cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta

Gimana cara mengatur keuangan rumah tangga, seandainya gaji hanya 3 juta? Yuk intip tipsnya!

Nggak semua orang punya pendapatan per bulan yang tinggi, bahkan ada yang gajinya cuma senilai Rp 3 juta atau bahkan hanya senilai Upah Mininum Regional (UMR). Padahal, gaji tersebut sebenarnya masih kurang, apalagi kalau ada banyak tanggungan yang harus dibayar.

Belum lagi, masih ada biaya kebutuhan anak, pendidikan, dan cicilan lain apabila udah berkeluarga. Lalu, apakah ada cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji hanya 3 juta atua senilai UMR? 

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga di Masa Sulit

Jangan cemas, kamu juga bisa mengatur keuangan keluarga dan masa depan. Yuk kita lihat gimana cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta di masa sulit!

Manfaat Mengelola Keuangan

Sebelum kita mendalami cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta, yuk kita lihat dulu manfaat mengelola keuangan dan anggaran belanja keluarga.

  1. Supaya terhindar dari utang.
  2. Supaya terhindar dari biaya yang tak terduga.
  3. Supaya bisa mengetahui area mana dari anggaran belanja yang dapat dihemat.
  4. Supaya mengetahui apakah keuangan kita dalam posisi yang baik untuk liburan, membeli motor atau mobil baru, atau hiburan lainnya.
  5. Supaya bisa mendapat penilaian kredit yang baik dari bank.
  6. Supaya bisa memudahkan kita untuk mendapatkan KPR atau kredit otomotif

Setelah mengetahui manfaat mengelola kekuangan, sekarang kita masuk ke pembahasan gimana sih cara mengatur keuangan rumah tangga untuk masa depan kita, apalagi dengan gaji yang hanya 3 juta.

1. Ubah mindset yang salah.

Salah satu permasalahan yang biasa dihadapi oleh keluarga adalah cara mengatur keuangan keluarga mereka sendiri. Nggak jarang, masalah keuangan untuk masa depan ini juga bisa berujung ribut.

Namun bukan jadi alasan untuk nggak mengatur keuangan keluarga apabila gajimu hanya 3 juta. Pertama-tama kamu harus ubah mindset yang salah. Justru karena gaji kamu cuma Rp 3 juta atau senilai UMR, kamu harus mengelola keuangan keluarga untuk masa depan.

2. Lakukan evaluasi biaya rumah.

Banyak orang yang kesulitan melalukan cara mengatur keuangan rumah tangga mereka karena adanya cicilan rumah (KPR) yang cukup memotong banyak dari gaji bulanan. Karena itu, pastikan cicilan rumah yang kamu ambil nggak lebih dari 25% total gaji yang kamu peroleh dalam sebulan.

Cari KPR yang punya cicilan paling kecil. Karena gajimu hanya Rp 3 juta, emang agak sulit untuk mengambil cicilan rumah. Maka dari itu, mendingan kamu cari dulu rumah kontrakan yang murah, sambil terus mencari cicilan KPR paling kecil. Kuncinya adalah terus mencari informasi KPR yang murah.

3. Cari rumah kontrakan yang sederhana.

Seperti yang kita tahu, memiliki rumah sendiri dengan gaji hanya Rp 3 juta per bulan itu cukup berat. Kalau kamu emang pengin punya tempat tinggal sendiri, sementara ini kamu bisa pertimbangkan untuk mencari rumah kontrakan yang lebih sederhana atau ngekos. 

Kamu bisa mencari-cari rumah kontrakan atau kos-kosan yang punya biaya sewa yang cukup rendah dan sesuai dengan budget kamu. Ini penting untuk mengatur keuangan masa depan, karena kamu bisa menghemat pembiayaan untuk rumah dalam jumlah besar, yang nantinya bisa kamu sisihkan untuk tabungan kamu.

