sedulur Super lakukan. Tetapi, pasti ada saja pertanyaan yang muncul. Apa jadinya jika Sedulur Super tidak keluar rumah? Bagaimana bisa kulakan sembako jika tidak keluar rumah? Sedulur Super tenang saja! Sekarang ini, Sedulur Super tidak perlu repot keluar rumah untuk kulakan sembako karena Sedulur Super bisa pesan barang yang diinginkan. Pesan sembako lewat aplikasi, bayar nanti saat barang sudah sampai. Pakai Aplikasi Super, kulak sembako jadi mudah, bukan?

Nah, itulah beberapa tips bagi toko kelontong untuk menghadapi new normal. Semoga Sedulur Super bisa menerapkan poin-poin di atas dengan baik agar Sedulur tetap aman dan terhindar dari virus corona ini. Berbicara tentang kulak sembako yang telah disinggung di atas, Sedulur Super bisa download Aplikasi Super. Kulak sembako jadi mudah, tentunya Sedulur Super akan mendapatkan harga termurah. Jadi, tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Super sekarang ya, Sedulur! Download aplikasi Super di sini

Catatan :

Aplikasi Super saat ini hanya bisa dijangkau oleh Sedulur Super yang berdomisili di wilayah Kota Surabaya dan Sidoarjo (Jawa Timur)