Asal Usul Toko Kelontong yang Harus Sedulur Super Tahu!

Membaca kisah unik asal usul toko kelontong ini pasti bikin Sedulur Super semakin senang berbelanja di sana!

Sedulur Super pasti tidak asing lagi ketika mendengar nama toko kelontong. Apakah saat kecil, Sedulur Super sering disuruh oleh orangtua untuk membeli barang-barang di toko kelontong? Jika ya, pasti ada banyak hal unik yang dialami oleh Sedulur Super saat mengunjungi toko kelontong. Bahkan tingkah paling lucu yang dilakukan pembeli saat berada di toko kelontong adalah bermain beras, yang biasanya ditempatkan pada bagian paling depan.

Toko kelontong merupakan toko yang menjual sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga seperti peralatan memasak, peralatan mandi dan lainnya. Kebanyakan toko kelontong selalu ada di setiap kampung yang padat penduduk. Toko kelontong masih bersifat konvensional atau tradisional, berbeda dengan minimarket maupun supermarket yang sistemnya jauh lebih modern. Jika nama toko kelontong sudah tidak asing di telinga Sedulur Super. Namun, pernahkah Sedulur Super memikirkan dari mana asal usul nama toko kelontong ini?

Kata ‘kelontong’ sendiri memang memiliki sejarah yang cukup tua. Kata ini merujuk kepada alat bunyi-bunyian yang selalu dibawa oleh pedagang keliling Tionghoa saat menjajakan barang dagangannya tempo dulu. Kelontong ini berbentuk tambur (rebana) mini bertangkai dan pada kedua sisinya diberi tali pendek dengan biji bulat pada ujungnya. Tambur mini ini bisa terbuat dari kaleng, kulit samak, atau kertas semen. Pada tangkainya digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, sehingga biji bulat ini akan ‘menabuh’ tambur ini dengan suara kelontong-kelontong. Dengan mendengar suara kelontong yang khas ini, orang-orang yang berada di dalam rumah pasti tahu bahwa penjaja barang keliling sedang melewati  rumahnya.

Barang dagangan yang dijajakan oleh pedagang kelontong keliling adalah barang kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara dipikul. Pedagang kelontong biasanya berkeliling dari rumah ke rumah untuk menjajakan barangnya, dari pagi hingga menjelang malam.

Dengan seiring berjalannya waktu, para pedagang keliling ini akhirnya bisa mendirikan toko sederhana yang tentunya dengan barang dagangan yang lebih beragam daripada sebelumnya saat berkeliling dari rumah ke rumah. Sekali pun dia tidak lagi menggunakan kelontong, tempat jualannya tetap dinamai dengan ‘toko kelontong’.

7 Tips Membuka Usaha Toko Kelontong

8 Daftar Sembako Paling Dicari

Tips Toko Kelontong Ramai Pembeli

Sejarah asal usul nama toko kelontong memang unik. Meski menyimpan banyak kisah, nama toko kelontong ini pun masih cukup sering dipakai orang hingga saat ini untuk membuka usaha kecil. Berbelanja di toko kelontong pun lebih menyenangkan. Dengan berbelanja di toko kelontong, Sedulur Super sudah memberikan dukungan bagi pemilik usaha kecil. Selain itu, Sedulur Super akan mendapatkan harga paling murah, juga bebas membeli barang dengan kemasan yang kecil dan sedikit. Tidak seperti supermarket ataupun minimarket yang mengharuskan Sedulur Super untuk membeli barang dengan kemasan yang lebih besar dan banyak.

Berbicara tentang belanja murah di toko kelontong, ada aplikasi yang bisa memudahkan Sedulur Super untuk kulak barang dengan harga yang lebih murah lho. Aplikasi itu bernama Aplikasi Super. Dengan Aplikasi Super ini, Sedulur Super tidak perlu khawatir keluar rumah saat kulak barang sembako di toko kelontong. Karena di Aplikasi Super, semua barang yang ada sangat lengkap, harganya murah tetapi kualitas barang yang disediakan tidak murahan. Ada berbagai macam merek kebutuhan pokok yang terkenal dan paling laris diborong pembeli. Pesan barang di Aplikasi Super sangat mudah, hanya tinggal klik, barang akan sampai ke toko Sedulur Super keesokan harinya.

Sudahkah Sedulur Super coba download Aplikasi Super? Jika belum, segera download aplikasinya ya! Dan nikmati berbagai kemudahan hanya dalam satu kali klik. Sedulur bisa download aplikasi Super di sini.