4. Masak sendiri daripada beli makan di luar.

Biaya makan di luar adalah salah satu penyebab uang bulanan rumah tangga bisa cepat habis, apalagi akalu kamu nggak bisa menguranginya. Karena termasuk salah satu biaya yang paling besar, namun harus diutamakan, kamu bisa mengakalinya dengan cara mengurangi makan di luar dan masak sendiri di rumah.

Kamu bisa sisihkan Rp 250 ribu untuk beras selama sebulan, dan Rp 1 juta untuk lauk pauk yang bisa kamu bagi-bagi per minggu menjadi Rp 220 ribu untuk belanja bahan makanan. Sisanya? Bisa kamu gunakan untuk bumbu, minyak goreng, tabung gas, dan keperluan pelengkap lainnya.

Ingat, belanjanya di pasar tradisional atau toko-toko sembako aja. Manfaatkan juga fitur-fitur promo diskon atau cashback yang biasa ditawarkan di supermarket besar untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan menguntungkan.

5. Atur biaya kesehatan dengan cerdas.

Masalah kesehatan tentu menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak mengelola dan mengatur keuangan keluarga untuk masa depan, karena kesehatan bisa berpengaruh pada kemampuan kita untuk mendapatkan uang.

Kamu perlu melakukan beberapa strategi kesehatan dengan cerdas, supaya kamu bisa meminimalisir risiko ketika terjadi suatu hal yang nggak kamu inginkan:

  1. Temukan tempat dengan biaya pengobatan terendah untuk membeli resep atau obat.
  2. Minta dokter untuk membuat resep obat generik atau resep yang tidak terlalu banyak menghabiskan dana. 
  3. Daftar BPJS Kesehatan untuk menutupi biaya pengobatan. Cara daftar BPJS Kesehatan nggak ribet kok, asal kamu udah memenuhi syarat-syaratnya.
  4. Apabila yang sakit adalah anak, tidak apa-apa untuk menggunakan dana lebih, karena kesehatan anak kita lebih penting. Kekurangan dana bisa diambil dari tabungan dana darurat yang udah kita siapkan di awal.

6. Rencanakan biaya belanja bulanan dengan matang.

Salah satu kesalahan cara mengatur keuangan rumah tangga adalah, ketika kamu membelanjakan uang untuk mengikuti keinginan, bukan untuk memenuhi kebutuhan. Nah, cara untuk mencegah pembelanjaan secara boros adalah dengan membuat rencana belanja bulanan secara tertulis.

Rencanakan dan tulis apa aja yang perlu kamu beli, dan ketika udah waktunya belanja, kamu harus mematuhi anggaran tertulis tersebut. Jangan sampai uangnya terpakai melebihi anggaran, karena itu bakal mempengaruhi uang yang udah kamu alokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Kamu bisa membagi anggaranmu menjadi dua kebutuhan besar, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer antara lain: makanan, tagihan listrik, air, telepon, cicilan rumah, biaya transportasi, dll. Sedangkan biaya tersier antara lain: anggaran untuk hiburan traveling, dll.

7. Bukalah dua rekening bank yang berbeda. 

Untuk menjaga agar tabunganmu nggak bocor, kamu bisa membuka dua rekening bank yang berbeda. Gunakan satu rekening bank untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menerima gaji, membayar tagihan dan belanja. Rekening bank ini digunakan khusus untuk tempat perputaran uang yang cepat.

Rekening bank kedua digunakan khusus sebagai tempat kamu menabung. Pilih bank yang menawarkan program bebas biaya admin atau punya bunga bank yang tinggi. Rekening bank ini juga bisa digunakan sebagai rekening dana darurat, apabila ada kejadian di luar dugaan.

Lebih baik lagi, pilih bank yang jumlah mesin ATM-nya nggak begitu banyak beredar di pasaran, untuk mencegahmu mengambil uang dengan mudah.

8. Hindari pembelian secara kredit.

Salah satu cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta adalah tidak membeli barang-barang yang nggak penting, seperti pakaian baru, perabotan, perkakas memasak, perhiasan, ataupun kebutuhan lainnya dengan cara kredit.

Pembayaran secara kredit hanya menambah beban utang, apalagi dengan kemampuan ekonomimu yang terbatas. Kalau sampai kamu jadi korban kartu kredit, mengatur keuangan untuk masa depan pun akan semakin sulit.

cara mengatur keuangan

9. Alokasikan gaji dengan aturan 50/30/20.

Buat kamu yang belum terlalu kenal dengan istilah ini, prinsip 50/30/20 adalah prinsip yang biasa digunakan untuk mengalokasikan pendapatan atau gaji ke pengeluaran dengan persenan dari pendapatan yang kamu miliki. Alokasi ini dibuat berdasarkan prioritas keluargamu.

a. Penggagas Aturan 50/30/20

Aturan ini diperkenalkan pertama kali diperkenalkan oleh Elizabeth Warren, seorang pakar kebangkrutan Harvard dan juga seorang Senator Amerika asal Massachusetts. Ia disebut-sebut sebagai “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” karena menciptakan aturan 50/30/20 bersama putrinya Amelia Warren Tyagi untuk berbelanja dengan bijak dan menabung.

b. Pengertian aturan 50/30/20

Aturan 50/30/20 adalah besaran presentase uang yang perlu kamu bagi untuk tiga hal, yaitu kebutuhan sehari-hari, finansial, dan gaya hidup. Selain sebagai pembagi, aturan ini juga untuk menentukan prioritas uang yang keluar, mulai dari yang pertama adalah kebutuhan hidup sehari-hari, lalu prioritas finansial, dan terakhir adalah gaya hidup.

c. Cara menerapkan aturan 50/30/20

Pertama, hitung dulu berapa pendapatan bersihmu setelah dikurangi pajak pendapatan atau pajak penghasilan.

Kedua, sisihkan 50% pendapatamu tadi untuk kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan makanan, biaya transport, tagihan listrik, air, internet ataupun sewa.

Ketiga, sisihkan 20% untuk prioritas finansial, seperti tabungan dana darurat, bayar cicilan rumah atau kendaraan, atau melunasi utang atau kartu kredit.

Ketika, gunakan 30% sisanya untuk gaya hidupmu, seperti hiburan, makan di restoran bersama keluarga, nonton bioskop ataupun baju baru. Sisihkan dana ini setelah kebutuhan hidup dan finansialmu udah terpenuhi.

Contoh:

Ibu Mira mampu menghasilkan pendapatan Rp 3 juta tiap bulan dari pekerjaan sampingannya di rumah. Pengeluarannya adalah sebagai berikut:

  • Sewa kos: Rp 750 ribu
  • Belanja bulanan: Rp 500 ribu
  • Pulsa dan paket data: Rp 100 ribu

Total: Rp 1,350 juta

Berarti total pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari adalah 50% dari pendapatan bulanannya.

Tiap bulan, Ibu Mira juga melakukan beberapa hal:

  • Menabung: Rp 500 ribu
  • Cicilan motor: Rp 500 ribu

Total: Rp 1 juta

Uang yang dikeluarkan Ibu Mira untuk memenuhi kebutuhan finansialnya adalah Rp 1 juta, berarti presentasenya hanya %33 dari total pendapatan bulanannya. Dengan demikian Ibu Mira masih punya sisa punya sisa dana Rp 650 ribu untuk menikmati gaya hidupnya seperti hangout bareng teman-teman, tanpa harus bergantung pada suaminya.

Namun kalau Ibu Mira mau, ia masih bisa menggunakan sisa dana ini untuk modal bisnisnya, seperti berjualan online atau bisnis sembako kecil-kecilan, yaitu membeli barang-barang kebutuhan pokok dengan harga grosir dari aplikasi Super, lalu menjualnya ke warung atau toko di sekitar untuk meraup banyak keuntungan, demi masa depan yang lebih baik bersama keluarga.

Itulah cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta. Walaupun gaji terbatas, tapi bukan suatu halangan bagi kita untuk nggak mengatur keuangan rumah tangga kita.